Rabu, 22 Mei 2019 | 03.51 WIB
KiniNEWS>Regional>Kepulauan Riau>Pemkot Batam tidak becus tangani banjir, pakar: Belajarlah ke Batamindo

Pemkot Batam tidak becus tangani banjir, pakar: Belajarlah ke Batamindo

Kamis, 22 November 2018 - 15:16 WIB

IMG-7985

Supriyanto, pakar Tata Ruang Kepri.

BATAM, kini.co.id – BANJIR menjadi persoalan klasik di Kota Batam saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Bukan hanya jalanan yang terkena banjir, namun juga hunian warga, bahkan kawasan industri ikut terimbas.

Seperti terjadi pada Rabu (21/11/2018) pagi. Ribuan warga Batam ‘berteriak’, ketika banjir mengganggu aktivitas pagi mereka. Mulai dari daerah Batuaji, Mukakuning, Mata Kucing, dan kawasan lainnya.

Akibat kejadian itu Dinas Bina Marga Pemerintah Kota Batam langsung menurunkan petugas untuk melakukan normalisasi drainase. Mereka mengaku ada beberapa kawasan baru terdampak banjir.

“Itu upaya cepat yang bisa kita lakukan, sambil melakukan pelebaran drainase di beberapa titik,” kata Yumasnur, Kepala Dinas BM-SDA Batam.

Namun, apa yang dilakukan Bina Marga hanya seolah hanya kebijakan ‘minum obat’, dan bukan sebuah langkah preventif.

Menurut pakar tata ruang Kepri, Supriyanto, normalisasi drainase yang dilakukan pemerintah hanya bersifat sementara. “Jika hujan datang pasti akan banjir lagi,” kata Supriyanto, Kamis (22/11/2018).

Ia mengatakan, permasalahan mendasar saat ini kondisi drainase Kota Batam tidak bisa menampung air hujan dengan intensitas tinggi dan terus bertambah.

“Penambahan itu terjadi karena banyak pembangunan seperti perumahan, perusahaan, aparteman dan lainnya, sehingga luas daerah penyerapan air di Batam berkurang,” kata Supriyanto saat ditemui di kantornya, kawasan Tiban Koperasi.

Mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kepri itu mengatakan, kondisi seperti itu terjadi karena Pemko Batam tidak memiliki masterplan drainase secara makro.

“Jadi kalau pembangunan perumahan, mereka buat drainase sendiri, tidak ada rujukan drainase pemko, karena memang tidak ada,” kata Supriyanto.

Akibatnya drainase di Batam tidak tergambar dengan baik. Jika volume hujan meningkat, terjadilah banjir.

“Seharusnya, pemko belajar mengelola drainase seperti yang dilakukan pengelola Kawasan Industri Batamindo Mukakuning. Mereka (Batamindo) sadar beban air besar karena dikelilingi bukit, sehingga drainase dibuat besar, 20 hingga 30 tahun kedepan tidak akan banjir,” kata dia.

Menurut penerbit buku “Rekam Jejak Arsitek Melayu” itu, penanganan banjir di Batam harus dimulai dari penataan masterplan drainase secara makro, penghitungan ulang volume air dan besar drainase harus dikaji ulang.

“Kalau itu dilakukan, saya yakin banjir tidak terulang lagi,” kata dia.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...