Minggu, 21 Januari 2018 | 11.43 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Semburan gas liar di Indramayu tengah ditangani Pertamina

Semburan gas liar di Indramayu tengah ditangani Pertamina

Jumat, 12 Januari 2018 - 09:32 WIB

IMG-8289

Bupati Indramayu Anna Sophanah, Kamis (11/1) mengecek langsung semburan gas yang muncul di pemukiman di Kecamatan Kecamatan Tukdana, Indramayu. FOTO: Trias Agustian.

Indramayu, kini.co.id – Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan,  PT Pertamina tengah menangani semburan gas liar di Desa Pagedangan dan Sukaperna Kecamatan Tukdana.

Pihaknya berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan isu tidak benar tekait semburan gas tersebut terutama di media sosial.

“Semburan gas saat ini tengah ditangani oleh Pertamina. Untuk itu semua pihak harus bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar,” kata Anna Sophanah, di Indramayu, Kamis (11/1).

Bupati meninjau  semburan gas yang ada di samping rumah warga. Walaupun kandungan gas yang keluar tidak berbahaya, kata Anna,  semua pihak harus tetap waspada, terlebih beberapa warga mengaku sempat mengalami pusing-pusing. Gas tersebut juga mudah terbakar. 

“Semburan gas yang keluar pada akhir 2017 tersebut harus menjadikan semua pihak lebih waspada terhadap datangnya bencana yang setiap saat bisa mengintai kapanpun,” tuturnya. 

Sementara itu Camat Tukdana Basuni mengatakan di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semua pihak telah bertindak untuk mengurangi resiko semburan gas tersebut. 

Salah satunya, kata dia, yakni dengan mendirikan posko di Desa Sukaperna yang memudahkan semua pihak untuk melakukan koordinasi. 

“Selain mendirikan posko, warga  juga diberikan pengobatan gratis dan bantuan sembako dari BPBD dan Dinas Ketahanan Pangan,” katanya.

Kepala Legal and Relations Pertamina Jatibarang Ery Ridwan mengatakan semua pihak telah turun untuk melihat semburan gas tersebut dan pihaknya hanya membantu dengan mengerjakan upaya pengurangan semburan gas.

“Dengan cara akan mengalirkan ke saluran gas rawa yang dimiliki oleh Pertamina dengan kedalaman antara 100-300 meter,” kata Ery.

“Kita melubangi saluran gas ini dengan harapan gas tersebut bisa ketarik  ke dalam. Namun jika tidak bisa, akan dilakukan modifikasi atau dengan menyalurkannya kemudian dilakukan pembakaran dengan membuat flare,” tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...