Minggu, 21 Januari 2018 | 11.33 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Buronan tersangka korupsi alkes ditangkap di Medan

Buronan tersangka korupsi alkes ditangkap di Medan

Reporter : Fauzan | Jumat, 29 Desember 2017 - 10:02 WIB

IMG-8070

Ilustrasi penangkapan

Medan , kini.co.id – Satu dari tiga buronan tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Djoelham Binjai, Sumatera Utara, Kamis (28/12) malam ditangkap tim gabungan Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejari Binjai di Hotel Darussalam, Jl Darussalam, Medan.

Buronan yang diketahui bernama Suriyanares itu merupakan pejabat pembuat komitmen (PKK) pengadaan alkes RSUD Djoelham senilai Rp 14 miliar bersumber dari APBD 2012 dengan kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian membenarkan penangkapan ini.

Sumanggar mengatakan, saat ini, tersangka yang dibawa ke Kejati Sumut di Jl AH Nasution Medan. Rencananya, dia akan langsung diserahkan ke Kejari Binjai.

“Lagi dijemput orang Kejari Binjai. Rencananya, akan dibawa ke Binjai dan ditahan di Rutan Binjai,” ujar Sumanggar.

Penangkapan buronan kejaksaan yang masuk dalam pencarian orang (DPO) ini dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Kejati Sumut, Idianto.

Saat penangkapan, sempat terjadi upaya paksa dengan mendobrak pintu kamar hotel. Menurut Idianto, hal ini terpaksa dilakukan karena Suriyanares tidak membuka pintu saat digedor oleh petugas.

“Tim intel yang telah melakukan pemantauan dan pengintaian selama seminggu pada malam ini, sekitar pukul 19.35 WIB langsung melakukan penangkapan dan mendobrak pintu kamar Hotel Darussalam, tempat menginap tersangka buronan korupsi tersebut,” kata Idianto.

Idianto mengatakan, penangkapan ini sesuai dengan Surat Perintah Tugas Kajatisu Nomor: SP. TUG-44/N.2.3/Dsp.4/12/2017. Dalam kasus korupsi tersebut, Suriyanares berperan sebagai PPKproyek pengadaan alkes di RSUD Djoelham Binjai.

“Tersangka ini telah buron dan DPO sejak ditetapkan tersangka tanggal 6 November 2017,” ujar dia.

Selain Suriyana, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai juga menetapkan 6 tersangka lain dalam kasus korupsi ini, yakni Direktur Utama (Dirut) RSUD Djoelham Binjai, Mahim Siregar; Cipta sebagai ULP RSUD Djoelham Binjai; Suhadi Winata selaku Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa.

Kemudian, Budi Asmono sebagai Kepala Cabang Kimia Farma Medan tahun 2012, Teddy Lao selaku Direktur PT Mesarinda Abadi, dan Feronica sebagai Direktur PT Petan Daya Medica.

Dengan tertangkapnya Suriyana, tersisa dua orang buronan lagi yang masih belum tertangkap, sebelumnya Teddy Lao yang juga buron lebih dahulu ditangkap.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...