Rabu, 21 November 2018 | 17.41 WIB
KiniNEWS>Regional>Banten>Eh, Presiden Jokowi juga keturunan Boyolali lho…

Eh, Presiden Jokowi juga keturunan Boyolali lho…

Reporter : Redaksi | Minggu, 4 November 2018 - 19:31 WIB

IMG-7899

Presiden RI Joko Widodo, juga ternyata keturunan Boyolali.

BANTEN, kini.co.id – PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan asal usul keluarganya yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Hal itu disampaikan saat memberi arahan pada Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten, Minggu (4/11).

“Saya harus bicara, orang tua saya asli Boyolali. Bukan keturunan Tiongkok yang berasal dari Singapura bernama Oey Hoi Liong,” kata Jokowi di Gedung ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (4/11).

Ibu Jokowi, Sujiatmi, lahir dan tumbuh di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sementara ayah Jokowi, almarhum Notomiharjo juga menjalani masa muda dan sekolah di desa itu bersama kakek dan neneknya.

Boyolali tengah ramai dibicarakan, termasuk di media sosial. Topik ini berawal dari pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa hari lalu.

Saat itu, Prabowo menyatakan Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah. Ia kemudian menyebutkan beberapa hotel, salah satunya Ritz Carlton.

Jokowi mengungkapkan, selama ini dirinya banyak ditimpa isu miring, termasuk soal asal usul keluarganya.

“Selama ini, selama 4 tahun saya diam. Tapi kini saya harus jawab. Saya harus ngomong. Bapak, ibu saya itu orang desa di Boyolali,” kata Jokowi.

Menurutnya, isu soal silsilah keluarga itu berdampak pada anaknya. Namun, anaknya yang bungsu Kaesang Pangarep, yang juga menempuh pendidikan di Singapura menjawab tudingan itu dengan cara sindiran yang kreatif

“Anak saya itu langsung buat kaus tulisan ‘cucunya Oey Hoi Liong’. Pakai topi juga sama,” katanya disambut tawa hadirin.

Ke depan, Jokowi berharap tidak ada lagi fitnah, apalagi selama proses Pesta Demokrasi. Dia ingin politik yang dilakukan di Indonesia berasas pada etika dan tata krama yang baik.

“Yang namanya berpolitik itu harusnya beradat, beretika dan dengan tata krama,” kata Jokowi

Saat blusukan ke Pasar Anyar, Tangerang, Jokowi juga mengungkapkan silsilah keluarganya. Saat itu ada pedagang yang ‘nyeletuk’ kampung halamannya di Boyolali.

“Saya orang Boyolali loh Pak Jokowi,” kata sang penjual ikan kepada Jokowi.

Mendengar ucapan itu, Jokowi langsung tersenyum.

“Oh, Boyolali…” kata Jokowi.

Si pedagang itu menegaskan bahwa dia berasal dari Sambi, sebuah kecamatan di Boyolali. Menanggapi hal tersebut, Jokowi juga mengatakan dirinya mengalir darah Boyolali.

“Kalau saya di Ngemplak,” ucap Jokowi

Pernyataan Prabowo tentang Boyolali itu berujung polemik. Banyak pihak tidak terima orang Boyolali diidentikkan dengan orang susah. Media sosial pun menggaungkan #SaveMukaBoyolali di linimasa Twitter.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 19 November 2018 - 21:25 WIB

‘Ngoce’ Ala Gema Paluta, Mahasiswa Ambil Peran Berantas Korupsi

Mahasiswa sebagai generasi muda harus aktif dalam pemberantasan korupsi yang kini menggurita di berbagai lapisan masyarakat.Perhatian mahasiswa dalam pemberantasan korupsi ...
Kepulauan Riau - Senin, 19 November 2018 - 16:33 WIB

Dukun mesum yang jual istri, anak, dan adik ipar, akhirnya ditangkap

PELAKU praktik pencabulan berkedok perdukunan di Batuaji diringkus Polresta Barelang. Pelaku berinisial MAZ menjalani pemeriksaan sejak 3 hari di ruang ...
Kepulauan Riau - Minggu, 18 November 2018 - 16:43 WIB

Dukun mesum di Batam korbankan anak, istri dan adik ipar jadi budak nafsu pasiennya

SEORANG warga Batu Aji, Batam, yang mengaku dukun, berinisial MAZ (45), tega menjual keluarga sendiri kepada temannya. MAZ. Tanpa pikir ...
Kepulauan Riau - Jumat, 16 November 2018 - 15:06 WIB

Orang tua bidan yang disuntik 56 kali heran pelaku tidak ditahan

ORANGTUA bidan Wati, yang disuntik dokter Yusrizal sebanyak 56 kali di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengaku heran pelaku tidak ditahan ...
Bangka Belitung - Jumat, 16 November 2018 - 12:32 WIB

Akibat biaya, 1200 warga Pangkalpinang tidak miliki surat nikah

WALI Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengundang seluruh warga yang belum memiliki surat nikah untuk mengikuti nikah massal pada 22 Desember ...
Sumatera Utara - Kamis, 15 November 2018 - 19:54 WIB

Ini Usaha BI Tingkatkan Kapasitas Ekonomi Daerah di Sumut

Perkembangan ekonomi daerah memiliki pengaruh yang signifikan untuk kemajuan ekonomi secara nasional. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Sumut berfokus dalam ...