Senin, 10 Desember 2018 | 22.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Tim Pemantau Pangan Sumut: Dolar Menguat, Harga Daging Ayam Terseret Naik

Tim Pemantau Pangan Sumut: Dolar Menguat, Harga Daging Ayam Terseret Naik

Reporter : Redaksi | Senin, 26 November 2018 - 14:50 WIB

IMG-8014

Medan, kini.co.id – Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga daging ayam dipengaruhi pergerakan rupiah.

Pelemahan rupiah, kata dia, berdampak terhadap kenaikan harga pakan ternak yang juga berdampak pada harga daging ayam itu sendiri.

Diketahui, daging ayam mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per kilogramnya di pasar-pasar tradisional Kota Medan.

Gunawan menilai secara keseluruhan harga daging ayam di bulan November memiliki rata-rata lebih murah dibandingkan dengan bulan Oktober kemarin.

Bahkan, kata dia, harga menjelang penutupan bulan November cenderung tidak jauh berbeda dibandingkan dengan harga di akhir bulan kemarin.

“Saya menilai kenaikan harga daging ayam saat ini tidak akan berlanjut. Mengingat rupiah perlahan sudah mengalami penguatan. Dan penguatan rupiah tersebut menjadi salah satu yang paling mendorong penurunan biaya pakan ternak nantinya. Saya yakin bahwa kelanjutan penguatan rupiah nantinya akan memberikan dampak secara langsung bagi pemulihan harga daging ayam,” ujarnya, Senin (26/11/2018).

Saat ini, dikatakannya, yang dikeluhkan konsumen adalah adanya kelangkaan pada daging ayam kualitas besar. Sementara ayam dengan ukuran yang lebih kecil cukup tersedia. Meskipun segmentasi pasarnya cenderung lebih banyak dikonsumsi oleh pedagang kuliner seperti ayam penyet.

“Selanjutnya harga telur ayam juga demikian. Sulit untuk ditekan. Bahkan terakhir harganya cenderung naik menjadi Rp 22 ribu perkg, dari sebelumnya sebesar Rp 21 ribu perkg nya. Kenaikan harga telur ayam ini juga didorong oleh kenaikan pada pada komponen biaya produksi yang disinyalir dari pelemahan rupiah sebelumnya,” katanya.

Padahal masa produktifitas ayam petelur saat ini sudah mencapai titik maksimal. Sehingga sangat berpeluang menciptakan keseimbangan baru dari sisi persediaannya. Namun, sejauh ini harga telur ayam masih sulit untuk di tekan.

“Karena menurut perhitungan saya, harga telur ayam itu sebelumnya berada dalam rentang Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu perkgnya. Dan ini merupakan level ideal sebelum terjadi kelangkaan produktifitas serta pelemahan rupiah,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...