Senin, 11 Desember 2017 | 07.25 WIB
KiniNEWS>Regional>Papua>Teror oknum anggota polisi ke wartawan Papua

Teror oknum anggota polisi ke wartawan Papua

Kamis, 7 Desember 2017 - 11:37 WIB

IMG-7669

Ilustrasi garis polisi. Foto: Merdeka

Timika, kini.co.id – Sejumlah wartawan di Timika, Kabupaten Mimika, Papua mendapat intimidasi dari anggota Satuan Sabhara Polres Mimika berinisial DS.

Tak hanya itu diduga pelaku juga merusak warung yang biasa dijadikan tempat tongkrongan wartawan di sana. Aksi teror DS dilakukan Rabu (6/12) sekitar pukul 00.30 WIT.

Informasi dihimpun, DS yang bertugas di Tembagapura datang di warung yang berada di Jalan Budi Oetomo, Timika, dalam keadaan diduga dipengaruhi minuman keras.

Dia melontarkan kata-kata cacian serta intimidasi kepada wartawan.

Ia datang seorang diri tanpa pakaian dinas, hanya menggunakan baju kaos dan celana pendek.

Aksi tersebut sempat dilerai dua anggota polisi lain yang kebetulan duduk bersama tiga wartawan, dan beberapa warga di warung tersebut.

Kemudian, DS pergi dan kembali sekitar 30 menit dengan membawa senjata laras panjang, lengkap dengan amunisinya, sambil mencaci maki.

Setelah itu pergi lagi, dan kembali sekira pukul 02.00 WIT membawa mesin senso atau alat pemotong kayu, dan melancarkan aksinya dengan merusak bangku dan meja di warung tersebut.

Beruntung, dalam aksi yang dilakukannya wartawan dan warga yang nongkrong di warung tersebut sudah pulang.

Belum diketahui alasan DS melakukan aksi teror dan perusakan tersebut. Kemarin dia diperiksa Propam.

Wakapolres Mimika Komisaris Arnolis Korowa menyampaikan permohonan maaf kepada jurnalis terkait insiden yang dilakukan anak buahnya tersebut.

“Tadi tiga jam yang lalu atas atas nama dan perintah Kapolres Mimika, saya ke lokasi kejadian dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan jurnalis,” kata Arnolis Korowa.

Selain itu, kata mantan Kapolsek Abepura itu, sejumlah barang seperti bangku dan meja yang diduga dirusak DS segera diperbaiki.

“Itu kita perbaiki semua, hari ini juga kita perbaiki semua. Perilaku oknum atau seseorang tidak boleh mengganggu hubungan baik kita dengan wartawan. Karena wartawan yang membesarkan kinerja kita,” katanya dilansir Antara.

Terkait aksi yang dilakukan bawahannya itu, Arnolis menegaskan bahwa DS akan diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku di kepolisian.

“Yang bersangkutan akan mempertangunggjawabkan perilakunya secara hukum,” katanya.

Menurut dia, kasus tersebut telah menjadi atensi dari pimpinan polisi di Mimika dan segera menahan DS.

“Saya lagi tunggu dia di gudang senjata ini, saya sudah minta kasatnya jemput dia. Tadi dia sempat datang,” katanya.

Arnolis membantah aksi DS sebagai bentuk kekecawaan kepada pimpinan. “Ah tidak ada itu, anak buah tidak boleh intervensi pimpinan, tapi terima kasih hal ini ditanyakan ke saya,” katanya.

Ketika disinggung apakah DS, merupakan salah satu pelaku pengeroyok Saldi, wartawan Okezone.com pada bulan lalu, Arnolis membantah hal itu.

“Saya kira tidak, informasi ini perlu di klarifikasi. Dugaan para pelaku aniaya wartawan sebanyak delapan orang sudah ditahan beberapa waktu sejak aksinya,” katanya.

“Kedelapan oknum anggota itu sudah ditahan sejak hari itu juga, dan mereka sedang lakukan perenungan, instropeksi diri menunggu proses selanjutnya,” sambungnya.

Arnolis juga mengajak agar rekan-rekan jurnalis di Mimika tidak perlu khawatir untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya, karena kasus tersebut sedang berproses.

“Tidak usah takut, kita ini orang tua dan saudara, jika ada hal-hal yang urgen segera sampaikan ke saya, akan saya tindak lanjuti,” katanya menyikapi wartawan di Mimika, yang mencari perlindungan di tempat aman.

Sementara itu, aksi tidak terpuji dari DS tersebut banyak menuai kecaman dari jurnalis di Ibu Kota Provinsi Papua, Kota Jayapura.

“Sangat disayangkan perilaku oknum tersebut. Padahal slogan yang sering disampaikan oleh pucuk pimpinan mereka, wartawan mitra kami, mitra polisi,” kata salah satu koresponden nasional, Roberth Isodorus Vanwi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...
PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 17:07 WIB

PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar

Ahmad Heryawan mengatakan target anggota legislatif dari partainya dalam Pemilu 2019 mendatang adalah bisa menguasai 51 kursi di DPRD Jawa ...