Minggu, 20 Januari 2019 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Praperadilan ditolak, pengacara karyawan PT Kaldu Sari tetap yakin tak bersalah

Reporter : Ardiansyah | Senin, 27 November 2017 - 20:22 WIB

IMG-7552

Sidang putusan praperadilan Hendra Yadi Yusuf karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di PN Majalengka, Senin (27/11). Dalam sidang tersebut hakim tunggal Dikdik Haryadi menolak gugatan Hendra dan memenangkan Polres Majalengka. Istimewa untuk kini.co.id.

Majalengka , kini.co.id – Muhammad Danu Ismanto, salah satu pengacara tersangka kasus penggelapan dalam jabatan Hendra Yadi Yusuf , karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI), tetap meyakini kliennya tidak bersalah.

Hendra Yadi dan tim kuasa hukumnya dinyatakan kalah dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (27/11).

“Kami sebagai kuasa hukum tetap berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah,” ujar Mochammad Danu kepada kini.co.id, Senin sore

Danu mengaku menyayangkan sikap hakim pemeriksa perkara yang mengesampingkan alat bukti yang diajukan pihaknya.

Hakim tunggal Dikdik Haryadi berpendapat bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Polres Majalengka selaku termohon sah.

Pasalnya kata hakim, Hendra Yadi beserta tim kuasa hukum dari Rony Rano Armansyah yang mendampingi saat dilakukan pemeriksaan membubuhi tandatangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang artinya merupakan bentuk persetujuan dan pengakuan.

Maka kata hakim, pembelaan yang diajukan Hendra Yadi Yusuf melalui tim kuasa hukumnya itu bertolak belakang.

Kendati demikian, Muhammad Danu menyebutkan tetap menghargai putusan hakim tunggal yang memeriksa perkara tersebut.

Hendra Yadi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Majalengka sejak 31 Agustus 2017. Ia dilaporkan oleh kuasa hukum PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) dengan tuduhan melakukan penggelapan atas pemasangan instalasi di tempatnya bekerja.

Hendra Yadi dijerat dengan Pasal 372 KUHP tdan atau 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau lima tahun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (1); Pertarungan nasib investasi

MENTERI Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution bertindak sebagai Ketua Dewan Kawasan Batam Selasa (8/1/2019) pekan lalu melantik Staf Khusus ...
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...