Minggu, 20 Januari 2019 | 17.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

IMG-7483

TPST Bantargebang

Bekasi, kini.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, proyek ini dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK, Sudirman meninjau lokasi PLTSa di TPS Sumur Batu. Didampingi Walikota Rahmat Effendi berserta jajaran dibawahnya.

Ia mengatakan sampah yang ada dibakar dengan mesin incenerator akan menghasilkan uap, untuk memutarkan turbin jadi listrik. PLTSa menargetkan 2500 Ton pembakaran sampah, untuk menghasilkan listrik 34 Megawatt.

“Kalau tenaga listrik dengan teknologi seperti ini, pertama kalinya,” ujar Surdiman usai tinjauannya di TPA Sumur Batu, Rabu (22/11).

Sudirman mendorong percepatan pemanfataan teknologi seperti PLTSa Kota Bekasi. Lantaran dengan pemanfaatan lahan sempit menghasilkan listrik.

“Sebagai tim pelaksanaan pemanfaat sampah jadi energi listrik, nanti akan saya lemparkan ke tim saya, tetapi tidak kalah penting kalau pak wali juga, membikin report bagus kepada RI 1 sebagai penguasa negara, karena pepres yang tanda tangan presiden,” paparnya.

Menurut Sudirman, teknologi PLTSa di Kota Bekasi sangat bagus. Bila dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainya.

“Bekasi bagus. Saya jalan dari Banda Aceh sampai Papua, (melihat) kota-kota itu. Dan saya melihat bagaimana masalah manajemen (penanganan) sampah, Bekasi mulai bangkit,” katanya.

Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi penerapan teknologi sampah menjadi listrik pertama kali dilakukan. Sejalan dengan usul Dirjen Pengelolaan Sampah, dia hendak mengusulkan ke presiden.

“Ini mau kita lapor presiden, besok presiden ada di sini. Karena ini masalahnya di Perpres, kalau putusan Menteri masih kurang, jadi kita mau terobos ke presiden,” kata Effendi.

Ia menilai PLTSa bisa menjadi solusi dalam pengelolaan sampah. Pasalnya dengan pemanfaatan lahan sempit, tetapi bisa mehasilkan energi listrik.

“Dengan satu mesin ini bisa 100 sampai 500 Ton sampah perharinya, ini bisa menghasilkan 1,3 Megawatt. Kalau PLN enggak mau, kita bisa jual langsung je warga kita dengan murah, cuma masih harus tembus ke presiden,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (1); Pertarungan nasib investasi

MENTERI Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution bertindak sebagai Ketua Dewan Kawasan Batam Selasa (8/1/2019) pekan lalu melantik Staf Khusus ...
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...