Wednesday, 22 August 2018 | 02.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Reporter : Ardiansyah | Monday, 27 November 2017 - 20:22 WIB

IMG-7552

Sidang putusan praperadilan Hendra Yadi Yusuf karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di PN Majalengka, Senin (27/11). Dalam sidang tersebut hakim tunggal Dikdik Haryadi menolak gugatan Hendra dan memenangkan Polres Majalengka. Istimewa untuk kini.co.id.

Majalengka , kini.co.id – Muhammad Danu Ismanto, salah satu pengacara tersangka kasus penggelapan dalam jabatan Hendra Yadi Yusuf , karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI), tetap meyakini kliennya tidak bersalah.

Hendra Yadi dan tim kuasa hukumnya dinyatakan kalah dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (27/11).

“Kami sebagai kuasa hukum tetap berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah,” ujar Mochammad Danu kepada kini.co.id, Senin sore

Danu mengaku menyayangkan sikap hakim pemeriksa perkara yang mengesampingkan alat bukti yang diajukan pihaknya.

Hakim tunggal Dikdik Haryadi berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Polres Majalengka selaku termohon sah.

Pasalnya kata hakim, Hendra Yadi beserta tim kuasa hukum dari Rony Rano Armansyah yang mendampingi saat dilakukan pemeriksaan membubuhi tandatangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang artinya merupakan bentuk persetujuan dan pengakuan.

Maka kata hakim, pembelaan yang diajukan Hendra Yadi Yusuf melalui tim kuasa hukumnya itu bertolak belakang.

Kendati demikian, Muhammad Danu menyebutkan tetap menghargai putusan hakim tunggal yang memeriksa perkara tersebut.

Hendra Yadi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Majalengka sejak 31 Agustus 2017. Ia dilaporkan oleh kuasa hukum PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) dengan tuduhan melakukan penggelapan atas pemasangan instalasi di tempatnya bekerja.

Hendra Yadi dijerat dengan Pasal 372 KUHP tdan atau 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau lima tahun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...