Minggu, 20 Januari 2019 | 00.05 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Reporter : Nur Fatimah | Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

IMG-7844

Salahsatu santri di Ponpes Syech Ahmad Daud Nabundong Baru di Desa Gunung Tua Julu Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara Sumatera Utara. (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id
Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.

Bagaimana tidak, meski belajar layaknya sekolah biasa, pesantren ternyata punya banyak kelebihan terutama di bidang keagamaan.

Banyak hal-hal seru ketika mondok yang tidak akan dirasakan oleh anak-anak yang bersekolah di sekolah umum.

Salahsatu alumni pondok pesantren Syekh Ahmad Daud (PPSDA) Nabundong Baru di Desa Gunung Tua Julu Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara Sumatera Utara, Julfian Harahap mengatakan sangat merindukan saat-saat dimana dirinya menjadi santri.

Ia mengatakan selain mempelajari pelajaran biasa, ponpes juga mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti dari Ilmuh Nahwu, Shorof, Tafsir, Ilmu Kalam, Ilmu Mantiq, Ilmu Bayan dan lainnya.

Serunya, pesantren tempat ia mondok berada di kaki bukit dan di Pinggiran Hutan Nabundong, sehingga jauh dari keramaian. Mereka hanya diperbolehkan libur dan keluar pesantren pada hari Rabu, bertepatan dengan hari pekan, yakni hari dimana pedagang pasar ramai berjualan.

“Kami libur hari Rabu dan diizinkan berbelanja di pasar mayanggor di situlah santri belanja untuk keperluan Bahan makanan selama seminggu,” ungkap Alumni FEB USU ini.

Melirik Santriwati

Ia pun menceritakan bagaimana mereka para santri memang tinggal di pondok-pondok kecil selama nyantri. Disitulah mereka tidur, belajar, masak dan makan secara mandiri.

Benar-benar mandiri yakni harus masak sendiri, mencuci dan mengurus diri secara mandiri.

“Wajib bangun sebelum jam 4 pagi, sementara kami juga mujakaro tiap malam,” katanya.

Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi Julfian ketika dapat melirik santriwati di hari libur dan jam kebersihan.

Hal itu karena tempat santri dan santriwati terpisah tentunya.

“Hal lain yang dirindukan adalah menangkap ikan beramai-ramai namanya makkahap di aek Nabundong dan Maniruk. Serta masak mie instan bersama-sama. Jangan salah, mie instan pada waktu itu adalah makanan luar biasa yang jarang kami dapat,” katanya.

Terbiasa Mandiri

Lain lagi cerita alumni Pondok Pesantren Modern Baharuddin Padangsidimpuan Sumut, Balyan Oslerking Siregar.

Karena tinggal di ponpes modern, ia pun tak merasakan bagaimana masak sendiri. Pihak pesantren sudah menyediakan makanan.

Begitupun untuk urusan mencuci baju, para santri harus melakukannya sendiri.

“Dulu tidak ada laundry jadi terbiasa nyuci baju sendiri dan kebawa sampai kuliah bahkan bekerja. Mandirinya sudah dari dulu,” kata alumni UIN SU ini.

Soal pelajaran, sama seperti Ponpes PSDA mereka juga mempelajari ilmu agama, kegiatan pengembangan diri, olahraga dan lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...
Kepulauan Riau - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:20 WIB

Astaga, Sekda Batam galang dana untuk bantu koruptor

SEKRETARIAT Daerah (Setda) Kota Batam mengeluarkan surat edaran permohonan bantuan terhadap salah seorang mantan Pegawai Negara Sipil (PNS) terpidana korupsi, ...
Kepulauan Riau - Senin, 14 Januari 2019 - 14:17 WIB

TNI AU paksa turun pesawat Ethiopia di Batam

TNI Angkatan Udara memaksa turun pesawat asal Ethiopia. Armada komersial negara di Afrika itu dipaksa mendarat di Batam, Kepri, oleh ...