Sabtu, 24 Februari 2018 | 13.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Usai diperiksa KPK sejumlah mantan DPRD Sumut bungkam

Usai diperiksa KPK sejumlah mantan DPRD Sumut bungkam

Reporter : Fauzan | Senin, 29 Januari 2018 - 14:39 WIB

IMG-8509

Pemeriksaan terhadap 11 mantan anggota DPRD Sumut terkait gratifikasi Gatot, Senin (29/1) di Mako Brimob, Medan. FOTO: Istimewa

Medan, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan kembali terhadap puluhan mantan anggota DPRD Sumatera Utara, Senin (29/1).

Berdasarkan jadwal pemeriksaan hari pertama ini, setidak penyidik KPK memeriksa sebelas orang di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.

Kesebelas mantan anggota DPRD Sumut yang menjalani pemeriksaan hari ini yaitu: Jhon Hugo Silalahi (Demokrat), Syafrida Fitri (Golkar), Richard Edi Lingga (Golkar), Tunggul Siagian (Demokrat), Yusuf Siregar (Demokrat), TM Panggabean (Demokrat), Biller Pasaribu (Golkar), Musdalifah (Demokrat), Elezaro Duha (Hanurai), Syahrial (PAN) dan Feri Suando S Kaban (PBB).

Pemeriksaan ke-11 mantan anggota DPRD Sumut itu berlangsung sekitar empat jam.

Seusai pemeriksaan, sekitar pukul 12.00 Wib, petugas KPK tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

Begitu pun sejumlah mantan anggota Dewan yang telah menjalani pemeriksaan juga memilih menghindar.

“No komen ya maaf,” ucap Syahrial keluar dari Mako Brimob.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pemeriksaan terkait kasus gratifikasi ini.

“Memang ada jadwal permintaan keterangan pada sejumlah anggota DPRD di Sumut. Itu proses pengembangan perkara sebelumnya,” kata Febri.

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari atau merupakan gelombang ketiga untuk kasus yang sama.

Dua gelombang pemeriksaan sebelumnya berlangsung di Medan dan Jakarta pada 2015 dan 2016.

Pada pemeriksaan gelombang pertama, KPK menahan Ketua DPRD Sumut periode tersebut Ajib Shah (Golkar), mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun (Demokrat), mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga (Golkar) dan Sigit Pramono Asri (PKS).

Pada pemeriksaan gelombang kedua pada 2016, KPK menetapkan 7 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dan menahan mereka. Ketujuhnya yakni Muhammad Affan (mantan Wakil Ketua DPRD Sumut, PDI Perjuangan), Bustami (PPP), Zulkifli Husein (PAN), Parluhutan Siregar (PAN), Zulkifli Effendi Siregar (mantan Wakil Ketua DPRD Sumut, Hanura), Budiman Nadapdap (PDI Perjuangan) dan Guntur Manurung (Demokrat).

Total ada 12 mantan anggota DPRD Sumut yang sudah diadili dan dinyatakan bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni 5 anggota dan mantan anggota Dewan yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima gratifikasi dari Gatot. Kelimanya yaitu Ajib Shah, Saleh Bangun, mantan Ketua DPRD Sumut; dan 3 mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, Sigit Pramono, dan Kamaluddin Harahap.

Ajib dan Saleh dijatuhi hukuman masing-masing 4 tahun penjara, Chaidir dan Sigit dikenakan 4 tahun 6 bulan penjara, serta Kamaluddin diganjar 4 tahun 8 bulan penjara.

Kemudian 7 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut juga dinyatakan bersalah. Ketujuhnya yaitu Muhammad Affan, Guntur Manurung, Parluhutan Siregar, Budiman Pardamean Nadapdap, Zulkifli Effendi Siregar, dan Bustami. Seluruhnya ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka. Seluruhnya dijatuhi hukuman masing-masing 4 tahun penjara.

Pada Selasa (30/1) besok, kembali KPK akan melanjutkan pemeriksaannya terhadap 11 mantan anggota DPRD Sumut lainnya yakni Rijal Sirait, Tohonan Silalahi, Abu Bakar Tambak, Taufan Agung, Fahru Roji, Tonies Sianturi, Arlene Manurung, Darmawan Sembiring, Murni Elister, Fadli Nurjal dan Abu Hasan Maturidi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...
Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas
Sumatera Utara - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:15 WIB

Effendy Pohan jadi penjabat sementara Bupati Padang Lawas

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengukuhkan Effendy Pohan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati ...
Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 21:08 WIB

Penipu Warga Sipil Bukan Anggota Dishub

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengklarifikasi perihal penangkapan pria atas nama Arya (36) yang mengaku sebagai petugasnya di lingkungan Pemerintah Kota ...
Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 20:38 WIB

Warga Sipil Ditipu Oknum Dishub Bekasi Sampai Puluhan Juta, Nih Modusnya

Oknum Dinas Perhubungan Kota Bekasi atas nama Arya (36) melakukan penipuan terhadap warga sipil di Jalan Wibawamukti II RT 02/03, ...