Senin, 22 Oktober 2018 | 04.50 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Reporter : Yudi | Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

IMG-7733

Pengunjung di Festival durian Sinapeul, Desa Lengkong Kulon, Sindangwangi, Majalengka, Sabtu (9/12). KiniNews/Trias Agustian.

Majalengka , kini.co.id – Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket masuk sebesar Rp50 ribu, namun tidak mendapatkan apa yang dipromosikan panitia.

Sebelumnya dalam festival durian tersebut pengunjung banyak mengeluh saat mengunjungi festival durian yang berlangsung di Pasar Ikan Lengkong Kulon, Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, mereka merasa kecewa lantaran tiket seharga Rp50 ribu yang dibelinya tidak bisa diganti dengan durian.

Padahal panitia penyelenggara sebelumnya mengumumkan jika pengunjung tak kebagian tempat duduk untuk makan durian maka pengunjung bisa menukarnya dengan satu buah durian.

Tapi kenyataan justru sebaliknya, jumlah stok durian yang disiapkan panitia nampaknya tidak seimbang dengan antusiasnya pengunjung.

Kini.co.id, mencoba meminta tanggapan inisiator sekaligus penggas festival durian Sindangwangi 2017, KH Maman Imanulhaq terkait banyaknya keluhan pengunjung, namun nampaknya masih enggan memberikan tanggapan.

Anggota DPR dari Fraksi PKB itu hanya memberikan jawaban masih ada kegiatan.

“Masih ada kegiatan dulu,” ucap Kiai Maman, Ahad (10/12) malam.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar Esthy Reko Astuti usai membuka festival durian mengatakan bahwa kegiatan tersebut diketahui adalah yang pertama kalinya terselenggara di Kabupaten Majalengka.

Ia mengaku sangat kagum akan potensi wisata durian yang luar biasa, selain itu bukan hanya durian saja nantinya agar agenda serupa bisa dikemas, bukan hanya satu ikon.

Esty menjelaskan promosi yang sangat cepat dan viral diberbagai media baik media sosial maupun dari media yang turut mempromosikan lewat pemberitaan sehingga banyak sekali pengunjung dan ingin menyicipi durian di Kabupaten Majalengka.

Namun tidak diantisipasi oleh pihak panitia, ke depan jika dimungkinkan dapat dikemasi dengan produk lainnya dengan melibatkan semua pihak seperti para masyarakat, pelaku UKM agar berjalan dengan baik.

Ia berharap dengan banyaknya keluhan dari pengunjung agar bisa menjadi pengalaman saat orang datang ke Majalengka, selain bisa menikmati rasa durian tapi juga pengunjung saat pulang bisa membawa sesuatu yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Ia memberikan saran terkait tempat jika ke depan dilaksanakan lagi agar memilih tempat yang pas, misalnya jika temanya adalah tren wisata suatu daerah , maka tentu harus bisa memberikan nilai lebih kepada para pengunjung selain bisa enjoy menikmati rasa durian tapi diupayakan harus ada experince (kesan pengalaman).

“Misalnya bertempat disuasana kebun sehingga terasa berkesan, pengunjung juga bisa melihat langsung petani durian saat memetik dan memberikan pengetahuan tentang jenis apa saja durian,” terangnya, Sabtu (9/12).

Sementara itu banyaknya keluhan masyarakat yang merasa dirugikan di festival durian itu, salah satu lembaga konsumen di Kota Angin, yakni Yayasan Lembaga Bantuan Konsumen (YLBK) Majalengka bakal memperkarakan pihak panitia.

Ketua YLBK Majalengka, Dede Aryana Syukur mengatakan pihaknya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait keluhan dalam festival durian tersebut.

Masyarakat atau pengunjung kata Dede, sudah membeli tiket tapi tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya seperti yang dijanjikan panitia.

“Panitia festival durian bisa dikenai UU No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dalam¬†Pasal 9¬†ayat (1) UUPK bahwa pelaku usaha dilarang menawarkan, memproduksikan, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar. Pihak panitia festival durian sama saja dalam hal ini dia sebagai pelaku usaha. Karena ada sisi mengambil keuntungan,” kata Dede dalam keterangannya di Majalengka, Ahad (10/12).

Menurut Dede, pihaknya akan memanggil pihak panitia untuk meminta penjelasan terkait keluhan pengunjung tersebut.

Panitia juga kata alumnus fakultas hukum Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung ini wajib memberikan ganti rugi atau kompensasi atas kecewaan dari pengunjung yang tidak mendapatkan haknya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...