Senin, 19 Februari 2018 | 14.25 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan

Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 19 Januari 2018 - 21:52 WIB

IMG-8392

Mahasiswa Unisma, Ahmad Lauhil Mahfudz

Bekasi, kini.co.id – Naiknya harga beras ditengah-tengah masyarakat saat ini cukup menghebohkan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Hebohnya lagi, Kementerian Pertanian bakal melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton ke Indonesia.

Alasannya, lantaran kebutuhan pangan yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras. Hal ini bahkan menjadi perbincangan serius baik dikalangan masyarakat, mahasiswa bahkan sampai para wakil rakyat.

Mahasiswa Universitas Islam “45″ (Unisma) Bekasi, Ahmad Lauhil Mahfudz, mengatakan sudah saatnya Presiden Joko Widodo mengevaluasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman yang tidak berhasil mewujudkan kedaulatan pangan.

“Kenaikan beras kali ini sangat merugikan petani dan konsumen. Menteri Pertanian, pernah bilang tidak akan melakukan impor beras setidaknya hingga pertengahan 2018 karena produksinya mencukupi namun fakta berkata lain,” kata dia, Jumat (19/1).

Padahal, anggaran yang dialokasikan untuk pertanian hampir dua kali lipat daripada pemerintahan sebelumnya. Sementara harga beras IR64-III PIBC saat ni mencapai Rp. 8.900 per liter.

Pria yang aktif sebagai Ketua Kajian Masyarakat Merdeka ini menuturkan bahwa kenaikan harga beras yang sangat cepat sangat dirasakan konsumen. Karena itu, ia menyebut bahwa selama ini pemerintah gagal paham akan kedaulatan pangan itu sendiri.

“Kita berhak menagih janji pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan demi memakmurkan petaniĀ  dan mewujudkan kedaulatan pangan. Impor beras bukanlah solusi bijak, apalagi satu-satunya, bagi masalah perberasan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, impor beras adalah salah satu bentuk kegagalan Kementerian Pertanian dalam menjaga pasokan dan produksi beras di tingkat petani. Impor beras yang dilakukan pemerintah saat ini cenderung merugikan petani.

“Kebijakan impor beras ini akan mendorong spekulan dan pedagang gabah menurunkan harga pembelian gabah petani. Yang mendorong kesuksesan kedaulatan pangan adalah petani, petani harus sejahtera dan berdaulat dalam menentukan usahanya sendiri. Pemerintah harus subsidi kebutuhan petani,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ke Bekasi, Ridwan Kamil Bawa 300 Tukang Cukur
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 13:17 WIB

Ke Bekasi, Ridwan Kamil Bawa 300 Tukang Cukur

Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendatagi Kota Bekasi. Pria akrab disapa Emil itu datang dengan membawa 300 tukang cukur ...
Tukang Cukur Deklarasikan Dukung Paslon Rindu
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 13:07 WIB

Tukang Cukur Deklarasikan Dukung Paslon Rindu

Ketua Persaudaraan Pangkas Rambut Gratis (PPRG), Rudi mengatakan satu tukang cukur setidaknya dapat memangkas rambut delapan hingga sembilan kepala, Minggu ...
Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 21:38 WIB

Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menghadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan Dohot Boruna, Minggu ( 28/2) di ...
WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 13:51 WIB

WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama pembangunan Little India Gate di persimpangan Jalan Zainul Arifin-T Umar Medan, Minggu (18/2). ...
Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU
Jawa Barat - Minggu, 18 Februari 2018 - 07:22 WIB

Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU

Sebanyak 300 orang tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan ...
Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara
Jawa Tengah - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:40 WIB

Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara

Calon gubernur Ganjar Pranowo menyapa masyarakat di Jepara, Jawa Tengah. Ganjar mendatangi warga di Pasar Bangsri di hari kedua masa ...