Rabu, 22 Mei 2019 | 03.30 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Diduga Ada Ancaman dari Oknum Polisi pada Satpam Korban Gigitan Anjing, Propam Diterjunkan

Diduga Ada Ancaman dari Oknum Polisi pada Satpam Korban Gigitan Anjing, Propam Diterjunkan

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 19 Desember 2018 - 11:42 WIB

IMG-8141

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Suherman, satpam yang menjadi korban gigitan anjing pitbul hingga hampir tewas kini melaporkan si pemilik anjing, Ho ke polisi.

Namun, ketika akan membuat laporan, pihaknya mengaku sempat mengalami ancaman dari oknum polisi di Polsek Sawah Besar.

Terkait itu, Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) pun diterjunkan untuk menyelidiki dugaan ancaman tersebut.

“Kalau memang itu komplain pihak pelapor atas penangan Polsek Sawah Besar, kalau ada dugaan pelanggaran dari anak buah kami, nanti kami proses,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu.

Ia mengatakan kalau ada orang yang melapor karena terluka akibat gigitan anjing, apalagi sampai hampir nyaris tewas, maka kasusnya layak untuk diproses hukum.

Pihaknya akan mengimbau kepada korban agar membuat laporan dan anggota polisi tidak boleh pilih kasih dalam menerima laporan yang dibuat masyarakat.

“Informasi kemarin dari Kapolsek Sawah Besar, korban sudah tidak mau buat laporan dan katanya sudah ada mediasi. Tapi, kalau mereka datang untuk laporan, kami terima,” kata dia.

Ia mengatakan pihaknya akan tetap menyelidiki kemungkinan ada anggota polisi yang memaksa korban untuk damai.

Sebelumnya, salahsatu satpam Kompleks Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat, bernama Suherman (40) menjadi korban gigitan anjing pit bull sampai mengalami luka parah dan nyaris tewas.

Walaupun kasus ini sempat dinyatakan selesai karena keduanya bersepakat damai, namun pada Selasa (18/12), ia melaporkan sang pemilik anjing ke polisi.

Laporan diterima dengan nomor LP 2077/K/XII/2018/Restro Jakpus tertanggal 18 Desember 2018. Menurut istri Suherman, Eva Indri, sang pemilik pit bull tidak menunjukkan iktikad baiknya untuk memenuhi perjanjian damai.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...