Minggu, 21 Januari 2018 | 11.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>Istri Wakil Wali Kota Gorontola positif gunakan sabu

Istri Wakil Wali Kota Gorontola positif gunakan sabu

Rabu, 3 Januari 2018 - 17:42 WIB

IMG-8157

Barang bukti penangkapan terhadap istri Wakil Walikota Gorontalo. FOTO: Istimewa

Gorontalo, kini.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo menyatakan jika hasil tes urine istri Wakil Wali Kota Gorontola, SD positif mengandung metamfetamin.

Sebelumnya, BNNP Gorontalo menangkap seorang wanita berinisial SD dan LM pada Selasa, (2/1) pukul 22.00 Wita dengan barang bukti, mulai dari alat hisap sabu-sabu atau bong, serta paket kecil kristal yang diduga sabu-sabu.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigadir Jenderal Oneng Subroto, mengungkapkan, tes urine langsung dilakukan pihaknya usai menangkap SD bersama rekannya berinisial LM di salah satu rumah di Jalan Cokroaminoto Kota Gorontalo, yang diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

“Saat ini status keduanya masih terperiksa, kami juga belum melakukan pemeriksaan lanjutan karena melihat kondisi dari keduanya yang masih “shock”,” katanya di BNP Gorontalo, Rabu (3/1).

Oneng juga mengungkapkan bahwa sesuai laporan, SD sempat pingsan hingga tiga kali saat akan dimintai keterangan oleh penyidik.

“Yang jelas kedua wanita ini belum ditahan, namanya ibu-ibu masih shock dan belum bisa ditindak,” ungkapnya dilansir Antara.

Sementara itu, Salahudin Pakaya Kuasa Hukum dari SD mengatakan bahwa kondisi kliennya saat ini dalam keadaan sehat.

“Saya meminta agar kita menghormati proses hukum ini, biarkan teman-teman penyidik dari BNNP untuk bekerja. Kami bertugas sebagai kuasa hukum bekerja dengan model dan cara kami untuk melakukan pembelaan kepada yang bersangkutan,” ucapnya.

Salahudin mengungkapkan pihaknya akan melihat langkah apa yang diambil, seperti proses permintaan keterangan dan bisa diperpanjang selama tiga hari.

“Saat ini statusnya belum ada, artinya yang bersangkutan belum bisa disebut sebagai tersangka atau masih dalam konteks sebagai terperiksa,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa tim kuasa hukum dari SD yang berjumlah sembilan orang tersebut akan terus melakukan proses pendampingan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...