Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.18 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Polisi kerahkan ribuan personil amankan Maulid Nabi di Monas

Polisi kerahkan ribuan personil amankan Maulid Nabi di Monas

Jumat, 1 Desember 2017 - 14:17 WIB

IMG-7586

Polisi Apel di Monas (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aparat kepolisian daerah (Polda) Metro Jaya dikerahkan dalam pengamanan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Rasulullah di Lapang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besae Argo Yuwono menyatakan ada sekitar 1.000 personel Polda yang dikerahkan untuk mengamankan gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW di Monas itu.

“Ada 1.000-an orang personel yang dikerahkan untuk mengamankan acara itu, seluruhnya dari Polda Metro,” kata Kombes Argo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (1/12).

Ribuan jemaah Majelis Rasullah sudah memadati lapangan Monas sejak sekitar pukul 06.00 WIB untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah.

Dari pantauan, separuh jalan Medan Merdeka Selatan yang berada di depan kantor Balaikota hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat digunakan sebagai tempat parkir motor para jemaah.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara itu seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Majelis Ulama Indoenesia (MUI) Ma’ruf Amin.

Kegiatan itu ini berlangsung setelah dicabutnya larangan kegiatan keagamaan di lapangan Monas oleh Anies Baswedan seperti terjadi pada masa kepemimpinan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

“Saya ingin sampaikan juga terima kasih dan apresiasi majelis-majelis seperti ini turut menjaga kedamaian, ketenangan, kenyamanan di kota Jakarta. Mereka sudah hadir bertahun-tahun dan pengajian-pengajian inilah menjadi salah satu pilar untuk membuat suasana kita menjadi suasana yang teduh,” kata Anies Baswedan seusai acara.

Ia menegaskan bahwa Monas dapat digunakan untuk warga berkumpul dan berdzikir.

“Dulu namanya lapangan Gambir, sekarang disebut lapangan Medan merdeka dan lapangan merdeka inilah dzikir bisa dilakukan. Kami bersyukur bahwa negeri ini adalah negeri Pancasila, sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Atas dasar itulah tempat ini kita berikan kesempatan untuk kegiatan, keagamaan, kebudayaan dan lain-lain,” ungkap Anies dilansir Antara.

Melalui Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, akhirnya ditetapkan kembali bahwa Monas bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...