Jumat, 19 Oktober 2018 | 11.13 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

IMG-7483

TPST Bantargebang

Bekasi, kini.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, proyek ini dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK, Sudirman meninjau lokasi PLTSa di TPS Sumur Batu. Didampingi Walikota Rahmat Effendi berserta jajaran dibawahnya.

Ia mengatakan sampah yang ada dibakar dengan mesin incenerator akan menghasilkan uap, untuk memutarkan turbin jadi listrik. PLTSa menargetkan 2500 Ton pembakaran sampah, untuk menghasilkan listrik 34 Megawatt.

“Kalau tenaga listrik dengan teknologi seperti ini, pertama kalinya,” ujar Surdiman usai tinjauannya di TPA Sumur Batu, Rabu (22/11).

Sudirman mendorong percepatan pemanfataan teknologi seperti PLTSa Kota Bekasi. Lantaran dengan pemanfaatan lahan sempit menghasilkan listrik.

“Sebagai tim pelaksanaan pemanfaat sampah jadi energi listrik, nanti akan saya lemparkan ke tim saya, tetapi tidak kalah penting kalau pak wali juga, membikin report bagus kepada RI 1 sebagai penguasa negara, karena pepres yang tanda tangan presiden,” paparnya.

Menurut Sudirman, teknologi PLTSa di Kota Bekasi sangat bagus. Bila dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainya.

“Bekasi bagus. Saya jalan dari Banda Aceh sampai Papua, (melihat) kota-kota itu. Dan saya melihat bagaimana masalah manajemen (penanganan) sampah, Bekasi mulai bangkit,” katanya.

Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi penerapan teknologi sampah menjadi listrik pertama kali dilakukan. Sejalan dengan usul Dirjen Pengelolaan Sampah, dia hendak mengusulkan ke presiden.

“Ini mau kita lapor presiden, besok presiden ada di sini. Karena ini masalahnya di Perpres, kalau putusan Menteri masih kurang, jadi kita mau terobos ke presiden,” kata Effendi.

Ia menilai PLTSa bisa menjadi solusi dalam pengelolaan sampah. Pasalnya dengan pemanfaatan lahan sempit, tetapi bisa mehasilkan energi listrik.

“Dengan satu mesin ini bisa 100 sampai 500 Ton sampah perharinya, ini bisa menghasilkan 1,3 Megawatt. Kalau PLN enggak mau, kita bisa jual langsung je warga kita dengan murah, cuma masih harus tembus ke presiden,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...
Sulawesi - Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:16 WIB

Berbahaya, Praktik Pemasangan Behel Tak Profesional Akan Ditertibkan

Memakai kawat gigi atau behel pada awalnya terkait masalah kesehatan gigi. Namun lama-kelamaan tren memakai kawat gigi digandrungi remaja baik ...
Aceh - Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:39 WIB

Hujan Sepekan, Puluhan Rumah di Aceh Barat Terendam Banjir

Akibat curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir, puluhan rumah di Desa Cot Amun, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi ...