Senin, 10 Desember 2018 | 22.29 WIB
KiniNEWS>Regional>Kepulauan Riau>Pemkot Batam tidak becus tangani banjir, pakar: Belajarlah ke Batamindo

Pemkot Batam tidak becus tangani banjir, pakar: Belajarlah ke Batamindo

Kamis, 22 November 2018 - 15:16 WIB

IMG-7985

Supriyanto, pakar Tata Ruang Kepri.

BATAM, kini.co.id – BANJIR menjadi persoalan klasik di Kota Batam saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Bukan hanya jalanan yang terkena banjir, namun juga hunian warga, bahkan kawasan industri ikut terimbas.

Seperti terjadi pada Rabu (21/11/2018) pagi. Ribuan warga Batam ‘berteriak’, ketika banjir mengganggu aktivitas pagi mereka. Mulai dari daerah Batuaji, Mukakuning, Mata Kucing, dan kawasan lainnya.

Akibat kejadian itu Dinas Bina Marga Pemerintah Kota Batam langsung menurunkan petugas untuk melakukan normalisasi drainase. Mereka mengaku ada beberapa kawasan baru terdampak banjir.

“Itu upaya cepat yang bisa kita lakukan, sambil melakukan pelebaran drainase di beberapa titik,” kata Yumasnur, Kepala Dinas BM-SDA Batam.

Namun, apa yang dilakukan Bina Marga hanya seolah hanya kebijakan ‘minum obat’, dan bukan sebuah langkah preventif.

Menurut pakar tata ruang Kepri, Supriyanto, normalisasi drainase yang dilakukan pemerintah hanya bersifat sementara. “Jika hujan datang pasti akan banjir lagi,” kata Supriyanto, Kamis (22/11/2018).

Ia mengatakan, permasalahan mendasar saat ini kondisi drainase Kota Batam tidak bisa menampung air hujan dengan intensitas tinggi dan terus bertambah.

“Penambahan itu terjadi karena banyak pembangunan seperti perumahan, perusahaan, aparteman dan lainnya, sehingga luas daerah penyerapan air di Batam berkurang,” kata Supriyanto saat ditemui di kantornya, kawasan Tiban Koperasi.

Mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kepri itu mengatakan, kondisi seperti itu terjadi karena Pemko Batam tidak memiliki masterplan drainase secara makro.

“Jadi kalau pembangunan perumahan, mereka buat drainase sendiri, tidak ada rujukan drainase pemko, karena memang tidak ada,” kata Supriyanto.

Akibatnya drainase di Batam tidak tergambar dengan baik. Jika volume hujan meningkat, terjadilah banjir.

“Seharusnya, pemko belajar mengelola drainase seperti yang dilakukan pengelola Kawasan Industri Batamindo Mukakuning. Mereka (Batamindo) sadar beban air besar karena dikelilingi bukit, sehingga drainase dibuat besar, 20 hingga 30 tahun kedepan tidak akan banjir,” kata dia.

Menurut penerbit buku “Rekam Jejak Arsitek Melayu” itu, penanganan banjir di Batam harus dimulai dari penataan masterplan drainase secara makro, penghitungan ulang volume air dan besar drainase harus dikaji ulang.

“Kalau itu dilakukan, saya yakin banjir tidak terulang lagi,” kata dia.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...