Senin, 10 Desember 2018 | 21.51 WIB
KiniNEWS>Regional>Kepulauan Riau>Penjualan manusia (trafficking) di Batam terorganisir

Penjualan manusia (trafficking) di Batam terorganisir

Minggu, 25 November 2018 - 00:07 WIB

IMG-8006

Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Masalah Migran dan Perantau, Kota Batam, Chrisanctus Paschalius Saturnus (kiri).

BATAM, kini.co.id – KEJAHATAN trafficking acap terjadi di manapun. Korbannya rata-rata orang yang ingin mendapatkan penghidupan lebih layak dengan bekerja, namun menjadi sasaran penipuan para mafia perdagangan orang.

Trafficking merupakan tingkat tertinggi dari kejahatan tindak kekerasan. Dalam praktiknya, kejahatan perdagangan orang ini berlangsung secara terorganisir.

Di Batam, tindak kejahatan ini sering terjadi. Baik itu yang terekspos maupun yang tak diketahui oleh publik.

“Trafficking di Batam ini ada, dan ini merata seluruh penjuru kota,” ungkap Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Masalah Migran dan Perantau, Chrisanctus Paschalius Saturnus, ketika berdiskusi dengan Batamnews di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus, Baloi.

Kebanyakan korban trafficking adalah mereka yang memiliki permasalahan ekonomi. Dari himpitan ekonomi, muncul keinginan untuk memperbaiki kehidupan dengan bekerja, khususnya ke luar daerah asal.

Hal ini dimanfaatkan oleh para mafia trafficking untuk mengeruk keuntungan berlipat. Para korban biasanya dijanjikan bekerja di tanah rantau dengan iming-iming penghasilan tinggi.

Namun, dalam kenyataannya, harapan para korban trafficking ini jauh panggang dari api.

Perlu kerja keras dalam memberantas kejahatan trafficking. “Ini merupakan perbudakan modern dan penghinaan kepada kemanusiaan,” tegas dia.

Pria yang akrab disapa Romo Paschal ini memaparkan, dalam rentang empat tahun terakhir, ada 300 kasus di Batam yang sudah ditangani oleh lembaganya.

Di luar dari komisi ini, tentunya, masih banyak lagi kasus kekerasan yang terjadi dan ditangani oleh lembaga lain maupun Komnas Perempuan.

Paschal menjelaskan dalam kasus trafficking ada bermacam jenis eksploitasi yang dihadapi korban. “Eksploitasi bisa dari tenaga fisiknya, eksploitasi seksual hingga eksploitas terhadap organ dalam,” katanya.

Kekerasan yang dialami korban trafficking ini memberikan luka mendalam secara psikologis. Menurut Paschal, kondisi terparah pada korban adalah mengalami gangguan kejiwaan.

Pada 2018 ini, ada dua kasus yang ditangani Romo Paschal hingga tahap pengadilan. Kasus ini terkait eksploitasi fisik dan satunya lagi eksploitasi seksual.

Menurut dia, hukum yang diberikan kepada pelaku trafficking hanya memberikan efek jera sesaat, dan bisa terulang lagi selesai masa hukuman.

“Setidaknya ketika sampai ke pengadilan ini sudah menjadi suatu usaha yang baik dari pada berhenti di tengah jalan,” imbuh dia.

Paschal, mengatakan banyak persoalan yang membuat kejahatan trafficking meningkat di lapangan. “Hukum saja tidak cukup menjadi penyelesaian masalah. Ada kemiskinan, pendidikan yang lemah, dan kemalasan seseorang untuk bekerja,” ujarnya.

Hukum harus memiliki konsep jera untuk pelaku. Namun masyarakat mampu memberikan pencegahan terjadinya trafficking dengan terus mengampanyekan dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...