Rabu, 20 Februari 2019 | 13.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Kepulauan Riau>Penjualan manusia (trafficking) di Batam terorganisir

Penjualan manusia (trafficking) di Batam terorganisir

Minggu, 25 November 2018 - 00:07 WIB

IMG-8006

Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Masalah Migran dan Perantau, Kota Batam, Chrisanctus Paschalius Saturnus (kiri).

BATAM, kini.co.id – KEJAHATAN trafficking acap terjadi di manapun. Korbannya rata-rata orang yang ingin mendapatkan penghidupan lebih layak dengan bekerja, namun menjadi sasaran penipuan para mafia perdagangan orang.

Trafficking merupakan tingkat tertinggi dari kejahatan tindak kekerasan. Dalam praktiknya, kejahatan perdagangan orang ini berlangsung secara terorganisir.

Di Batam, tindak kejahatan ini sering terjadi. Baik itu yang terekspos maupun yang tak diketahui oleh publik.

“Trafficking di Batam ini ada, dan ini merata seluruh penjuru kota,” ungkap Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Masalah Migran dan Perantau, Chrisanctus Paschalius Saturnus, ketika berdiskusi dengan Batamnews di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus, Baloi.

Kebanyakan korban trafficking adalah mereka yang memiliki permasalahan ekonomi. Dari himpitan ekonomi, muncul keinginan untuk memperbaiki kehidupan dengan bekerja, khususnya ke luar daerah asal.

Hal ini dimanfaatkan oleh para mafia trafficking untuk mengeruk keuntungan berlipat. Para korban biasanya dijanjikan bekerja di tanah rantau dengan iming-iming penghasilan tinggi.

Namun, dalam kenyataannya, harapan para korban trafficking ini jauh panggang dari api.

Perlu kerja keras dalam memberantas kejahatan trafficking. “Ini merupakan perbudakan modern dan penghinaan kepada kemanusiaan,” tegas dia.

Pria yang akrab disapa Romo Paschal ini memaparkan, dalam rentang empat tahun terakhir, ada 300 kasus di Batam yang sudah ditangani oleh lembaganya.

Di luar dari komisi ini, tentunya, masih banyak lagi kasus kekerasan yang terjadi dan ditangani oleh lembaga lain maupun Komnas Perempuan.

Paschal menjelaskan dalam kasus trafficking ada bermacam jenis eksploitasi yang dihadapi korban. “Eksploitasi bisa dari tenaga fisiknya, eksploitasi seksual hingga eksploitas terhadap organ dalam,” katanya.

Kekerasan yang dialami korban trafficking ini memberikan luka mendalam secara psikologis. Menurut Paschal, kondisi terparah pada korban adalah mengalami gangguan kejiwaan.

Pada 2018 ini, ada dua kasus yang ditangani Romo Paschal hingga tahap pengadilan. Kasus ini terkait eksploitasi fisik dan satunya lagi eksploitasi seksual.

Menurut dia, hukum yang diberikan kepada pelaku trafficking hanya memberikan efek jera sesaat, dan bisa terulang lagi selesai masa hukuman.

“Setidaknya ketika sampai ke pengadilan ini sudah menjadi suatu usaha yang baik dari pada berhenti di tengah jalan,” imbuh dia.

Paschal, mengatakan banyak persoalan yang membuat kejahatan trafficking meningkat di lapangan. “Hukum saja tidak cukup menjadi penyelesaian masalah. Ada kemiskinan, pendidikan yang lemah, dan kemalasan seseorang untuk bekerja,” ujarnya.

Hukum harus memiliki konsep jera untuk pelaku. Namun masyarakat mampu memberikan pencegahan terjadinya trafficking dengan terus mengampanyekan dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...