Jumat, 19 April 2019 | 23.57 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

IMG-7822

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat melakukan sidak bahan pangan di pasar-pasar Kota Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.

Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan dan mendekati 50 ribu per kilogram. Harga tersebut diperoleh di sejumlah pasar tradisional Medan seperti Pasar Melati dan Pasar Simalingkar.

Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan di tingkat pedagang pengecer harga cabai merah sudah barang pasti di atas Rp 50 ribu. Karena di tingkat pedagang di pasar tradisional, harga cabai sudah menyentuh Rp 47 ribu per Kg sejauh ini.

“Kenaikan harga cabai dan bawang sejauh ini akan memberikan kontribusi besar terhadap laju tekanan inflasi diwilayah Sumut,” katanya, Selasa (16/10/2018).

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan. Namun, kata Gunawan, bawang merah masih tergolong normal meskipun ada kenaikan.

Ia menyebut harga bawang merah setelah sempat dijual dikisaran Rp15 ribu per Kg, saat ini harganya mulai naik di level Rp20 ribu per Kg.

Sementara itu, harga bawang putih yang juga sebelumnya sempat turun dikisaran 17 ribu per Kg. Saat ini dijual dikisaran harga 24 ribu per Kg.

“Meskipun naik, harga bawang ini terbilang masih lebih murah dibandingkan dengan harga normalnya,” katanya.

Ia menyebut volatilitas pada harga bawang yang sempat turun kemarin lebih dikarenakan sisi persediaan yang melimpah di tanah air.

“Jika mengacu kepada cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini masih menjadi faktor kuat mahalnya harga cabai. Tidak ada pengaruh yang signifikan atau serius terkait dengan pelemahan rupiah atau kenaikan harga BBM non subsidi terhadap harga pangan,” ujarnya.

Perubahan harga yang terjadi masih bersifat alamiah serta masih mengacu kepada demand and supply biasa, meskipun dipengaruhi oleh cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...