Rabu, 21 November 2018 | 17.21 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Selatan>Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri

Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri

Reporter : Redaksi | Jumat, 2 November 2018 - 18:10 WIB

IMG-7896

Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri.

gas amonia, pt pusri, warga terpapar, kini.co.id – MENYEDIHKAN, ratusan warga Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang terpapar gas amonia yang berasal dari pabrik PT Pupuk Sriwijaya. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami muntah dan pusing setelah terpapar amonia.

Peristiwa bermula Kamis (1/11) malam. Warga saat beraktivitas di rumahnya masing-masing tiba-tiba mencium bau menyengat yang sangat menusuk hidung. Warga pun berduyun-duyun keluar dari rumah untuk memastikan sumber bau.

Tak lama kemudian, beberapa warga mengalami pusing dan muntah. Kejadian tersebut juga turut dialami beberapa anak kecil. Warga pun segera melarikan kerabat yang mengalami muntah dan pusing ke rumah sakit untuk diberi pertolongan medis.

Manager Humas PT Pusri Hernawan mengatakan, bau amonia tersebut memang berasal dari salah satu pabrik PT Pusri yang letaknya berdekatan dengan pemukiman warga.

Sebelum bau amonia tercium warga, mesin di pabrik tersebut mengalami mati mendadak. Mesin yang mati mendadak tersebut menyebabkan bau amonia menguar terbawa angin hingga ke permukiman warga.

“Semalam itu memang terjadi unschedule shutdown selama 15 menit. Sebenarnya kita itu start up normal. Itu kenapa baunya ke sini sebenarnya arah angin kebetulan deket ke sini. Kalau arah anginnya ke selatan, anginnya ke laut orang banyak tidak tercium. Ini kepemukiman,” ujar Hernawan.

Hernawan menjelaskan, dalam sehari mesin di dalam pabrik selalu hidup 24 jam. Aktivitas mematikan mesin pun ada dua macam, yakni yang terjadwal dan tidak terjadwal. Matinya mesin menyebabkan bau amonia tidak terkontrol dan menguar ke udara.

“Ini semacam yang tidak terjadwal. Jadi kita mengatasinya tetap mengikuti start up normal. seandainya shutdownnya belum terlalu lama temperatur masih bisa dijaga. kita startnya dari tengah tidak dari nol sampai loop finish,” ungkapnya.

Dirinya pun menegaskan kejadian terpaparnya warga karena amonia bukan hal yang rutin dan hanya insidentil saja. Pihak PT Pusri memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak dengan menggratiskan biaya pengobatan kepada puluhan warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit semalam.

“Yang ke rumah sakit itu ada 27 warga. Sekarang kita buka posko kesehatan gratis untuk warga lain yang merasa terdampak. Kami berikan masker dan pengecekan medis. Dari Jumat ini sampai Minggu nanti posko bakal didirikan,” ujar dia.

Pada Jumat (2/11), terhitung sebanyak 180 warga memeriksakan dirinya ke posko kesehatan yang didirikan PT Pusri.

Hernawan mengatakan permukiman yang terpapar bau amonia merupakan kawasan ring 1 PT Pusri yang jaraknya sangat dekat dengan pabrik. Bau menyengat amonia menjadi bau yang sehar-hari dihirup warga di kawasan tersebut, meski tidak terlalu menyengat seperti malam tadi.

“Namanya di luar kuasa itu gimana ya. Namanya juga pabrik kimia pasti bau kimia. Lagian masyarakat sudah terlalu dekat dengan ring satu pabrik. Kalau kejadian seperti ini terjadi lagi, langsung saja ke RS Pusri itu gratis,” jelasnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 19 November 2018 - 21:25 WIB

‘Ngoce’ Ala Gema Paluta, Mahasiswa Ambil Peran Berantas Korupsi

Mahasiswa sebagai generasi muda harus aktif dalam pemberantasan korupsi yang kini menggurita di berbagai lapisan masyarakat.Perhatian mahasiswa dalam pemberantasan korupsi ...
Kepulauan Riau - Senin, 19 November 2018 - 16:33 WIB

Dukun mesum yang jual istri, anak, dan adik ipar, akhirnya ditangkap

PELAKU praktik pencabulan berkedok perdukunan di Batuaji diringkus Polresta Barelang. Pelaku berinisial MAZ menjalani pemeriksaan sejak 3 hari di ruang ...
Kepulauan Riau - Minggu, 18 November 2018 - 16:43 WIB

Dukun mesum di Batam korbankan anak, istri dan adik ipar jadi budak nafsu pasiennya

SEORANG warga Batu Aji, Batam, yang mengaku dukun, berinisial MAZ (45), tega menjual keluarga sendiri kepada temannya. MAZ. Tanpa pikir ...
Kepulauan Riau - Jumat, 16 November 2018 - 15:06 WIB

Orang tua bidan yang disuntik 56 kali heran pelaku tidak ditahan

ORANGTUA bidan Wati, yang disuntik dokter Yusrizal sebanyak 56 kali di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengaku heran pelaku tidak ditahan ...
Bangka Belitung - Jumat, 16 November 2018 - 12:32 WIB

Akibat biaya, 1200 warga Pangkalpinang tidak miliki surat nikah

WALI Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengundang seluruh warga yang belum memiliki surat nikah untuk mengikuti nikah massal pada 22 Desember ...
Sumatera Utara - Kamis, 15 November 2018 - 19:54 WIB

Ini Usaha BI Tingkatkan Kapasitas Ekonomi Daerah di Sumut

Perkembangan ekonomi daerah memiliki pengaruh yang signifikan untuk kemajuan ekonomi secara nasional. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Sumut berfokus dalam ...