Rabu, 21 November 2018 | 16.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Merasa Difitnah, Ini Penjelasan ULP PLN Gunung Sitoli Soal Pemasangan Meteran Baru

Merasa Difitnah, Ini Penjelasan ULP PLN Gunung Sitoli Soal Pemasangan Meteran Baru

Senin, 5 November 2018 - 10:51 WIB

IMG-7902

Ilustrasi meteran listrik. (Ist)

kini.co.id – Spv Pelayanan dan Administrasi Unit Layanan Pelanggan PLN Gunung Sitoli Nias, Laian Lubis merasa kecewa dengan sikap sejumlah oknum calo yang meminta pemasangan meteran listrik Desa Holi Kecamatan Ulogawo, Nias.

Pasalnya, calo yang dinilai bermasalah di PLN itu menuding pelayanan di ULP mereka tidak memuaskan bahkan menyebut mereka korupsi. Tudingan tersebut sebelumnya dimuat di sebuah media online.

Terkait itu, Lailan menjelaskan alasan mereka menolak permohonan sejumlah pelanggan untuk memasang meteran baru yang diajukan oleh calo tersebut.

“Calo mendaftarkan Via Website PLN dengan permohonan pascabayar. Permohonan untuk pascabayar kami tolak menilik fakta yang ada bahwa tunggakan cukup tinggi. Selain itu, jika kami mengizinkan untuk dipasang meteran pascabayar maka akan terdapat ketidakadilan bagi masyarakat yang sudah daftar di daerah tersebut yg saat Pasang Barunya dilayani dengan meteran Prabayar,” jelas Lailan lewat keterangan tertulis yang diterima KiniNews, Minggu (4/11/2018).

Lailan juga menyebut calo atas nama Benni Buaya sudah melakukan pengaduan ke contact center terkait pasang baru tersebut, sehingga dia diminta datang dengan membawa langsung pelanggan yang bersangkutan.

Faktanya, ia datang hanya membawa satu orang pelanggan dan 2 orang wartawan yang menyamar sebagai pelanggan.

“Calo menanyakan kapan pemasangan meteran tersebut, kami menyebutkan bahwa harus menunggu sesuai daftar antrian yang ada dan sekitar 200 lebih pelanggan yang mengantri untuk dilakukan pemasangan. Dalam hal ini saya sebagai spv dan atasan dari staf saya tidak mengizinkan untuk dilakukan pemasangan terhadap calo yang membayar Biaya Pasang Baru di tanggal 20 Oktober 2018 karena ada antrian yg begitu banyak untuk dipasang,” jelasnya.

Ia mengatakan pada saat itu wartawan yang menyamar sebagai pelanggan bernama Selamat tidak terima dan berbicara lantang serta menganggarkan dirinya sebagai wartawan. Peristiwa itupun kemudian dibuat menjadi berita yang menyudutkan PT PLN (Persero) Area Nias Rayon Gunungsitoli. Ia mengatakan Selamat kemudian memuat pernyataan bohong dan sepihak di media online terkait kejadian itu.

“Ada satu kutipan di berita tersebut yang menyebutkan ‘Ada aroma KKN dari pihak oknum pusat pelayanan PLN, dan sangat jelas pihak pusat pelayanan sangat menganaktirikan kepentingan para konsumen para konsumen diatas kebijakan yang diterapkan’. Disini saya merasa difitnah, jika memang ada aroma KKN di bagian pelayanan bisa dibuktikan. Tolong memberikan bukti yg bisa menguatkan tindakan KKN kami dan dikarenakan fitnah ini saya bisa menuntut wartawan Nias tersebut atas pencemaran nama baik,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 19 November 2018 - 21:25 WIB

‘Ngoce’ Ala Gema Paluta, Mahasiswa Ambil Peran Berantas Korupsi

Mahasiswa sebagai generasi muda harus aktif dalam pemberantasan korupsi yang kini menggurita di berbagai lapisan masyarakat.Perhatian mahasiswa dalam pemberantasan korupsi ...
Kepulauan Riau - Senin, 19 November 2018 - 16:33 WIB

Dukun mesum yang jual istri, anak, dan adik ipar, akhirnya ditangkap

PELAKU praktik pencabulan berkedok perdukunan di Batuaji diringkus Polresta Barelang. Pelaku berinisial MAZ menjalani pemeriksaan sejak 3 hari di ruang ...
Kepulauan Riau - Minggu, 18 November 2018 - 16:43 WIB

Dukun mesum di Batam korbankan anak, istri dan adik ipar jadi budak nafsu pasiennya

SEORANG warga Batu Aji, Batam, yang mengaku dukun, berinisial MAZ (45), tega menjual keluarga sendiri kepada temannya. MAZ. Tanpa pikir ...
Kepulauan Riau - Jumat, 16 November 2018 - 15:06 WIB

Orang tua bidan yang disuntik 56 kali heran pelaku tidak ditahan

ORANGTUA bidan Wati, yang disuntik dokter Yusrizal sebanyak 56 kali di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengaku heran pelaku tidak ditahan ...
Bangka Belitung - Jumat, 16 November 2018 - 12:32 WIB

Akibat biaya, 1200 warga Pangkalpinang tidak miliki surat nikah

WALI Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengundang seluruh warga yang belum memiliki surat nikah untuk mengikuti nikah massal pada 22 Desember ...
Sumatera Utara - Kamis, 15 November 2018 - 19:54 WIB

Ini Usaha BI Tingkatkan Kapasitas Ekonomi Daerah di Sumut

Perkembangan ekonomi daerah memiliki pengaruh yang signifikan untuk kemajuan ekonomi secara nasional. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Sumut berfokus dalam ...