Senin, 22 Oktober 2018 | 04.30 WIB
KiniNEWS>Regional>Papua>Teror oknum anggota polisi ke wartawan Papua

Teror oknum anggota polisi ke wartawan Papua

Kamis, 7 Desember 2017 - 11:37 WIB

IMG-7669

Ilustrasi garis polisi. Foto: Merdeka

Timika, kini.co.id – Sejumlah wartawan di Timika, Kabupaten Mimika, Papua mendapat intimidasi dari anggota Satuan Sabhara Polres Mimika berinisial DS.

Tak hanya itu diduga pelaku juga merusak warung yang biasa dijadikan tempat tongkrongan wartawan di sana. Aksi teror DS dilakukan Rabu (6/12) sekitar pukul 00.30 WIT.

Informasi dihimpun, DS yang bertugas di Tembagapura datang di warung yang berada di Jalan Budi Oetomo, Timika, dalam keadaan diduga dipengaruhi minuman keras.

Dia melontarkan kata-kata cacian serta intimidasi kepada wartawan.

Ia datang seorang diri tanpa pakaian dinas, hanya menggunakan baju kaos dan celana pendek.

Aksi tersebut sempat dilerai dua anggota polisi lain yang kebetulan duduk bersama tiga wartawan, dan beberapa warga di warung tersebut.

Kemudian, DS pergi dan kembali sekitar 30 menit dengan membawa senjata laras panjang, lengkap dengan amunisinya, sambil mencaci maki.

Setelah itu pergi lagi, dan kembali sekira pukul 02.00 WIT membawa mesin senso atau alat pemotong kayu, dan melancarkan aksinya dengan merusak bangku dan meja di warung tersebut.

Beruntung, dalam aksi yang dilakukannya wartawan dan warga yang nongkrong di warung tersebut sudah pulang.

Belum diketahui alasan DS melakukan aksi teror dan perusakan tersebut. Kemarin dia diperiksa Propam.

Wakapolres Mimika Komisaris Arnolis Korowa menyampaikan permohonan maaf kepada jurnalis terkait insiden yang dilakukan anak buahnya tersebut.

“Tadi tiga jam yang lalu atas atas nama dan perintah Kapolres Mimika, saya ke lokasi kejadian dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan jurnalis,” kata Arnolis Korowa.

Selain itu, kata mantan Kapolsek Abepura itu, sejumlah barang seperti bangku dan meja yang diduga dirusak DS segera diperbaiki.

“Itu kita perbaiki semua, hari ini juga kita perbaiki semua. Perilaku oknum atau seseorang tidak boleh mengganggu hubungan baik kita dengan wartawan. Karena wartawan yang membesarkan kinerja kita,” katanya dilansir Antara.

Terkait aksi yang dilakukan bawahannya itu, Arnolis menegaskan bahwa DS akan diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku di kepolisian.

“Yang bersangkutan akan mempertangunggjawabkan perilakunya secara hukum,” katanya.

Menurut dia, kasus tersebut telah menjadi atensi dari pimpinan polisi di Mimika dan segera menahan DS.

“Saya lagi tunggu dia di gudang senjata ini, saya sudah minta kasatnya jemput dia. Tadi dia sempat datang,” katanya.

Arnolis membantah aksi DS sebagai bentuk kekecawaan kepada pimpinan. “Ah tidak ada itu, anak buah tidak boleh intervensi pimpinan, tapi terima kasih hal ini ditanyakan ke saya,” katanya.

Ketika disinggung apakah DS, merupakan salah satu pelaku pengeroyok Saldi, wartawan Okezone.com pada bulan lalu, Arnolis membantah hal itu.

“Saya kira tidak, informasi ini perlu di klarifikasi. Dugaan para pelaku aniaya wartawan sebanyak delapan orang sudah ditahan beberapa waktu sejak aksinya,” katanya.

“Kedelapan oknum anggota itu sudah ditahan sejak hari itu juga, dan mereka sedang lakukan perenungan, instropeksi diri menunggu proses selanjutnya,” sambungnya.

Arnolis juga mengajak agar rekan-rekan jurnalis di Mimika tidak perlu khawatir untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya, karena kasus tersebut sedang berproses.

“Tidak usah takut, kita ini orang tua dan saudara, jika ada hal-hal yang urgen segera sampaikan ke saya, akan saya tindak lanjuti,” katanya menyikapi wartawan di Mimika, yang mencari perlindungan di tempat aman.

Sementara itu, aksi tidak terpuji dari DS tersebut banyak menuai kecaman dari jurnalis di Ibu Kota Provinsi Papua, Kota Jayapura.

“Sangat disayangkan perilaku oknum tersebut. Padahal slogan yang sering disampaikan oleh pucuk pimpinan mereka, wartawan mitra kami, mitra polisi,” kata salah satu koresponden nasional, Roberth Isodorus Vanwi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...