Rabu, 22 Mei 2019 | 03.55 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Peran Media Dalam Menyikapi Kehadiran Transportasi Online

Peran Media Dalam Menyikapi Kehadiran Transportasi Online

Reporter : Nur Fatimah | Sabtu, 22 Desember 2018 - 22:02 WIB

IMG-8163

Kabid Lalulintas Dishub Medan, Suriono dalam diskusi yang diadakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut bekerjasama dengan GoJek yang mengangkat tema "Transportasi Efektif dan Peran Media dalam Era Industri 4.0" di Penang Corner Medan, Sabtu (22/12/2018). (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id – Sikap antipati hampir selalu mewarnai munculnya sebuah perubahan. Kemunculan perubahan itu sendiri pasri pro dan kontra di tengah masyarakat, apalagi mereka yang merugi akibat tidak bisa mengikuti perubahan tersebut.

Padahal, jika dikaji maka tidak ada di dunia ini yang abadi selain perubahan. Sehingga sikap antipati itu sebenarnya tidak terlalu bermanfaat.

Sebaliknya, masyarakat dituntut untuk bijak menyikapi perubahan dengan mengubah diri dan mengikuti arus zaman.

Demikianlah gambaran terkait kehadiran transportasi online di tengah masyarakat sendiri. Di awal kemunculannya, transportasi online ditolak habis-habisan oleh transportasi konvensional. Namun belakangan, mereka yang konvensional merasa lebih baik ikut bergabung di transportasi online agar tetap bertahan.

Dalam situasi itu, media sebagai corong informasi seharusnya dapat menempatkan diri sebagai pengentas sikap antipati itu sendiri. Bagaimanapun transportasi online memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

Demikian yang disampaikan Sekretaris Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Khairiah Lubis dalam diskusi yang diadakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut bekerjasama dengan GoJek yang mengangkat tema “Transportasi Efektif dan Peran Media dalam Era Industri 4.0” di Penang Corner Medan, Sabtu (22/12/2018).

“Saat ini masyarakat mulai bisa menerima perubahan yang terjadi terutama hadirnya transportasi online. Sama seperti kita di media, dulu televisi disebut sebagai media yang baru dari media cetak. Tapi sekarang, televisi disebut sebagai media konvensional seiring munculnya media online dan media sosial,” kata wanita yang akrab disapa Awi ini.

Melalui pemberitaan, kata dia, media bisa menyadarkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan fasilitas digital yang ada saat ini. Selain itu, banyak peluang usaha dari aplikasi online yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Jaman sekarang serba digital, jadi perubahan itu tidak bisa kita tahan, tapi disikapi dengan bijak. Kita di media berperan menyadarkan masyarakat untuk memahami era digital. Jadi masyarakat merasa nyaman menggunakan fasilitas digital. Selain itu banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan, jadi masyarakat harus menyesuaikan diri di era digital saat ini,” jelasnya.

Head of Regional Corporate Communication GoJek Sumut, Teuku Parvinanda mengatakan GoJek berangkat dari inovasi digital memberikan kesempatan kepada pelaku usaha dari sektor informal dan UMKM tumbuh berkembang dan memperluas pasar.

“Tujuan sebenarnya untuk memperluas akses UMKM. Ketika pelayanan antar makanan itu ada, 82 persen dari UMKM yang bermitra dengan kami sebelumnya tidak punya akses ke arah sana. Bahkan 72 persen sebelumnya tidak punya akses layanan antar makanan. Tapi akhirnya mereka terbantu dengan layanan Go Food kami,” terangnya.

Menurut Parvinanda saat ini mitra GoJek sudah lebih dari 1 juta orang dengan wilayah dengan wilayah operasional di 167 kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Utara, GoJek juga sudah hadir di lima daerah yakni Medan, Tanjungbalai, Siantar, Tebingtinggi dan Kisaran

“Nantinya kami akan ekspansi ke regional Asean. Di Vietnam sudah meluncur, menyusul Singapura, Thailand dan Filiphina. Layanan Go Food adalah layanan antar makanan terbesar di dunia. Jadi aplikasi anak bangsa mudah-mudahan bisa membanggakan Indonesia,” paparnya.

Ia menyadari penolakan ketika GoJek pertama kali muncul memang ada, karena ada sebagian pihak yang merasa dirugikan. Namun kemudian pihaknya merangkul pihak-pihak itu sebisa mereka dan sekarang menjadi mitra.

Parvinanda juga berharap media terus mengedukasi masyarakat agar tidak antipati terhadap perubahan yang mau tidak mau akan menghampiri kapan saja. Dan agar sebuah perubahan jangan melulu dilihat dari sisi negatifnya.

Diskusi ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-11 FJPI. Di mana masing-masing daerah juga menggelar acara berbeda-beda. Hadir juga dalam diskusi itu sebagai narasumber Kepala Bidang Lalulintas Dishub Medan, Suriono dan Pengamat Transportasi dari Departemen Tekhnik Sipil Fakultas Tekhnik Universitas Sumatera Utara (USU), Medis Sejahtera Surbakti. Serta para peserta yakni jurnalis-jurnalis dari berbagai media di Medan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...