Senin, 11 Desember 2017 | 10.38 WIB
KiniNEWS>Regional>DI Yogyakarta>Sultan tetapkan Yogyakarta darurat bencana sepekan

Sultan tetapkan Yogyakarta darurat bencana sepekan

Rabu, 29 November 2017 - 15:20 WIB

IMG-7577

Petugas BPBD Kulonprogo tengah membersihkan lumpur akibat longsor di Dusun Ngroto, Desa Pendoworojo, Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (29/11). Foto: BPBD Kabupaten Kulonprogo.

Yogyakarta, kini.co.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menetapkan Yogyakarta berstatus siaga darurat bencana selama sepekan ke depan.

Keputusan ini menyikapi cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana banjir, longsor, dan angin kencang beberapa hari terakhir.

“Karena hujan ekstrem menurut BMKG berlangsung tiga hari, ya kita daruratnya satu minggu,” kata Sultan seusai rapat koordinasi dengan jajaran BPBD DIY di Kantor Kepatihan, Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (29/11).

Dengan dikeluarkannya status tersebut, pemerintah kabupaten serta provinsi dapat menggunakan dana cadangan masing-masing untuk melakukan perbaikan maupun membantu berbagai keperluan warga terdampak bencana.

“Untuk mengeluarkan (dana tak terduga) dasarnya dari pernyataan gubernur yang ditindaklanjuti dengan keputusan bupati,” kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DIY Krido Suprayitno menjelaskan, peningkatan status siaga darurat mempertimbangkan terus bertambahnya titik bencana di DIY yang dipicu cuaca ekstrem akibat siklon tropis Cempaka.

“Intensitas hujan yang tinggi dan kejadian bencana yang bertambah menjadi latar belakang penetapan siaga darurat,” kata dia.

Dengan penetapan siaga itu, menurut Krido, pemerintah kabupaten/kota akan ikut terlibat dengan mengoptimalkan sumber daya manusia maupun keuangan yang dimiliki. “Kabupaten/kota bisa mengoptimalkan dulu dana tak terduga yang dimiliki baru kalau ada kekurangan akan ditambah dari provinsi,” kata dia.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan Pemda DIY telah menyiapkan dana tidak terduga bencana mencapai Rp 14 miliar. Dengan adanya status siaga darurat, dana ini bisa dicairkan untuk membantu penanganan bencana di kabupaten/kota.

“Jadi provinsi sifatnya mem-backup saja. Kabupaten/kota bisa mengusulkan sesuai kebutuhan apabila dana tak terduga masing-masing tidak mencukupi,” kata dia.

Berdasarkan data terakhir dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY hingga Rabu (29/11), di Kota Yogyakarta teridentifikasi lokasi terdampak bencana angin kencang mencapai 9 titik, tanah longsor 9 titik dengan jumlah warga terdampak mencapai 151 orang dan tiga meninggal dunia.

Di Kabupaten Bantul terdapat 67 titik dampak bencana angin kencang, 45 titik tanah longsor, dan 31 titik bencana banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 4.756 orang dan 1 orang meninggal dunia.

Selanjutnya di Kabupaten Kulon Progo tercatat 20 titik bencana angin kencang, 27 titik tanah longsor, dan 6 titik bencana banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 58 orang dan korban luka 3 orang.

Sementara di Kabupaten Gunung Kidul, bencana angin kencang 9 titik, tanah longsor 9 titik, dan banjir 44 titik dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.276, dua orang luka-luka, dan satu meninggal dunia.

Di Kabupaten Sleman, bencana angin kencang terpantau di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik dengan jumlah warga terdampak mencapai 214 orang.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...