Senin, 25 Maret 2019 | 10.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Bos Pandawa divonis lebih berat dari tuntutan

Bos Pandawa divonis lebih berat dari tuntutan

Senin, 11 Desember 2017 - 13:37 WIB

IMG-7739

Bos KPS Pandawa Mandiri Grup, Nuryanto saat menjalani sidang di PN Depok. Nuryanto divonis 15 tahun penjara. Istimewa

Depok, kini.co.id – Bos Koperasi Pandawa Grup Dumeri alias Nuryanto alias Salman Nuryanto dinyatakan terbukti menghimpun dana masyarakat secara melanggar hukum.

Nuryanto pun divonis hukuman penjara selama 15 tahun dan membayar denda Rp 200 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta menghimpun usaha dana masyarakat tanpa ijin usaha yang dilakukan secara berlanjut,” kata ketua majelis hakim Yulinda Trimurti Asih Muryati di Pengadilan Negeri Depok, Senin (11/12).

Pengadilan juga memerintahkan seluruh aset Salman juga disita dan dilelang oleh negara.

Vonis terhadap Nuryanto lebih berat dari tuntutan jaksa yang eminta hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 miliar, subsidier enam bulan.

Jaksa menjerat Nuryanto dengan tuduhan pelanggaran UU Perbankan tentang penghimpunan dana dan KUHPidana.

Sementara itu Nuryanto merasa tidak terima dengan putusan ini hakim, ia pun langsung mengajukan banding.

“Setelah diskusi langsung, kami sepakat mengajukan banding pada hari ini juga,” kata kuasa hukum Dumeri.

Sedangkan pihak jaksa menyatakan untuk pikir-pikir selama tujuh hari atas banding pihak Nuryanto.

Seperti diketahui KSP Pandawa menghimpun dana masyarakat dengan mengadopsi sistem multi level marketing (MLM).

Pandawa merekrut leader untuk menghimpun dana investor. Sebagai imbalan, leader mendapat fee sekitar 20% sesuai tingkatan. Lalu iming-iming investor adalah keuntungan 10% per bulan.

Namun pada kenyataannya apa yang dijanjikan tersebut hanya modus dari investasi bodong, sebanyak 27 orang ikut diseret ke meja hijau, termasuk Nuryanto selaku Dirut KSP Pandawa Mandiri Grup. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...