Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Kota Bekasi Tambah 4 RSU Tipe D

Kota Bekasi Tambah 4 RSU Tipe D

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 24 November 2017 - 15:13 WIB

IMG-7512

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Ilustrasi

Bekasi, kini.co.id – Pemerintah Kota Bekasi menambah 4 rumah sakit umum (RSU) tipe D. Sekarang empat RSU tengah dibangun di empat kecamatan dengan sumber pembiayaan dari APBD 2017 dan APBD 2018. Empat rumah sakit pelat merah itu ditargetkan rampung dan beroperasi mulai akhir tahun depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, mengungkapkan, empat rumah sakit umum itu dibangun di Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Pondok Gede, dan Kecamatan Bekasi Utara. Empat rumah sakit yang dibangun merupakan tipe D.

Saat ini, kata dia, pembangunan empat gedung rumah sakit umum itu hampir rampung. Oleh karena itu, pihaknya mulai mengusulkan anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana, seperti alat kesehatan (alkes) dan meubeler.

”Untuk alkes saja satu rumah sakit dibutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar,” ujar Kusnanto, Jumat (24/11/2017).

Selain kebutuhan sarana dan prasarana yang diusulkan dalam APBD 2018, keempat rumah sakit umum itu juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang cukup banyak. Sesuai dengan peraturan menteri kesehatan, satu rumah sakit tipe D minimal membutuhkan 100 orang pegawai.

Pegawai yang dibutuhkan itu untuk berbagai profesi, mulai dokter, bidan, perawat, sampai dengan apoteker. Dinas Kesehatan sudah mengajukan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) untuk kebutuhan pegawai tersebut.

Kabid Pelayanan Kesehatan Kota Bekasi, Laela Nauvalya menambahkan, kehadiran rumah sakit umum tipe D ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara merata di daerah itu, meskipun sudah ada 39 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di seluruh wilayah. “Kehadiaran empat rumah sakit ini untuk meng-cover warga yang berada di wilayah Selatan Bekasi,” katanya.

Menurut dia, kehadiran empat rumah sakit umum tipe D tidak akan menghilangkan pelayanan di puskesmas. Sebab, puskesmas merupakan layanan kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit. ”Nanti warga yang sakit tidak perlu jauh-jauh ke RSUD tipe B, kecuali memang sakitnya tidak bisa ditangani di tipe D,” katanya.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Pusporini, mengatakan, secara tidak langsung pengoperasian RSUD tipe D bisa mengurangi beban rumah sakit yang dimpinpinnya. Sebab, yang terjadi saat ini warga yang sakit ringan saja memilih berobat ke RSUD yang notabene tipe B. ”Kalau sudah ada rumah sakit tipe D, masyarakat bisa memanfaatkan,” katanya.

Saat ini, kata dia, jumlah pasien RSUD untuk rawat jalan, rawat inap, serta masuk Instalansi Gawat Darurat mencapai 1.000 orang per hari

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...