Senin, 10 Desember 2018 | 23.07 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Timur>Modus Jual Beli Bayi di Instagram Berkedok Lembaga Konsultasi

Modus Jual Beli Bayi di Instagram Berkedok Lembaga Konsultasi

Reporter : Jamal | Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:17 WIB

IMG-7796

Surabaya, kini.co.id – Maraknya seks bebas dan kehamilan di luar nikah rupanya menjadi ladang emas bagi sekelompok orang. Bermodus membantu, mereka berhasil menjadi sindikat jual-beli bayi.

Hal ini terungkap setelah dibongkar Jatrantas Polrestabes Surabaya.

Dari penangkapan yang dilakukan ada 4 orang tersangka Larisa atau Ica (22), seorang ibu yang menjual bayinya; Alton Phinandita Prianto (29), pemilik akun Instagram yang digunakan untuk melakukan lobi praktik jual beli bayi; serta dua orang lainnya yang berkomplot dengan Anton, yaitu Ni Ketut Sukawati dan Ni Nyoman Sirait.

Selama melakukan aksinya, mereka membuat akun instgram konsultasi adopter yang bernama @konsultasihatiprivat.

Dilihat dari akun tersebut, mereka menawarkan untuk membantu ibu yang bermasalah apakah hamil di luar nikah atau ibu yang merasa tak sanggup membiayai anaknya.

Dalam salahsatu postingannya, sang admin memajang foto bayi laki-laki yang baru dilahirkan yang berdomisili di Purwokerto Jawa Tengah dan menawarkan ke publik untuk mengadopsinya melalui admin.

Sekilas memang tak tampak mencurigakan, malah terkesan membantu. Namun fakta yang diperoleh dari kepolisian berbeda.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, tersangka Alton warga Jalan Sawunggaling Jemundo, Sidoarjo, pura-pura melayani banyak ibu yang ingin mengadopsi anaknya. Setelah negosiasi via message, komunikasi dilanjutkan menggunakan Whatsapps.

Dibantu Ni Ketut warga Lambing Badung, Bali, yang pura-pura bertugas sebagai perantara, dan Nyoman warga Jalan BR Sangging, Badung, Bali, yang berperan sebagai orang yang ingin mengadopsi bayi, ketiga orang ini sempurna melakukan tindak kejahatan jual beli bayi, yang kebanyakan para korbannya adalah ibu yang bermasalah.

Dalam praktik konsultasinya, Anton kerap bermodus membantu para ibu yang mempunyai bayi hasil hubungan gelap. Dia juga kerap mengaku sebagai lembaga sosial yang ingin memfasilitasi para ibu yang ingin mengadopsi anaknya karena tidak sanggup membiayai hidup atau persalinannya.

Faktanya, Alton menghubungkan si ibu “bermasalah” ini dengan kawannya yang berpura-pura sebagai adopter.

Selain itu Sudamiran mengatakan akun ini menyalahkan aturan karena tidak berbadan hukum. Sebagaimana yang diketahui adopsi diizinkan tapi sesuai aturan hukum yang berlaku.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...