Minggu, 21 Januari 2018 | 11.40 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pemkot Gunungsitoli promosikan gemar makan ikan

Pemkot Gunungsitoli promosikan gemar makan ikan

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:23 WIB

IMG-7926

Ratusan warga dan aparatur vertikal dalam acara gemar makan Ikan di Gunungsitoli. FOTO: KiniNews/Istimewa.

Gunungsitoli, kini.co.id – Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, gencar melakukan promosi gemar makan ikan, dalam dorong masyarakt untuk lebih meningkatkan kegemaran makan ikan.

Wali Kota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua mengatakan berbagai kegiatan dilakukannya, termasuk promosi makan ikan bersama.

“Harapan kami budaya ini agar dipertahankan, serta dijadikan agenda rutin pemerintah setiap tahun,” kata Lakhomizaro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/12).

Ia mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan melestarikan keindahan pantai, sehingga potensi laut dan ikan dapat tumbuh dan terpelihara dengan baik.

Tidak lupa Wali Kota mengajak masyarakat Kota Gunungsitoli untuk membudayakan gemar makan ikan di seluruh usia, karena makan ikan menambah protein dalam tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Hal itu dilakukan sesuai amanat Presiden Jokowi bahwa potensi kepulauan Nias selain pariwisata adalah kelautan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli Aliran Telaumbanua mengakui jika produksi ikan tahun 2017 di Kepulauan Nias khususnya Kota Gunungsitoli masih cenderung rendah.

Hal tersebut disebabkan oleh sarana dan prasarana nelayan yang belum memadai, serta disebabkan cuaca buruk yang tidak memungkinkan nelayan melaut dan menjaring ikan.

Selain itu, tekhnologi budidaya dalam pengolahan ikan di Kota Gunungsitoli belum mencukupi.

Menurut dia, selama ini langkah yang telah ditempuh untuk mendorong produksi ikan diantaranya melalui program Kementerian Kelautan RI dengan pemberian asuransi perlindungan kepada nelayan sebanyak 1735 orang dengan jaminan 200 juta per orang jika nelayan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

Sebanyak 20 juta sampai 100 juta per orang jika nelayan mengalami kecelakaan hingga cacat tetap. Juga dilakukan pelatihan, serta pemberian peralatan pengolahan hasil perikanan kepada nelayan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...