Minggu, 20 Januari 2019 | 00.00 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Selatan>Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri

Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri

Reporter : Redaksi | Jumat, 2 November 2018 - 18:10 WIB

IMG-7896

Ratusan warga Palembang terpapar gas Amonia PT Pusri.

gas amonia, pt pusri, warga terpapar, kini.co.id – MENYEDIHKAN, ratusan warga Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang terpapar gas amonia yang berasal dari pabrik PT Pupuk Sriwijaya. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami muntah dan pusing setelah terpapar amonia.

Peristiwa bermula Kamis (1/11) malam. Warga saat beraktivitas di rumahnya masing-masing tiba-tiba mencium bau menyengat yang sangat menusuk hidung. Warga pun berduyun-duyun keluar dari rumah untuk memastikan sumber bau.

Tak lama kemudian, beberapa warga mengalami pusing dan muntah. Kejadian tersebut juga turut dialami beberapa anak kecil. Warga pun segera melarikan kerabat yang mengalami muntah dan pusing ke rumah sakit untuk diberi pertolongan medis.

Manager Humas PT Pusri Hernawan mengatakan, bau amonia tersebut memang berasal dari salah satu pabrik PT Pusri yang letaknya berdekatan dengan pemukiman warga.

Sebelum bau amonia tercium warga, mesin di pabrik tersebut mengalami mati mendadak. Mesin yang mati mendadak tersebut menyebabkan bau amonia menguar terbawa angin hingga ke permukiman warga.

“Semalam itu memang terjadi unschedule shutdown selama 15 menit. Sebenarnya kita itu start up normal. Itu kenapa baunya ke sini sebenarnya arah angin kebetulan deket ke sini. Kalau arah anginnya ke selatan, anginnya ke laut orang banyak tidak tercium. Ini kepemukiman,” ujar Hernawan.

Hernawan menjelaskan, dalam sehari mesin di dalam pabrik selalu hidup 24 jam. Aktivitas mematikan mesin pun ada dua macam, yakni yang terjadwal dan tidak terjadwal. Matinya mesin menyebabkan bau amonia tidak terkontrol dan menguar ke udara.

“Ini semacam yang tidak terjadwal. Jadi kita mengatasinya tetap mengikuti start up normal. seandainya shutdownnya belum terlalu lama temperatur masih bisa dijaga. kita startnya dari tengah tidak dari nol sampai loop finish,” ungkapnya.

Dirinya pun menegaskan kejadian terpaparnya warga karena amonia bukan hal yang rutin dan hanya insidentil saja. Pihak PT Pusri memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak dengan menggratiskan biaya pengobatan kepada puluhan warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit semalam.

“Yang ke rumah sakit itu ada 27 warga. Sekarang kita buka posko kesehatan gratis untuk warga lain yang merasa terdampak. Kami berikan masker dan pengecekan medis. Dari Jumat ini sampai Minggu nanti posko bakal didirikan,” ujar dia.

Pada Jumat (2/11), terhitung sebanyak 180 warga memeriksakan dirinya ke posko kesehatan yang didirikan PT Pusri.

Hernawan mengatakan permukiman yang terpapar bau amonia merupakan kawasan ring 1 PT Pusri yang jaraknya sangat dekat dengan pabrik. Bau menyengat amonia menjadi bau yang sehar-hari dihirup warga di kawasan tersebut, meski tidak terlalu menyengat seperti malam tadi.

“Namanya di luar kuasa itu gimana ya. Namanya juga pabrik kimia pasti bau kimia. Lagian masyarakat sudah terlalu dekat dengan ring satu pabrik. Kalau kejadian seperti ini terjadi lagi, langsung saja ke RS Pusri itu gratis,” jelasnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...
Kepulauan Riau - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:20 WIB

Astaga, Sekda Batam galang dana untuk bantu koruptor

SEKRETARIAT Daerah (Setda) Kota Batam mengeluarkan surat edaran permohonan bantuan terhadap salah seorang mantan Pegawai Negara Sipil (PNS) terpidana korupsi, ...
Kepulauan Riau - Senin, 14 Januari 2019 - 14:17 WIB

TNI AU paksa turun pesawat Ethiopia di Batam

TNI Angkatan Udara memaksa turun pesawat asal Ethiopia. Armada komersial negara di Afrika itu dipaksa mendarat di Batam, Kepri, oleh ...