Selasa, 16 Juli 2019 | 05.01 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Reporter : Ardiansyah | Senin, 27 November 2017 - 20:22 WIB

IMG-7552

Sidang putusan praperadilan Hendra Yadi Yusuf karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di PN Majalengka, Senin (27/11). Dalam sidang tersebut hakim tunggal Dikdik Haryadi menolak gugatan Hendra dan memenangkan Polres Majalengka. Istimewa untuk kini.co.id.

Majalengka , kini.co.id – Muhammad Danu Ismanto, salah satu pengacara tersangka kasus penggelapan dalam jabatan Hendra Yadi Yusuf , karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI), tetap meyakini kliennya tidak bersalah.

Hendra Yadi dan tim kuasa hukumnya dinyatakan kalah dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (27/11).

“Kami sebagai kuasa hukum tetap berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah,” ujar Mochammad Danu kepada kini.co.id, Senin sore

Danu mengaku menyayangkan sikap hakim pemeriksa perkara yang mengesampingkan alat bukti yang diajukan pihaknya.

Hakim tunggal Dikdik Haryadi berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Polres Majalengka selaku termohon sah.

Pasalnya kata hakim, Hendra Yadi beserta tim kuasa hukum dari Rony Rano Armansyah yang mendampingi saat dilakukan pemeriksaan membubuhi tandatangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang artinya merupakan bentuk persetujuan dan pengakuan.

Maka kata hakim, pembelaan yang diajukan Hendra Yadi Yusuf melalui tim kuasa hukumnya itu bertolak belakang.

Kendati demikian, Muhammad Danu menyebutkan tetap menghargai putusan hakim tunggal yang memeriksa perkara tersebut.

Hendra Yadi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Majalengka sejak 31 Agustus 2017. Ia dilaporkan oleh kuasa hukum PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) dengan tuduhan melakukan penggelapan atas pemasangan instalasi di tempatnya bekerja.

Hendra Yadi dijerat dengan Pasal 372 KUHP tdan atau 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau lima tahun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...