Selasa, 20 Februari 2018 | 12.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Reporter : Trias Agustian | Senin, 27 November 2017 - 20:22 WIB

IMG-7552

Sidang putusan praperadilan Hendra Yadi Yusuf karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di PN Majalengka, Senin (27/11). Dalam sidang tersebut hakim tunggal Dikdik Haryadi menolak gugatan Hendra dan memenangkan Polres Majalengka. Istimewa untuk kini.co.id.

Majalengka , kini.co.id – Muhammad Danu Ismanto, salah satu pengacara tersangka kasus penggelapan dalam jabatan Hendra Yadi Yusuf , karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI), tetap meyakini kliennya tidak bersalah.

Hendra Yadi dan tim kuasa hukumnya dinyatakan kalah dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (27/11).

“Kami sebagai kuasa hukum tetap berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah,” ujar Mochammad Danu kepada kini.co.id, Senin sore

Danu mengaku menyayangkan sikap hakim pemeriksa perkara yang mengesampingkan alat bukti yang diajukan pihaknya.

Hakim tunggal Dikdik Haryadi berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Polres Majalengka selaku termohon sah.

Pasalnya kata hakim, Hendra Yadi beserta tim kuasa hukum dari Rony Rano Armansyah yang mendampingi saat dilakukan pemeriksaan membubuhi tandatangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang artinya merupakan bentuk persetujuan dan pengakuan.

Maka kata hakim, pembelaan yang diajukan Hendra Yadi Yusuf melalui tim kuasa hukumnya itu bertolak belakang.

Kendati demikian, Muhammad Danu menyebutkan tetap menghargai putusan hakim tunggal yang memeriksa perkara tersebut.

Hendra Yadi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Majalengka sejak 31 Agustus 2017. Ia dilaporkan oleh kuasa hukum PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) dengan tuduhan melakukan penggelapan atas pemasangan instalasi di tempatnya bekerja.

Hendra Yadi dijerat dengan Pasal 372 KUHP tdan atau 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau lima tahun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas
Sumatera Utara - Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 WIB

Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas

Warga Tanah Karo, Sumut dikejutkan dengan dentuman keras erupsi Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) kemarin.Bahkan sebuah video anak-anak sekolah yang ketakutan ...
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...