Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.57 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>TAPD DKI diminta coret anggaran kolam Ikan Rp620 juta

TAPD DKI diminta coret anggaran kolam Ikan Rp620 juta

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 27 November 2017 - 18:54 WIB

IMG-7550

Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Foto: Beritajakarta

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar)) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) meminta agar menghapus anggaran pemeliharaan kolam ikan senilai Rp620 juta.

Prasetyo juga meluruskan bahwa dirinya tidak pernah mengusulkan atau memiliki keterlibatan terkait penganggaran pemeliharaan kolam ikan di gedung DPRD itu.

“Saya mengklarifikasi bahwa saya tidak pernah cawe-cawe mengenai anggaran kolam ikan dan saya meminta agar TAPD sekali lagi tolong dicoret itu Rp620 juta,” ujarnya dalam Rapat Badan Anggaran di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/11).

Pras sapaan akrab Prasetyo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah terkait kegiatan pemugaran dan pemeliharaan kolam ikan.

Justru Prasetyo mengakui dirinya sempat menyampaikan mengapa kolam yang berada di halaman depan Gedung DPRD DKI tidak diisi ikan.

“Itu saya yang merawatnya selama tiga tahun ini dan itu sama sekali tidak sepeserpun pakai APBD. Yang kasih makan saya sendiri, merawat sendiri tapi sudah banyak sekali fitnah yang mengarah kepada saya,” tegasnya dilansir Bisnis.

Saiffulah, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta yang juga hadir dalam rapat banggar menanggapi perintah tersebut dengan langsung membuka laman e-budgeting rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI.

“Ini sistimnya sudah online belum? Langsung saja ke pos anggaran, kalau memang forum ini setuju langsung hapus saja,” ujarnya.

Meski demikian dengan adanya penundaan rapat banggar hari ini, penghapusan anggaran tersebut baru bisa dilanjutkan esok, Selasa (28/11).

Input data anggaran pemeliharaan kolam ikan di Gedung DPRD DKI Jakarta untuk pertama kali dibuat oleh Muhammad Yuliadi yang saat ini menjabat sebagi Sekretaris Dewan.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tuty Kusumawaty, anggaran terebut pertama kali dicantumkan pada masa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah pada 7 April 2017.

Kemudian data tersebut diperbaharui pada 28 Mei 2017. “Secara historis kegiatan ini diusulkan sejak kita menyusun RKPD,” katanya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...