Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.44 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Usulan PDIP Terhadap Mantan Narapidana Korupsi Ditentang Laskar Jokowi

Usulan PDIP Terhadap Mantan Narapidana Korupsi Ditentang Laskar Jokowi

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 6 Desember 2017 - 19:59 WIB

IMG-7641

Mochtar Mohamad kembali daftar sebagai bakal calon Walikota Bekasi di PDI-P Kota Bekasi, Kamis [1/6]. (kininews/ardiansyah)

Bekasi, kini.co.id – Pengusulan terhadap Mochtar Mohamad sebagai calon tunggal Bakal Calon (Balon) Wali Kota Bekasi oleh PDIP maju pada Pilkada 2018, mendapat pertentangan dari Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Kota Bekasi.

Ketua Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Kota Bekasi, Anton Sutandar, menyayangkan keputusan DPC PDIP Kota Bekasi atas keputusan tersebut.

“Saya rasa ini bukan keputusan yang benar. Masih banyak kader PDIP lain yang belum terstigma mantan narapidana,” kata Anton, Rabu (6/12).

Diketahui, Mochtar Mohamad merupakan mantan Wali Kota Bekasi yang pernah menjadi narapidana korupsi. Ia di vonis 6 tahun penjara oleh Mahkaamah Agung pada tahun 2012 silam.

“Keputusan mengusung Mochtar Mohamad menjadi calon tunggal sangat jelas tidak senafas dengan jalan perubahan Presiden Jokowi dengan ‘Revolusi Mental’ yang menjadi road map pemerintahannya,” tutur dia.

Lanjutnya, seperti diketahui PDIP melalui Ketua Umum Megawati Soekarno Putri selalu menegaskan di setiap pidatonya bahwa kader yang terlibat dengan korupsi akan diberhentikan dengan tidak hormat. Hal tersebut merupakan sebagai Nawacita yang menjadi tujuan bernegara.

“Keputusan PDIP Kota Bekasi tak senafas dengan revolusi mental Jokowi. Ini akan menjadi citra buruk juga untuk PDIP di Pilkada 2018 dengan mengusung mantan narapidana korupsi,” ujarnya.

“Saya mengharap agar DPP PDIP dapat melihat dengan cermat atas apa yang usulkan oleh DPC PDIP Kota Bekasi. Karena, hal tersebut akan dapat menciderai hati dan nurani publik secara luas khususnya warga Kota Bekasi dan pastinya juga akan berdampar buruk kepada citra PDIP,”sambungnya.

Sebagai relawan Jokowi yang selama ini dekat dan bersimpati terhadap partai. maka sangat menyayangkan jika PDIP merekomendasikan mantan Mochtar Mohamad.

“Keputusan itu harus dikaji ulang agar citra PDIP tidak dicederai hanya karena sahwat seseorang ingin maju di Pilkada,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...