Rabu, 21 November 2018 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

IMG-7822

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat melakukan sidak bahan pangan di pasar-pasar Kota Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.

Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan dan mendekati 50 ribu per kilogram. Harga tersebut diperoleh di sejumlah pasar tradisional Medan seperti Pasar Melati dan Pasar Simalingkar.

Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan di tingkat pedagang pengecer harga cabai merah sudah barang pasti di atas Rp 50 ribu. Karena di tingkat pedagang di pasar tradisional, harga cabai sudah menyentuh Rp 47 ribu per Kg sejauh ini.

“Kenaikan harga cabai dan bawang sejauh ini akan memberikan kontribusi besar terhadap laju tekanan inflasi diwilayah Sumut,” katanya, Selasa (16/10/2018).

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan. Namun, kata Gunawan, bawang merah masih tergolong normal meskipun ada kenaikan.

Ia menyebut harga bawang merah setelah sempat dijual dikisaran Rp15 ribu per Kg, saat ini harganya mulai naik di level Rp20 ribu per Kg.

Sementara itu, harga bawang putih yang juga sebelumnya sempat turun dikisaran 17 ribu per Kg. Saat ini dijual dikisaran harga 24 ribu per Kg.

“Meskipun naik, harga bawang ini terbilang masih lebih murah dibandingkan dengan harga normalnya,” katanya.

Ia menyebut volatilitas pada harga bawang yang sempat turun kemarin lebih dikarenakan sisi persediaan yang melimpah di tanah air.

“Jika mengacu kepada cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini masih menjadi faktor kuat mahalnya harga cabai. Tidak ada pengaruh yang signifikan atau serius terkait dengan pelemahan rupiah atau kenaikan harga BBM non subsidi terhadap harga pangan,” ujarnya.

Perubahan harga yang terjadi masih bersifat alamiah serta masih mengacu kepada demand and supply biasa, meskipun dipengaruhi oleh cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 19 November 2018 - 21:25 WIB

‘Ngoce’ Ala Gema Paluta, Mahasiswa Ambil Peran Berantas Korupsi

Mahasiswa sebagai generasi muda harus aktif dalam pemberantasan korupsi yang kini menggurita di berbagai lapisan masyarakat.Perhatian mahasiswa dalam pemberantasan korupsi ...
Kepulauan Riau - Senin, 19 November 2018 - 16:33 WIB

Dukun mesum yang jual istri, anak, dan adik ipar, akhirnya ditangkap

PELAKU praktik pencabulan berkedok perdukunan di Batuaji diringkus Polresta Barelang. Pelaku berinisial MAZ menjalani pemeriksaan sejak 3 hari di ruang ...
Kepulauan Riau - Minggu, 18 November 2018 - 16:43 WIB

Dukun mesum di Batam korbankan anak, istri dan adik ipar jadi budak nafsu pasiennya

SEORANG warga Batu Aji, Batam, yang mengaku dukun, berinisial MAZ (45), tega menjual keluarga sendiri kepada temannya. MAZ. Tanpa pikir ...
Kepulauan Riau - Jumat, 16 November 2018 - 15:06 WIB

Orang tua bidan yang disuntik 56 kali heran pelaku tidak ditahan

ORANGTUA bidan Wati, yang disuntik dokter Yusrizal sebanyak 56 kali di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengaku heran pelaku tidak ditahan ...
Bangka Belitung - Jumat, 16 November 2018 - 12:32 WIB

Akibat biaya, 1200 warga Pangkalpinang tidak miliki surat nikah

WALI Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengundang seluruh warga yang belum memiliki surat nikah untuk mengikuti nikah massal pada 22 Desember ...
Sumatera Utara - Kamis, 15 November 2018 - 19:54 WIB

Ini Usaha BI Tingkatkan Kapasitas Ekonomi Daerah di Sumut

Perkembangan ekonomi daerah memiliki pengaruh yang signifikan untuk kemajuan ekonomi secara nasional. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Sumut berfokus dalam ...