Senin, 22 Oktober 2018 | 04.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Reporter : Yudi | Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

IMG-7726

tumpukan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) limbah medis di tempat pembuangan sementara (TPS) Panguragan Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.Antara

Cirebon , kini.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. 

“Saat ini pengamanan lokasi karena kita juga baru mendapatkan laporan dari masyarakat,” kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum KLHK Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Beny Bastiawan, di Cirebon, Ahad (10/12).

Saat ini, menurut dia, tim yang pertama berupaya mengamankan lokasi adanya limbah medis yang dibuang sembarangan di TPS liar di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Petugas sudah memberikan garis kuning dan papan pemberitahuan agar masyarakat sekitar tidak melakukan aktivitas di sekitar TKP. 

“Tim awal melakukan pengamanan TKP, dan nanti juga akan datang tim penyidik yang melakukan olah TKP di sini,” tuturnya. 

Bastiawan mengatakan limbah medis tidak diperkenankan dibuang sembarangan karena melanggar Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 pasal 104.

Pasal tersebut mencatat: “etiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan penjara paling lama 3 (tiga) tahun, dan denda paling banyak Rp 3 (tiga) miliar”.

“Kalau terbukti akan kita tutup usahanya. Kita juga akan telusuri dari mana limbah itu karena dipastikan limbah itu tidak bisa dijaul belikan apa pun alasannya,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Saat dilakukan penyegelan atau pengamanan TKP, Kepolisian Resor (Polres) Cirebon memberikan pengamanan kepada tim dari KLHK guna menjaga berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. 

“Dalam penyegelan ini kami terjunkan sebanyak 180 personel dari kepolisian selain itu juga ada dari anggota TNI, serta Satpol PP,” ungkap Kapolres Cirebon Risto Samodra.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar mengaku dirinya sudah mengecek langsung lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) tersebut pada Sabtu (9/12) kemarin.

“Saya kemarin mendatangi limbah medis yang berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) sementara Desa Panguragan wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon,” kata Demiz dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya ratusan ton limbah medis tersebut antara lain berupa jarum suntik, tabung suntik, vaksin, plastik bekas jarum infus, tali jarum infus dan tabung sampel darah.

Demiz juga menegaskan hal itu sudah jelas melanggar ketentuan aturan Undang-Undang, khususnya tentang lingkungan.

Demiz berharap Pemkab Cirebon dan aparat keamaan setempat harus berupaya menertibkan terkait berserakannya limbah-limbah medis menumpuk yang tidak sedikit (yang artinya sudah berkali-kali dilakukan), yang sekaligus menunjukkan akan lemahnya pengawasan.

“Penindakan tegas juga harus dilakukan. JIka sudah melanggar aturan, oknum yang melakukannya harus ditindak tegas dan ditahan,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...