Minggu, 21 Januari 2018 | 11.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Datang ke KPUD, Ridwan Kamil Berjas, Uu Bersarung dan Berbaju Koko

Datang ke KPUD, Ridwan Kamil Berjas, Uu Bersarung dan Berbaju Koko

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 9 Januari 2018 - 11:32 WIB

IMG-8233

Ridwan Kamil bersama Uu Ruzhanul Ulum

Bandung, kini.co.id – Pasangan cagub dan cawagub Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, hari ini, Selasa 10/01 mendaftar ke KPUD Jawa Barat Jl. Garut, Kota Bandung.

Saat mendaftar ke KPUD, pasangan yang diusung oleh Partai Nasdem, PPP, PKB dan Hanura ini, berjalan kaki dari stadion Sidolig, dan diiringkan oleh sekitar 100 orang relawan dan simpatisan pendukung. Sebelumnya, di Sidolig Emil dan Uu melaksanakan sholat hajat, serta memohon restu dari orang tua dan keluarganya masing-masing.

Yang menarik dari pasangan Emil dan Uu adalah cara mereka memilih busana saat mendaftar. Di saat pasangan lain memilih mengenakan baju yang sama antara cagub dan cawagub, Emil dan Uu memilih untuk menggunakan baju yang berbeda satu sama lain.

Dalam kesempatan pendaftaran ke KPU Jawa Barat ini, Emil mengenakan jas warna krem dan bawahan dengan warna senada, dilengkapi peci hitam, sedangkan Uu memilih baju koko dan sarung dan peci haji berwarna putih.

Pemilihan busana yang berbeda tersebut sepertinya bukan tanpa alasan. Emil mengenakan jas, untuk merepresentasikan dirinya yang berasal dari kawasan urban (perkotaan), sedangkan kawasan pedesaan diwakilli oleh Uu yang salah satu program andalannya saat menjadi Bupati Tasikmalaya, adalah Gerbang Desa atau Gerakan Bangun Desa.

Sementara penggunaan peci hitam dan putih dipilih keduanya, sebagai simbol atribut nasional yang telah lama digunakan sejak bangsa dan negara ini merdeka, khususnya saat digunakan oleh para pendiri bangsa dan negara sejak dulu hingga sekarang.

Lewat _busana yang dikenakan pasangan ini ingin menegaskan latar belakang keduanya, dimana Emil merupakan perwakilan generasi milenial nasionalis perkotaan, sementara Uu datang dari kalangan pesantren.

Pesannya, meski berbeda Keduanya tidak ingin bertentangan, tapi malah saling melengkapi.

Saat mendaftar ke KPUD Jawa Barat, keduanya diiringkan oleh relawan dan pendukung yang terdiri dari keluarga, para ulama dari Tasik, Sukabumi, Subang, jajaran pengurus partai pengusung, dan perwakilan simpul relawan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...