Sabtu, 24 Februari 2018 | 13.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Sadis! Seorang Ibu di Bekasi Aniaya Anak 14 Bulan Hingga Tewas

Sadis! Seorang Ibu di Bekasi Aniaya Anak 14 Bulan Hingga Tewas

Reporter : Ardiansyah | Senin, 5 Februari 2018 - 19:21 WIB

IMG-8663

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menggelar perkara penganiayaan anak oleh ibu kandung, Senin (5/2).

Bekasi, kini.co.id – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota meringkus seorang ibu, Siti Khanifah (27) yang tega menganiaya anak kandungnya, Winda Wulansari, berusia 14 bulan hingga tewas di Jalan Plebisit RT 01/04 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (4/2) kemarin.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto, menjelaskan, kasus ini terkuak ketika warga mencurigai kematian yang tidak wajar. Soalnya, ketika jenazah korban dimandikan, sekujur tubuh bayi itu terdapat luka memar dan lebam.

“Warga sempat menanyakan kepada keluarga, tetapi tidak dijawab, dengan alasan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” kata Indarto, Senin (5/2).

Selanjutnya, salah satu kader Posyandu, Susi Librianthy (48), keukeuh mendesak keluarga korban agar menjelaskan peristiwa yang sebenarnya. Ia mengancam tidak akan menguburkan jenazah Winda Wulansari.

“Jenazah yang sudah dimandikan dan di kafankan lantas tidak dikuburkan, Susi langsung melaporkna kejadian itu kepada petugas kami yang sedag piket. Susi melapor ada kematian bayi yang tidak wajar, petugas kami langsung mengolah TKP dan membawa ibu kandung korban ke kantor,” jelasnya.

Peristiwa penganiayaan itu semakin terkuak setelah penyidik berhasil menginterogasi ibu kandung korban. Rupanya, kepada penyidik, pelaku Siti mengaku baru tinggal di Kota Bekasi selama 3 hari.

Kepada penyidik Siti mengatakan sebelumnya tinggal di Pemalang, Jawa Tengah. Korban pun sebelumnya diasuh oleh mertuanya. Namun, semenjak mertua Siti meninggal, pada bulan November 2017. Winda kembali diasuh oleh Siti.

“Semenjak mertuanya meninggal itu Siti menganiaya anaknya. Ia beralasan kesal terhadap sang suami karena tidak pernah diberikan nafkah, suaminya kerja di Pademangan, Jakarta Barat,” ujar Indarto.

Penganiayaan yang terus berangsur itu sampai telinga sang suami, Angga Irawan (24). Suami pelaku kemudian pulang dan membawa anak istrinya ke Jakarta, belum lama ini.

Namun, sebentar disanah, mereka pindah ke kontarakan di wilayah Plebisit RT 01/04 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Jumat (2/2).

“Saat itu kondisi korban sudah ada banyak luka memar dan lebam, di bagian mulut, wajah, tangan, punggung dan kedua kakinya,” kata Indarto.

Selanjutnya, pada Sabtu (3/2) pagi. Korban muntah-muntah diduga akibat masuk angin atau kelelahan. Pelaku lantas hendak memberikan korban obat sirup, tetapi korban menolak.

“Pelaku langsung memaksa mengerik korban menggunakan uang koin, kepala korban diadu pada dinding rumah, pelaku mengerik korban pada bagian punggung, dada, lengan kanan dan kiri serta perut,” jelasnya.

Upaya pelaku mengobati sang anak tidak ada perubahan. Kemudian ia membawa korban ke salah satu Bidan di daerah gang Kaum, Bekasi Timur. Selanjutnya, pelaku juga membawa korban ke tukung urut di daerah Kampung Mede.

“Sekitar pukul 16.00 WIB korban minta naik kereta odong-odong ditemani oleh ibu korban. Korban terjatuh dari kereta odong-odong karena korban loncat dari atas kereta odong-odong ketika kereta belum berhenti. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan benjol dibagian dahi dan bibir bagian dalam berdarah,” papar dia.

Setelah itu, menjelang magrib, korban mengalami step yang mengakibatkan kejang-kejang. Pelaku memberikan korban obat dari bidan hingga keadaan korban kembali normal. Sekitar pukul 20.00 WIB ayah korban pulang dan menggendong korban.

“Namun, pada pukul 20.30 WIB korban kembali kejang-kejang akibat panas tinggi dan bola mata sudah melihat keatas. Pukul 21.00 wib korban dibawa ke RS. Mekar Sari langsung mendapatkan penangan dari dokter jaga di UGD. Korban langsung dipakaikan infus. Pukul 23.00 WIB karena kondisi korban semakin memburuk dipindahkan ke ruang ICU,” terang Indarto.

Pada hari Minggu, (4/2) kemarin pagi. Pelaku dipanggil oleh dokter dimana dijelaskan bahwa keadaan anaknya semakin memburuk. Pukul 06.00 WIB, dokter sudah menyatakan bahwa korban meninggal dunia.

“Pelaku kita kenakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun pejara,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...
Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas
Sumatera Utara - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:15 WIB

Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengukuhkan Effendy Pohan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati ...
Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:08 WIB

Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengklarifikasi perihal penangkapan pria atas nama Arya (36) yang mengaku sebagai petugasnya di lingkungan Pemerintah Kota ...
Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 20:38 WIB

Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya

Oknum Dinas Perhubungan Kota Bekasi atas nama Arya (36) melakukan penipuan terhadap warga sipil di Jalan Wibawamukti II RT 02/03, ...