Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pra Peradilan Hendra, kuasa hukum sebut dalil Polisi cari pembenaran

Pra Peradilan Hendra, kuasa hukum sebut dalil Polisi cari pembenaran

Reporter : Yudi | Selasa, 21 November 2017 - 23:45 WIB

IMG-7467

Sidang praperadilan terhadap Polres Majalengka. (Ist)

Majalengka , kini.co.id – Kepolisian Resort Majalengka menyatakan bahwa penahan dan penetapan tersangka Hendra Yadi Yusuf telah sesuai dengan mekanisme.

Hendra Yadi sebelumnya mengajukan permohonan pra peradilan yang menjadi tersangka karena dituduh melakukan penggelapan dalam jabatan di perusahaannya pada akhir Agustus.

Pengacara Polres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Abdul Sobur mengatakan, pentapan tersangka terhadap Hendra Yadi Yusuf sudah sesuai dengan prosedur yaitu memenuhi unsur pidana.

Terlebih dengan perkembangan kasus saat ini yang sudah dilimpahkan kepada JPU pada Senin (20/11) karena dianggap sudah lengkap, maka, Polres Majalengka menolak dalil-dalil dari pengacara Hendra Yadi.

Selain itu Polres Majalengka juga menyatakan pengajuan pra peradilan dianggap kurang pihak, yakni tidak mencantumkan termohon lainnya yakni JPU yang sudah melakukan penelitian berkas penyidikan yang tinggal masuk pada tahap ke pengadilan.

“Menolak dalil-dalil pemohon kecuali terhadap apa yang termohon akui kebenaran selain itu penetapan pemohon sebagai tersangka juga sudah sesuai dengan prosedur dan memenuhi unsur pidana,” sebut Abdul Sobur dalam sidang lanjutan pra peradilan di PN Majalengka, Selasa (21/11).

Menanggapi eksepsi yang disampaikan termohon tersebut, kuasa hukum Hendra Yadi, Mochammad Danu Ismanto menegaskan apapun bentuk sanggahan, bantahan atau dalil-dalil eksepsi dari pihak termohon adalah hak bagi termohon dan sah-sah saja untuk di ajukan.

Namun mengenai dalil eksepsi yang menyatakan bhwa dalam permohonan praperadilan yamg diajukan oleh pemohon, terdapat kekurangan pihak atau ada pihak lain (JPU) yang tdak diajukan sebagai pihak termohon merupakan dalil yang dibuat atau dicari-cari sebagai suatu alasan pembenaran belaka.

“Bagaimana mungkin kami secara tiba-tiba dapat menempatkan pihak JPU Kejaksaan Negeri Majalengka didudukan sebagai pihak termohon kedua, sementara disisi lain dalam agenda sidang praperadilan yang pertama tanggal 13 November 2017 lalu, pihak termohon ataupun kuasa hukum nya tidak hadir,” tanyanha.

“Alasan yang dibuat-buat secara tiba-tiba dalilnya berkas perkara klien kami dinyatakan lengkap atau P21 tertanggal tanggal 15 november 2017,” tambahnya.

Bagaimana mungkin, kata Danu pihaknya akan secara serta merta menarik, mendudukan dan menempatkan pihak termohon lainnya (JPU) sebagai pihak termohon kedua, sedangkan surat permohonan praperadilan telah di daftarkan ke PN Majalengka berkas perkara saja belum dinyatakan lengkap atau P21 atau belum dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kalau dinyatakan lengkap tentu dari awal permohonan gugatan kami ditolak, justru termohon baru dan serta merta,” tandasnya.

Untuk itu Danu berharap agar permohonan praperadilan tersebut kliennya dpat dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Dan kepada semua pihak, lanjutnya khusus pihak pemerintah daerah melalui dinas ketenagakerjaan bisa turut msmberikan perhatian dalam perkara perlindungan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang saat ini sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Majalengka.

“Jika ada dari pihak karyawan ataupun tenaga kerja yang diduga bermasalah, seharusnya hal tersebut terlebih dahulu diselesaikan melalui upaya-upaya mediasi atau perundingan-perundingan sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat 1 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...