Senin, 10 Desember 2018 | 22.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ganti rugi pembayaran pedagang Pasar Gembrong terdampak tol Becakayu terhenti

Ganti rugi pembayaran pedagang Pasar Gembrong terdampak tol Becakayu terhenti

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 14 November 2018 - 17:25 WIB

IMG-7930

Suasana ganti rugi padagang Pasar Gembrong, terdampak tol Becakayu.

JAKARTA, kini.co.id – SEJUMLAH pedagang terdampak Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Pasar Gembrong, RT 09, RT 10/RW 01 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, mengambil sikap tegas terhadap panitia pembebasan lahan.

Pasalnya mereka merasa sudah mendapatkan hasil pengukuran lahan pembebasan Jalan Tol Becakayu namun sepertinya ditahan pihak-pihak terkait seperti ahli waris yang mengklaim.

Dalam pertemuan disalah satu rumah makan di Cipinang, sebanyak 28 warga RW 01 bersama tim kuasa hukum dari Hendra Pradipta, mereka sepakat untuk menuntut hak mereka yakni pembayaran ganti rugi agar tidak ditahan. Mereka juga sudah punya bukti kepemilikan lahan garapan tersebut.

Total luas lahan mereka sekitar 1.600 meter persegi yang terdiri dari 34 bidang terletak di RT 09, RT 10/ RW 01 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara Jakarta Timur.

Seperti diketahui sebanyak tiga wilayah di Pasar Gembrong yang merupakan lahan garapan akan digusur untuk lanjutan proyek Jalan Tol Becakayu, yakni RW 01,02 dan 03.

Sebagian warga sudah menerima ganti rugi lahan garapan yang mereka tempati secara turun temurun sebagian lagi masih dalam proses.

Muhammad Indra Hermawan, salah satu pedagang di kawasan Pasar Gembrong mengatakan semestinya sejak Desember 2017, pedagang diberi tahu pihak terkait dalam pembebasan. Namun dalam prosesnya ia hanya diberi tahu pada Juli 2018.

“Jadi seperti ada indikasi apa, karena ahli waris menahan dengan mengklaim lahan, sedangkan kita ini juga menempati lahan bukan gratis, beli dan ada semua bukti-buktinya,” kata Indra di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Rabu (14/11).

Hal senada disampaikan Arief dari kantor hukum Hendra Pradipta bahwa pihaknya beberapa bulan lalu sudah melakukan pertemuan dengan kuasa hukum yang mengklaim ahli waris.

Dalam pertemuan tersebut dengan agenda mediasi deadlock tidak ada titik temu. Padahal jelas secara bukti lemah karena pada saat itu pemilik awal sudah mengalihkan haknya kepada warga yang kini menempati lahan di Pasar Gembrong tersebut.

“Langkah selanjutnya kita masih menunggu pihak-pihak terkait, artinya selagi masih kita mediasi akan kita tempuh upaya itu,” ucapnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...