Sabtu, 24 Februari 2018 | 12.58 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Riskesdas 2018 Harus Dipersiapkan Secara Matang

Riskesdas 2018 Harus Dipersiapkan Secara Matang

Reporter : Ardiansyah | Senin, 29 Januari 2018 - 21:07 WIB

IMG-8514

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, pada Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tingkat pusat dalam rangka persiapan pelaksanaan Riskesdas 2018 di Hotel Santika, Kecamatan Medan Satria, Senin (29/1/2018).

Bekasi, kini.co.id – Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah salah satu riset skala nasional yang berbasis komunitas dan telah dilaksanakan secara berkala oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, yaitu di tahun 2007, 2010 dan 2013.

Hasil Riskesdas telah banyak dimanfaatkan baik itu untuk tujuan perencanaan, maupun pemantauan dan evaluasi program pembangunan kesehatan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, mengingatkan bahwa banyaknya informasi yang akan dihasilkan dari Riskesdas 2018, maka menjelang pelaksanaannya, perlu persiapan yang sangat matang.

“Mengumpulkan data bukan pekerjaan yang mudah. Padahal, data hasil Riskesdas yang terintegrasi Susenas ini sangat penting, karena bisa melihat adanya disparitas,” katanya pada Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tingkat pusat dalam rangka persiapan pelaksanaan Riskesdas 2018 di Hotel Santika, Kecamatan Medan Satria, Senin (29/1/2018).

Seperti diketahui, tahun 2018 merupakan tahun-tahun akhir dari pelaksanaan Kabinet Kerja, selain itu juga merupakan tahun-tahun awal pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Maka pelaksanaan Riskesdas 2018 menjadi momentum yang tepat untuk memotret kondisi pembangunan kesehatan Indonesia.

Nila berharap, agar keluaran awal dari Riskesdas 2018 akan mampu menilai tren perubahan derajat kesehatan masyarakat, penilaian perubahan capaian indikator derajat kesehatan, penilaian perubahan besaran faktor risiko terhadap derajat kesehatan dan penilaian perubahan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

Ia juga berpesan bahwa peran dari Kepala Daerah, para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinkes Kab/Kota sangat penting dan menentukan keberhasilan Riskesdas 2018.

Nila meminta daerah untuk mengawal pelaksanaan riset ini dengan menjaga kualitas data di lapangan, mulai dari perekrutan tenaga lapangan hingga penggerakan masyarakat, terutama di wilayah yang telah ditetapkan menjadi sampel.

Mengenai Riskesdas 2018, Kementerian Kesehatan RI melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, kembali mengadakan Riskesdas, yakni survey lima tahunan yang hasilnya dapat digunakan menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

“Tujuan dilaksanakannya Riskesdas 2018, untuk menilai status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya. Menilai perubahan indikator status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya, serta menilai perubahan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) hasil pembangunan kesehatan di Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ia menyampaikan, Riskesdas 2018 rencananya akan dilakukan pada bulan April-Mei 2018. Desain penelitian yang digunakan potong lintang dengan kerangka sampel blok sensus dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Populasi adalah rumah tangga di Indonesia di seluruh provinsi dan kabupaten/kota (34 Provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota). Adapun jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 300.000 rumah tangga yang diperoleh dari 30.000 blok survei dimana masing-masing blok survei terdiri dari 10 rumah tangga.

“Merupakan sebuah kemajuan, karena pada tahun ini pelaksanaan Riskesdas Kemenkes terintegrasi Susenas BPS,” tuturnya.

Adapun kata dia, metode pengumpulan data Riskesdas 2018 dilakukan melalui metode wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan.

Contohnya yakni, wawancara indikator kesehatan masyarakat kepada semua angggota keluarga yang terpilih, pemeriksaan biomedis dan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

“Indikator Riskesdas berbasis komunitas dengan unit analisis Rumah Tangga atau anggota Rumah Tangga. Indikator Riskesdas 2018 merupakan indikator prioritas SPM, RPJMN, Renstra, IPKM, PIS-PK, Germas dan program,” jelasnya.

Indikator Riskesdas 2018, lanjut Nila, mencakup pelayanan kesehatan meliputi akses pelayanan kesehatan, JKN, pengobatan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan tradisional.

“Perilaku Kesehatan meliputi merokok, aktivitas fisik, minuman beralkohol, konsumsi makanan, pencegahan penyakit tular nyamuk, penggunaan helm,” ujarnya.

Sementara lingkungan meliputi penyedian dan penggunaan air, penggunaan jamban, pembuangan sampah, pembuangan limbah, rumah sehat, penggunaan bahan bakar.

“Biomedis meliputi pemeriksaan malaria, HB, glukosa darah, kolesterol, trigleliserida, antibody (PD3I). Status kesehatan meliputi penyakit menular, penyakit tidak menular, gangguan jiwa-defresi-emosi, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu-bayi-balita dan anak remaja, status gizi, cedera dan disabilitas,” tandansya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI, Siswanto, dan Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik, M. Sairi Hasbullah.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...
Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas
Sumatera Utara - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:15 WIB

Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengukuhkan Effendy Pohan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati ...
Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:08 WIB

Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengklarifikasi perihal penangkapan pria atas nama Arya (36) yang mengaku sebagai petugasnya di lingkungan Pemerintah Kota ...
Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 20:38 WIB

Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya

Oknum Dinas Perhubungan Kota Bekasi atas nama Arya (36) melakukan penipuan terhadap warga sipil di Jalan Wibawamukti II RT 02/03, ...