Senin, 22 Oktober 2018 | 03.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Bos Pandawa divonis lebih berat dari tuntutan

Bos Pandawa divonis lebih berat dari tuntutan

Senin, 11 Desember 2017 - 13:37 WIB

IMG-7739

Bos KPS Pandawa Mandiri Grup, Nuryanto saat menjalani sidang di PN Depok. Nuryanto divonis 15 tahun penjara. Istimewa

Depok, kini.co.id – Bos Koperasi Pandawa Grup Dumeri alias Nuryanto alias Salman Nuryanto dinyatakan terbukti menghimpun dana masyarakat secara melanggar hukum.

Nuryanto pun divonis hukuman penjara selama 15 tahun dan membayar denda Rp 200 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta menghimpun usaha dana masyarakat tanpa ijin usaha yang dilakukan secara berlanjut,” kata ketua majelis hakim Yulinda Trimurti Asih Muryati di Pengadilan Negeri Depok, Senin (11/12).

Pengadilan juga memerintahkan seluruh aset Salman juga disita dan dilelang oleh negara.

Vonis terhadap Nuryanto lebih berat dari tuntutan jaksa yang eminta hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 miliar, subsidier enam bulan.

Jaksa menjerat Nuryanto dengan tuduhan pelanggaran UU Perbankan tentang penghimpunan dana dan KUHPidana.

Sementara itu Nuryanto merasa tidak terima dengan putusan ini hakim, ia pun langsung mengajukan banding.

“Setelah diskusi langsung, kami sepakat mengajukan banding pada hari ini juga,” kata kuasa hukum Dumeri.

Sedangkan pihak jaksa menyatakan untuk pikir-pikir selama tujuh hari atas banding pihak Nuryanto.

Seperti diketahui KSP Pandawa menghimpun dana masyarakat dengan mengadopsi sistem multi level marketing (MLM).

Pandawa merekrut leader untuk menghimpun dana investor. Sebagai imbalan, leader mendapat fee sekitar 20% sesuai tingkatan. Lalu iming-iming investor adalah keuntungan 10% per bulan.

Namun pada kenyataannya apa yang dijanjikan tersebut hanya modus dari investasi bodong, sebanyak 27 orang ikut diseret ke meja hijau, termasuk Nuryanto selaku Dirut KSP Pandawa Mandiri Grup. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...