Senin, 22 Oktober 2018 | 03.55 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kontraktor penyuap Bupati Batubara mulai disidang

Kontraktor penyuap Bupati Batubara mulai disidang

Kamis, 7 Desember 2017 - 14:58 WIB

IMG-7671

Terdakwa kasus suap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Maringan Situmorang keluar dari kendaraan tahanan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/10). Foto: Okezone

Medan, kini.co.id – Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, dua kontraktor yang ditangkap KPK karena diduga menyuap Bupati Batu Bara, Sumut, OK Arya Zulkarnaen, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (7/12).

Kedua terdakwa menjalani sidang dakwaan terpisah. Syaiful Azhar lebih dulu mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia didakwa telah menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta. Uang diserahkan melalui Helman Herdady, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batu Bara.

“Pemberian uang ini sebagai pemberian imbalan atau fee dikarenakan OK Arya selaku Bupati Batu Bara telah memberikan persetujuan terhadap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara, sehingga terdakwa mendapatkan pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Mesjid Lama Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara pada tahun anggaran 2017,” ucap JPU Ikhsan di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

Setelah menyampaikan dakwaan terhadap Syaiful, JPU menghadirkan terdakwa Maringan Situmorang.

JPU juga mendakwa Maringan telah melakukan perbuatan berlanjut dalam rentang 2016 hingga 2017. Yakni memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 miliar, kemudian uang Rp 700 juta kepada OK Arya Zulkarnaen.

Cek dan uang diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen. Sujendi merupakan pengusaha yang diduga mengumpulkan uang suap kepada OK Arya.

Maringan memberikan cek dan uang tunai itu dengan maksud agar OK Arya Zulkarnaen melakukan pengaturan agar dia mengerjakan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara.

Proyek dimaksud yakni pembangunan jembatan Sei Magung, Kecamatan Medang Deras, dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentang.

Kedua terdakwa dinyatakan telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, Syaiful dan Maringan melalui penasihat hukumnya menyatakan tidak mengajukan eksepsi.

Persidangan kasus ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

JPU Ikhsan yang ditemui seusai persidangan menyatakan, terdakwa lainnya yakni Bupati Batubara OK Zulkarnain, Sujendi dan Kadis PUPR Batubara Helman Herdady kemungkinan disidangkan mulai bulan Januari 2018.

“Untuk tiga terdakwa lainnya bukan tim kami. Tapi kemungkinan bulan depan akan dilimpahkan,” ungkapnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...