Minggu, 21 Januari 2018 | 11.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Tiga catatan penting Edy Rahmayadi Untuk 2018

Tiga catatan penting Edy Rahmayadi Untuk 2018

Minggu, 31 Desember 2017 - 13:11 WIB

IMG-8109

Mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi. Instagram/EdyRahmayadi.

Medan, kini.co.id – Refleksi akhir tahun adalah hal yang lumrah dilakukan sebagai bahan koreksi dan harapan yang akan dibuat untuk tahun depan.

Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, salah satu kandidat yang kerap disebut akan maju di Pilgub Sumut memiliki tiga catatan penting.

Menurutnya aspek kesejahteraan masih menjadi faktor utama yang harus diperhatikan di tahun 2018. 

“Saya melihat peningkatan kondisi ekonomi masyarakat Sumut harus tetap menjadi prioritas, karena capaiannya terlihat belum optimal, sehingga perlu digenjot agar rakyat lebih sejahtera,” ungkap Edi, Ahad (31/12).

Lebih lanjut Edy Rahmayadi memberikan penjelasan bahwa angka kemiskinan masih menjadi momok untuk Sumut.

“Coba tengok data BPS, lebih dari 1,45 juta rakyat Sumut tergolong miskin. Ini artinya lebih dari sepuluh persen rakyat kita berada pada garis kemiskinan atau bahkan dibawahnya. 
Ini adalah catatan pertama yang harus kita benahi di tahun depan dan tentunya harus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Catatan kedua Edy Rahmayadi terkait dengan tingginya angka pengangguran yang ada di Sumut. 

“Tingginya angka pengangguran di Sumut menjadi pekerjaan rumah kita bersama, karena ini adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini setidaknya ada 377 ribu pengangguran terbuka di Sumut, angka ini mengalami kenaikan sebanyak lima ribu pengangguran dari tahun sebelumnya. 

Oleh karenanya, perlu ada upaya pembukaan lapangan kerja yang lebih bagus, sehingga jumlah angkatan kerja kita bisa meningkat dengan signifikan”, paparnya.

Persoalan ketiga yang menjadi catatan penting Edy Rahmayadi adalah terkait pemberantasan korupsi. 

“Menurut catatan saya, sejak berdirinya KPK hingga hari ini setidaknya ada sembilan Kepala Daerah di Sumut ini yang terkena perkara korupsi. Itu belum termasuk perkara-perkara lain yang melibatkan pejabat di bawahnya. Ini harus menjadi komitmen kita bersama dalam pembangunan Sumut kedepan. Kita harus memiliki integritas yang tinggi dalam penyelenggeraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi”, tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...