Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar

Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar

Reporter : Fauzan | Selasa, 21 November 2017 - 08:49 WIB

IMG-7454

Kahiyang disambut adat Mandailing di Istimewa

Medan, kini.co.id – Putri dari Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu resmi menyandang marga sebagai Boru Siregar. Pengesahan dari penabalan marga ini digelar kediaman Doli Siregar di Jl Suka Tangkas Nomor 17, Kelurahan Suka maju, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/11).

Doli Siregar merupakan adik dari Ade Hanifah Siregar, ibunda Bobby Afif Nasution suaminya Kahiyang Ayu.

Pemberian marga itu karena Kahiyang sebagai putri asal Solo belum memiliki marga. Dalam adat Mandailing, setiap wanita yang belum memiliki marga dan setelah menikah dengan pria asal Mandailing, maka wajib diberikan marga.

Oleh karena itu, Kahiyang diberi marga yang sama dengan ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar. Maka dengan demikian, Kahiyang akan memanggil ibu mertuanya itu dengan sebutan Namboru.

Dalam adat yang digelar itu, Kahiyang Ayu menjadi anak dari Doli Siregar, istilah adat Mandailing merupakan Tulang (Paman) dari Bobby.

“Kami sebelumnya sudah berunding dengan pengetua adat dalam memberikan penabalan marga terhadap Kahiyang Ayu. Yang mana kami sudah anggap sebagai anak. Ada raja adat dalam perundingan itu, kemudian disepakati menabalkan marga Siregar,” ujar Doli Siregar kepada wartawan di Medan.

Doli mengatakan, keluarga besar Kahiyang Ayu yang datang bersama rombongan dari Solo, juga turut menyaksikan penabalan marga tersebut.

Selain itu, teman semarga, serumpun sesuai dengan golongan marga dari keluarga besar Bobby Nasution dan Siregar, hadir dalam penabalan marga itu.

Penabalan marga yang merupakan bagian dari ritual adat terhadap putri Presiden Jokowi tersebut, dikawal ketat oleh anggota TNI dan Polri.

Pengamanan ini berlanjut sampai selesai acara sesuai undangan untuk umum, yang dilaksanakan di Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi, Ahad (26/11) mendatang.

Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, jumlah personil Polri yang dikerahkan melakukan pengamanan di acara ngunduh mantu Presiden Jokowi mencapai ribuan orang. Dalam pengamanan ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI.

“Semua pasukan yang melakukan pengamanan supaya dapat mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan. Seluruh pasukan harus siap menghadapi kontejensi di lapangan, seiring pengamanan atas kedatangan Presiden dan Ibu Negara, pejabat negara maupun daerah,” ungkap Paulus. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...