Minggu, 21 Januari 2018 | 11.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Korupsi kredit fiktif, empat pegawai BNI Cabang Rantauprapat ditahan

Korupsi kredit fiktif, empat pegawai BNI Cabang Rantauprapat ditahan

Selasa, 19 Desember 2017 - 11:21 WIB

IMG-7870

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Kejaksaan Negeri Labuhanbatu resmi menahan empat pegawai Bank Rakyat Indonesia atau BRI Unit Aekpamienke Cabang Rantauprapat, Senin (18/12).

Ke empatnya menjadi tersangka dugaan kasus korupsi kredit fiktif Kupedes sebesar Rp2,6 miliar tahun 2013, di Rumah Tahanan Negara Klas IA Medan. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa, mengatakan, keempat tersangka itu, yakni Kepala Unit BRI Aekpamienka bernisial HS (47), mantan Kepala Unit BRI itu, berinisial ZL (45) pensiunan karyawan BRI, berinisial RT (58) dan karyawan BRI, berinisial ART (43).

Keempat tersangka itu, menurut dia, merupakan pelimpahan perkara korupsi dari penyidik Polres Labuhanbatu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu.

“Kemudian, keempat tersangka tersebut, digiring Kejari Labuhanbatu dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medan, Senin (4/12),” ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan, kasus korupsi tersebut terjadi, dalam pengajuan permohonan kredit Kupedes 51 warga Aek Natas yang ditujukan kepada BRI Unit Aekpamienka.

Dalam pengajuan permohonan kredit tersebut,  jaminan agunan surat tanah yang diserahkan oleh warga adalah fiktif. 

“Namun ternyata, permohanan kredit tersebut, tetap saja diproses dan dicairkan oleh BRI hingga berlanjut tahun 2014 hingga tahun 2015 dengan total kredit sebesar Rp2,6 miliar,” ucapnya dilansir Antara.

Sumanggar menjelaskan, dalam pengembalian kredit Kupedes yang dipinjam puluhan warga tersebut, hanya berjalan selama dua bulan dan setelah itu, tidak ada lagi pembayaran.

Akibat kasus korupsi tersebut, negara mengalami kerugian mencapai nilai miliaran rupiah.

“Keempat tersangka itu, melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata juru bicara Kejati Sumut.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sihar Sitorus sudah perbaiki data  ijazah ke KPU Sumut
Sumatera Utara - Minggu, 21 Januari 2018 - 10:14 WIB

Sihar Sitorus sudah perbaiki data ijazah ke KPU Sumut

Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus mengatakan sudah memperbaiki data ijazahnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal ...
Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera
Lampung - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:10 WIB

Jokowi resmikan jalan tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo akan meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (21/1). Presiden dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan ...
Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar
Sumatera Utara - Sabtu, 20 Januari 2018 - 22:17 WIB

Kader PDIP Sumut ikrarkan pemenangan Djarot-Sihar

Ratusan kader dan organisasi sayap PDIP Sumatera Utara menyatakan ikrarnya untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ...
Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka
Jawa Barat - Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:01 WIB

Sanwasi tepis tudingan ‘boneka’ pendopo maju Pilbup Majalengka

Bakal calon bupati Majalengka, Jawa Barat, Sanwasi menepis tudingan miring terhadap dirinya sebagai 'boneka' pendopo . "Ga ada itu, wajar ...
Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan
Aceh - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:33 WIB

Kerap Diganggu Gajah, Petani Minta Pemerintah Aceh Buat Batasan Hutan

Ketua Kelompok Tani Hijrah Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ibrahim Din meminta peran pemerintah untuk mengatasi ...
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...