Senin, 16 Desember 2019 | 09.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Banten>Nikahi Murid di Bawah Umur, Komnas PA Minta Guru Agama di Banten Dihukum 15 Tahun Penjara

Nikahi Murid di Bawah Umur, Komnas PA Minta Guru Agama di Banten Dihukum 15 Tahun Penjara

Reporter : Yudi | Rabu, 26 Desember 2018 - 10:45 WIB

IMG-8171

Ilustrasi pernikahan anak. (Ist)

Tangerang, kini.co.id

Seorang guru agama berinisial Bs (38) di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang Banten ditahan polisi karena menikahi muridnya yang masih di bawah umur N (17). Parahnya, pernikahan itu dilakukan tanpa sepengetahuan orangtua korban.

Perbuatan Bs dinilai sudah melanggar UU Perlindungan Anak sehingga pelaku pantas dihukum 15 tahun penjara.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.

Ia mengatakan pernikahan itu dilakukan orang dewasa kepada anak di bawah umur dengan bujuk rayu sehingga memenuhi unsur pidana.

“Apa pun alasannya, seorang dewasa menikahi anak apalagi dengan bujuk rayu ini sudah memenuhi unsur pidana,” katanya.

Arist mengatakan petugas Polresta Tangerang telah menahan Bs karena ancaman hukuman lebih dari 15 tahun atas tindakannya menikahi anak, muridnya sendiri itu.

Pihaknya prihatin terhadap kasus tersebut dan berupaya agar tindakan serupa tidak terulang terhadap anak, apalagi menikahi dengan janji atau bujukan adalah melanggar peraturan.

Bs telah dijerat dengan pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dia mengatakan setiap anak dilindungi undang-undang, sehingga tidak ada alasan bagi lelaki dewasa untuk menikahi meski berdalih suka sama suka.

Hal tersebut terkait laporan orang tua korban B (51), warga Perumahan Taman Kirana Surya, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang kepada polisi bahwa anaknya telah hamil dua bulan.

Polisi kemudian memanggil Bs dan mengakui telah menikah dengan korban, padahal orang tuanya tidak mengetahui, ternyata telah menikah secara siri di sebuah tempat di Jakarta Timur.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Gogo Galesung mengatakan, tersangka ditahan karena ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

Menurut dia, warga kompleks perumahan berupaya untuk mengusir tersangka karena telah melakukan tindakan asusila terhadap anak maka harus dilakukan upaya hukum.

Gogo mengatakan, dalam kasus kekerasan seksual anak itu, petugas menetapkan tersangka tunggal dengan lima saksi yang mengetahui pernikahan tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...