Minggu, 20 Januari 2019 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

IMG-7822

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saat melakukan sidak bahan pangan di pasar-pasar Kota Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.

Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan dan mendekati 50 ribu per kilogram. Harga tersebut diperoleh di sejumlah pasar tradisional Medan seperti Pasar Melati dan Pasar Simalingkar.

Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan di tingkat pedagang pengecer harga cabai merah sudah barang pasti di atas Rp 50 ribu. Karena di tingkat pedagang di pasar tradisional, harga cabai sudah menyentuh Rp 47 ribu per Kg sejauh ini.

“Kenaikan harga cabai dan bawang sejauh ini akan memberikan kontribusi besar terhadap laju tekanan inflasi diwilayah Sumut,” katanya, Selasa (16/10/2018).

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan. Namun, kata Gunawan, bawang merah masih tergolong normal meskipun ada kenaikan.

Ia menyebut harga bawang merah setelah sempat dijual dikisaran Rp15 ribu per Kg, saat ini harganya mulai naik di level Rp20 ribu per Kg.

Sementara itu, harga bawang putih yang juga sebelumnya sempat turun dikisaran 17 ribu per Kg. Saat ini dijual dikisaran harga 24 ribu per Kg.

“Meskipun naik, harga bawang ini terbilang masih lebih murah dibandingkan dengan harga normalnya,” katanya.

Ia menyebut volatilitas pada harga bawang yang sempat turun kemarin lebih dikarenakan sisi persediaan yang melimpah di tanah air.

“Jika mengacu kepada cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini masih menjadi faktor kuat mahalnya harga cabai. Tidak ada pengaruh yang signifikan atau serius terkait dengan pelemahan rupiah atau kenaikan harga BBM non subsidi terhadap harga pangan,” ujarnya.

Perubahan harga yang terjadi masih bersifat alamiah serta masih mengacu kepada demand and supply biasa, meskipun dipengaruhi oleh cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...
Kepulauan Riau - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:20 WIB

Astaga, Sekda Batam galang dana untuk bantu koruptor

SEKRETARIAT Daerah (Setda) Kota Batam mengeluarkan surat edaran permohonan bantuan terhadap salah seorang mantan Pegawai Negara Sipil (PNS) terpidana korupsi, ...
Kepulauan Riau - Senin, 14 Januari 2019 - 14:17 WIB

TNI AU paksa turun pesawat Ethiopia di Batam

TNI Angkatan Udara memaksa turun pesawat asal Ethiopia. Armada komersial negara di Afrika itu dipaksa mendarat di Batam, Kepri, oleh ...