Selasa, 23 Oktober 2018 | 20.47 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Otak pelaku kaburnya lima tahanan terpaksa dilumpuhkan timah panas

Otak pelaku kaburnya lima tahanan terpaksa dilumpuhkan timah panas

Reporter : Fauzan | Selasa, 21 November 2017 - 22:48 WIB

IMG-7463

Para pelaku kejahatan yang kabur dari RTP kembali di ringkus Polrestabes Medan, satu otak pelaku terpaksa ditembak. KiniNews/HA Nasution.

Medan, kini.co.id – Lima tersangka yang kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Kutalimbaru, Deli Serdang kembali dibekuk tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Medan dan Polsek Kutalimbaru. 

Tersangka Chandra Gunawan (32), selaku otak pelakunya terpaksaditembak petugas karena mencoba kabur saat digelandang, Selasa (21/11) pagi.

Selanjutnya, warga Jalan Pajak Melati, Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang itu dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kapolrestabes Medan Komisaris Besae Sandi Nugroho didampingi Kasat Reskrim Komisaris Ronni Bonic dan Kapolsek Kutalimbaru Ajun Komisaris Martulesi Sitepu, mengatakan, empat pelaku lainnya yakni Irwansyah (29), warga Simpang Selayang, Benny Indra Pratama (19), warga Sri Gunting, Alex alias Babe (32), warga Medan Tuntungan, dan Supardi (29), warga Labuhan Deli.

“Keempat pelaku merupakan tersangka kejahatan penipuan, hanya Supardi yang terkait kasus narkoba,” kata Sandi kepada wartawan di Medan.

Sandi menjelaskan para pelaku kabur Senin (20/11) sekira pukul 22.30 WIB, dengan cara menggunakan kancing peniti untuk membuka gembok Rumah Tahanan Polisi (RTP). Namun, petugas jaga baru mengetahui kejadian tersebut setelah kelimanya meninggalkan RTP.

Tim Reskrim Polrestabes Medan bersama Reskrim Polsek Kutalimbaru langsung bergerak cepat. Yang akhirnya keempat pelaku berhasil dibekuk saat beristirahat di Pantai Bar-Bar Sari, Kutalimbaru. 

“Empat pelaku ditangkap Selasa sekira pukul 07.15 WIB ketika beristirahat karena letih semalaman tak tidur,” kata Sandi.

Dari keterangan para pelaku diketahuilah ternyata otak pelaku rencana kabur itu disusun tersangka Chandra Gunawan yang saat itu meninggalkan komplotan pulang ke salah satu rumahnya di Jalan Rantang Ayahanda.

Selanjutnya tersangka Chandra digelandang petugas dengan tangan digari menuju lokasi kaburnya para tahanan.

Namun tepat di Desa Suka Rende Kutalimbaru, saat tersangka diturunkan, tangannya langsung menyikut petugas dan berusaha kabur. 

”Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, pelaku akhirnya ditembak petugas tepat di bagian kaki,” pungkasnya.

Berdasaekan pengakuan Chandara rencana itu sudah matang dilakukannya beberapa hari terakhir karena rindu ketemu anak-anaknya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...