Rabu, 22 Mei 2019 | 03.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Tim Pemantau Pangan Sumut: Dolar Menguat, Harga Daging Ayam Terseret Naik

Tim Pemantau Pangan Sumut: Dolar Menguat, Harga Daging Ayam Terseret Naik

Reporter : Redaksi | Senin, 26 November 2018 - 14:50 WIB

IMG-8014

Medan, kini.co.id – Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga daging ayam dipengaruhi pergerakan rupiah.

Pelemahan rupiah, kata dia, berdampak terhadap kenaikan harga pakan ternak yang juga berdampak pada harga daging ayam itu sendiri.

Diketahui, daging ayam mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per kilogramnya di pasar-pasar tradisional Kota Medan.

Gunawan menilai secara keseluruhan harga daging ayam di bulan November memiliki rata-rata lebih murah dibandingkan dengan bulan Oktober kemarin.

Bahkan, kata dia, harga menjelang penutupan bulan November cenderung tidak jauh berbeda dibandingkan dengan harga di akhir bulan kemarin.

“Saya menilai kenaikan harga daging ayam saat ini tidak akan berlanjut. Mengingat rupiah perlahan sudah mengalami penguatan. Dan penguatan rupiah tersebut menjadi salah satu yang paling mendorong penurunan biaya pakan ternak nantinya. Saya yakin bahwa kelanjutan penguatan rupiah nantinya akan memberikan dampak secara langsung bagi pemulihan harga daging ayam,” ujarnya, Senin (26/11/2018).

Saat ini, dikatakannya, yang dikeluhkan konsumen adalah adanya kelangkaan pada daging ayam kualitas besar. Sementara ayam dengan ukuran yang lebih kecil cukup tersedia. Meskipun segmentasi pasarnya cenderung lebih banyak dikonsumsi oleh pedagang kuliner seperti ayam penyet.

“Selanjutnya harga telur ayam juga demikian. Sulit untuk ditekan. Bahkan terakhir harganya cenderung naik menjadi Rp 22 ribu perkg, dari sebelumnya sebesar Rp 21 ribu perkg nya. Kenaikan harga telur ayam ini juga didorong oleh kenaikan pada pada komponen biaya produksi yang disinyalir dari pelemahan rupiah sebelumnya,” katanya.

Padahal masa produktifitas ayam petelur saat ini sudah mencapai titik maksimal. Sehingga sangat berpeluang menciptakan keseimbangan baru dari sisi persediaannya. Namun, sejauh ini harga telur ayam masih sulit untuk di tekan.

“Karena menurut perhitungan saya, harga telur ayam itu sebelumnya berada dalam rentang Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu perkgnya. Dan ini merupakan level ideal sebelum terjadi kelangkaan produktifitas serta pelemahan rupiah,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...