Senin, 11 Desember 2017 | 10.46 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Puluhan Kelurahan di Tebing Tinggi terendam banjir

Puluhan Kelurahan di Tebing Tinggi terendam banjir

Sabtu, 2 Desember 2017 - 20:56 WIB

IMG-7597

Belasan kendaraan terendam di Medan Deli, Medan, Sumut. Istimewa

Tebing Tinggi, kini.co.id – Sebanyak 21 kelurahan di lima kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terendam banjir sehingga menyebabkan 4.833 kepala keluarga atau 18 ribu jiwa terpaksa harus mengungsi ke daerah yang tidak terdampak banjir.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya Sei-Padang dan Sei-Bahilang yang tak mampu menampung debet air akibat hujan yang terus menerus sejak Jumat (1/12) malam di hulu kedua sungai.

Banjir dengan ketinggian 40 cm sampai 1 meter tersebut juga merendam RS.Swasta Sri Pamela sehingga beberapa pasien opname terpaksa diamankan dengan perahu karet dibawa ke RS.Kumpulan Pane untuk sementara mendapatkan perawatan.

Kondisi itu semakin diperparah lagi karena belum dibukanya beronjong yang ada di Sungai Padang dari pintu air lama yang dibangun Badan Wilayah Sungai Sumut, meskipun DAM pengganti Bajayayu sudah hampir rampung sehingga menghambat jalan air sungai Padang mengalir.

“Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk sementara menanggulangi keadaan darurat para pengungsi banjir itu dengan menyiapkan 18 ribu ton beras dan 10 ribu bungkus nasi yang sudah disalurkan kepada para pengungsi,” kata Umar di Tebing Tinggi, Sabtu (2/12) seperti dilansir Antara.

Umar mengungkapkan sempat turun ke lapangan bersama sejumlah pejabat memantau langsung kondisi banjir memerintahkan semua kepala dinas agar tetap berada di Tebingtinggi dan terus memantau kondisi banjir.

Kepada camat dan lurah terutama yang daerahnya terendam banjir agar senantiasa waspada mengawasi warganya, jika memerlukan bantuan segera laporkan dan kerjakan secepat mungkin, demikian juga petugas kesehatan dari Dinkes dan RSUD.Kumpulan Pane.

“Kepada warga juga diimbau agar tetap waspada terutama arus litrik jangan hidupkan lampu rumah yang kosong, awasi anak-anak yang bermain banjir, dan segera lakukan evakuasi para orang tua, jompo dan wanita,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...