Minggu, 20 Januari 2019 | 18.59 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ini Penyebab Puluhan Ribu Pekerja Belum Dilindungi Asuransi

Ini Penyebab Puluhan Ribu Pekerja Belum Dilindungi Asuransi

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 6 Desember 2017 - 19:26 WIB

IMG-7638

Ilustrasi Pekerja

Bekasi, kini.co.id – Pemerintah Kota Bekasi, menemukan sekitar 21.000 pekerja yang belum terlindungi asuransi kecelakaan kerja di wilayahnya.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kota Bekasi, para pengusaha didesak agar mengiksertakan pekerjanya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang Bekasi Kota BPJS Ketenagakerjaan, Mariansah, mengatakan adanya perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena minimnya pengetahuan tentang asuransi tersebut.

Selama ini, kata dia, masyarakat lebih mengenal BPJS Kesehatan, sementara untuk kecelakaan kerja menjadi domain BPJS Ketenagakerjaan.

“Sekarang kita tingkatkan sosialisasi ke masyarakat agar mereka mengetahui adanya BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia, Rabu (6/12).

Ia menyampaikan,21.000 karyawan yang belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan mayoritas berasal dari perusahaan kecil.

Jumlah itu berasal dari 3.000 perusahaan dengan rasio jumlah karyawan paling banyak tujuh orang.

“Mayoritas perusahaan ini adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Bekasi,” ujar Mariansah.

Meski demikian, perusahaan wajib mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Karena, hal itu sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan PP Nomor 86 tahun 2013 tentang sanksi Administrasi.

Adapun sanksinya dimulai dari teguran tertulis, denda, pemberhentian layanan publik, salah satunya ijun usaha.

Karena itu, dengan adanya MoU dengan Pemerintah Kota Bekasi, pihaknya bersyukur karena bisa meningkatkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi.

Dia mencatat, jumlah karyawan yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi sekitar 270.000 orang. Jumlah itu terdiri dari 4.000 perusahaan dari skala menengah hingga besar.

“Ini yang lagi kita usahakan, agar 21.000 karyawan dari 3.000 perusahaan UMKM ini bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” tandsnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (1); Pertarungan nasib investasi

MENTERI Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution bertindak sebagai Ketua Dewan Kawasan Batam Selasa (8/1/2019) pekan lalu melantik Staf Khusus ...
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...