Minggu, 20 Januari 2019 | 18.07 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Usulan PDIP Terhadap Mantan Narapidana Korupsi Ditentang Laskar Jokowi

Usulan PDIP Terhadap Mantan Narapidana Korupsi Ditentang Laskar Jokowi

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 6 Desember 2017 - 19:59 WIB

IMG-7641

Mochtar Mohamad kembali daftar sebagai bakal calon Walikota Bekasi di PDI-P Kota Bekasi, Kamis [1/6]. (kininews/ardiansyah)

Bekasi, kini.co.id – Pengusulan terhadap Mochtar Mohamad sebagai calon tunggal Bakal Calon (Balon) Wali Kota Bekasi oleh PDIP maju pada Pilkada 2018, mendapat pertentangan dari Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Kota Bekasi.

Ketua Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Kota Bekasi, Anton Sutandar, menyayangkan keputusan DPC PDIP Kota Bekasi atas keputusan tersebut.

“Saya rasa ini bukan keputusan yang benar. Masih banyak kader PDIP lain yang belum terstigma mantan narapidana,” kata Anton, Rabu (6/12).

Diketahui, Mochtar Mohamad merupakan mantan Wali Kota Bekasi yang pernah menjadi narapidana korupsi. Ia di vonis 6 tahun penjara oleh Mahkaamah Agung pada tahun 2012 silam.

“Keputusan mengusung Mochtar Mohamad menjadi calon tunggal sangat jelas tidak senafas dengan jalan perubahan Presiden Jokowi dengan ‘Revolusi Mental’ yang menjadi road map pemerintahannya,” tutur dia.

Lanjutnya, seperti diketahui PDIP melalui Ketua Umum Megawati Soekarno Putri selalu menegaskan di setiap pidatonya bahwa kader yang terlibat dengan korupsi akan diberhentikan dengan tidak hormat. Hal tersebut merupakan sebagai Nawacita yang menjadi tujuan bernegara.

“Keputusan PDIP Kota Bekasi tak senafas dengan revolusi mental Jokowi. Ini akan menjadi citra buruk juga untuk PDIP di Pilkada 2018 dengan mengusung mantan narapidana korupsi,” ujarnya.

“Saya mengharap agar DPP PDIP dapat melihat dengan cermat atas apa yang usulkan oleh DPC PDIP Kota Bekasi. Karena, hal tersebut akan dapat menciderai hati dan nurani publik secara luas khususnya warga Kota Bekasi dan pastinya juga akan berdampar buruk kepada citra PDIP,”sambungnya.

Sebagai relawan Jokowi yang selama ini dekat dan bersimpati terhadap partai. maka sangat menyayangkan jika PDIP merekomendasikan mantan Mochtar Mohamad.

“Keputusan itu harus dikaji ulang agar citra PDIP tidak dicederai hanya karena sahwat seseorang ingin maju di Pilkada,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (1); Pertarungan nasib investasi

MENTERI Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution bertindak sebagai Ketua Dewan Kawasan Batam Selasa (8/1/2019) pekan lalu melantik Staf Khusus ...
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...