Senin, 10 Desember 2018 | 23.05 WIB
KiniNEWS>Regional>Kepulauan Riau>Bangun apartemen di atas drainase Batam disorot pemerhati lingkungan

Bangun apartemen di atas drainase Batam disorot pemerhati lingkungan

Kamis, 15 November 2018 - 17:38 WIB

IMG-7939

Gedung apartemen Batam dibangun di atas drainase.

BATAM, kini.co.id – PEMERHATI lingkungan menyoroti bangunan apartemen di atas drainase, di kawasan Citiwalk, Nagota, Batam. Sebelumnya, Hotel Vanila, di kawasan Pembangunan Nusa Indah (Penuin), Baloi, juga diprotes karena dibangun di atas rule of way (ROW) jalan arteri.

Kini gedung apartemen yang tengah dibangun di atas saluran air atau aliran sungai di belakang Hotel Formosa, diketahui bernama Formosa Residence, merupakan milik seorang pengusaha ternama di Batam, Yaphau.

Namun Yaphau terkesan menghindar dan enggan memberikan tanggapan terkait perizinan mendirikan bangunan di atas saluran air itu.

Bangunan itu sendiri, diduga menyalahi aturan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 8 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi.

Ketika ditemui di kantor pemasaran apartemen yang berada di lantai 2 gedung tersebut, Yaphau enggan ditemui. Bahkan pengakuan seorang perempuan yang mengaku bernama Lusi sebagai sekretarisnya, Yaphau saat ini tengah sibuk dan belum bisa ditemui.

“Pak Yaphau masih sibuk. Belum berjumpa sekarang,” katanya singkat.

Dari data yang dimiliki BATAMTODAY.COM, Yaphau sendiri dulunya merupakan pengusaha VCD bajakan. Belum diketahui pasti apakah hingga kini ia masih melakoni usaha abu-abu tersebut. Namun sekarang ia justru beralih dengan usaha membangun sebuah apartemen mewah.

Selain itu, nama Yaphau dulu sering disebut-sebut terlibat gelanggang permainan (Gelper), salah satu Gelper milik Yaphau dulunya terdapat di Center Poin Mall Nagoya.

Dalam perencanaannya, apartemen itu akan memiliki 36 lantai dengan fasilitas seperti kolam renang berada di lantai 9. Harga untuk satu ruangan saja tidak tanggung-tanggung, yakni paling murah Rp1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bangunan gedung hotel dan apartemen yang saat ini tengah dibangun di dekat Nagoya City Walk diduga menyalahi aturan.

Sebab, gedung yang berdiri dengan puluhan lantai tersebut dibangun di atas drainase atau di atas saluran air dan tidak sesuai dengan regulasinya, apalagi bangunan itu dibangun untuk kepentingan ekonomi sehingga sangat tidak diperbolehkan.

“Kami diupah untuk membangun gedung ini, ya kami bekerja. Siapa yang punya kami tidak tahu,” ujar salah seorang pekera yang enggan menyebutkan namanya di lokasi, Selasa (13/10/2018).

Dikabarkan, pihak kepolisian kini sedang menyelidiki dugaan pelanggaran izin mendirikan bangunan (IMB) dan tidak adanya analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) bangunan tersebut.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...