Minggu, 21 Januari 2018 | 11.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Polisi tetapkan satu anggota FPI Bekasi tersangka

Polisi tetapkan satu anggota FPI Bekasi tersangka

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 2 Januari 2018 - 10:56 WIB

IMG-8138

(Ilustrasi)

Bekasi, kini.co.id – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menetapkan satu orang tersangka oknum anggota FPI Bekasi Raya, berinisial BG, dalam kasus pengrusakan Toko Obat Akbar di Jalan Raya Jatibening II RT 06/02 Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi.

Saat itu BG melakukan penggeledahan paksa bersama puluhan anggota lainnya krbToko Obat Akbar tanpa didampingi aparat kepolisian.

Mereka memaksa LW, penjaga toko dan MA, pemilik toko, untuk mengizinkan beberapa anggotanya masuk kedalam toko.

“Mereka langsung masuk dan mengeluarkan obat-obatan. Selanjutnya langsung memasukan obat-obatan itu kedalam air dalam ember sehingga obat-obatan itu menjadi rusak,” kata Kapolres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto, Senin (2/1) malam.

Indarto menjelaskan, aksi Ormas FPI terjadi pada Rabu (27/12) lalu saat mendapat informasi ada penggeledahan oleh Ormas FPI, anggota dari Polsek Pondok Gede datang dan melakukan pengamanan.

“Ormas itu juga meminta uang Rp20 ribu untuk dibelikan materai agar pemilik toko menandatangi perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Anggota kami langsung mengamankan barang bukti dan tiga saksi dari Ormas, pemilik toko dan penjaga toko,” kata Indarto.

Rupanya, dari hasil penyidikan sementara obat yang ditemukan melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang kesehatan.

“Ada obat-obatan yang sudah kadaluarsa. Namun, saya tegaskan tidak ada narkotika, mereka hanya menjual obat yang seharusnya di beli dengan resep dokter, tetapi mereka menjual Obat Kuat Tertentu (OKT) itu secara bebas,” jelasnya.

Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Mapolres Metro Bekasi Kota. Penyidik langsung memberikan surat pemanggilan terhadap sembilan saksi mata dalam peristiwa itu.

“Tiga orang dari anggota Ormas, satu diangkat kasusnya menjadi tersangka dan ditetapak (BG) atas dimana diatur dalam Pasal 170 dan 335 KUHP, dua saksi kita pulangkan. Saksi lainnya adalah masyarakat, anggota polisi, pemilik toko dan penjaga toko,”

“Pemilik toko dan penjaga dinaikan statusnya menjadi tersangka dan ditetapkan denga dua alat bukti terkait pelanggaran undang-undang kesehatan dan konsumen yaitu seseorang yang mempunyai bahan-bahan farmasi tanpa hak (izin) dan konsumen tidak sesuai ketentuan,” papar dia.

Lanjut Indarto, saat ini untuk tersangka BG diamankan di Polda Metro Jaya, tersangka LW berada di rutan pondok bambu dan tersangka MA di Mapolres Metro Bekasi Kota. 

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak memberikan pintu agar Ormas apapun dapat membantu keamanan kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Malahan, Indarto sudah menyosialisasikan hal ini keseluruh Ormas di Kota Bekasi untuk bersama-sama mengawasi lingkunga dari hal-hal dan perbuatan negatif.

“Namun, membantu polisi berdasarkan hukum yang sudah inkraht. Tidak main hakim sendiri dan sweeping, tolong jangan lakukan itu, apabila dilakukan kami terpaksa menyelesaikan sesuai penegakkan hukum.

Kuasa Hukum Minta Penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum BG, Aziz Zanuar, akan meminta kepada kepolisian agar kasus yang menimpa kliennya di tangguhkan. Sebab, penetapan tersangka kasus dugaan pengrusakan dan perbuatan melawan hukum dianggap tidak tepat.

Aziz berkeyakinan bahwa kliennya yang merupakan Wakil Kepala Bidang Hisbah DPC FPI Pondok Gede tidak bersalah. Menurut dia, peristiwa itu bermula ketika ada masyarakat menginformasikan adanya toko obat ilegal menjual obat-obatan keras di Jalan Jatibening II, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede.

“Kemudian masyarakat termasuk ada anggota FPI juga di sana melaporkan ke polisi bahwa ada peredaran obat-obatan terlarang dan kadaluwarsa,” kata dia.

Menurut dia, ketika itu polisi tidak bisa datang dengan alasan masih melakukan pengamanan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kota Bekasi. Tak jauh dari lokasi, kata dia, ada pos pengamanan juga ada polisi yang berjaga.

“Lalu diajaklah polisi datang ke toko obat, kemudian diperiksa. Tiba-tiba besoknya klien kami dapat panggilan untuk diperiksa, lalu ditetapkan sebagai tersangka, dan sekarang ditahan di Polda Metro Jaya,” kata dia.

Ia cukup menyesalkan penetapan tersangka dan penahanan tersebut. Sebab, kliennya melaporkan adanya tindakan kriminal kepada polisi. Seharusnya pelapor mendapatkan perlidungan. Kejadian ini, kata dia, akan menjadi preseden buruk ke depannya, bahwa masyarakat yang melapor adanya tindakan kriminal malah terancam dikriminalisasi.

“Kami akan praperadilan dan melaporkan penyidik Polres Metro Bekasi Kota ke Propam,” ujarnya. 

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto, mengaku tidak keberatan jika kasus ini di praperadilkan.

Justru kata dia dengan di prapradilkan maka kasus tersebut secara terang benderang akan jelas.

“Kami siap menghadapi praperadilan, sehingga mereka bisa tahu kasus secara hukum, kami juga sudah mengantongi sejumlah barang bukti berupa gambar foto, obat-obatang yang telah dirusak dalam air juga penggeledahan paksa, ada saksi-saksi dari polisi dan masyarakat sekitar,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...