Senin, 10 Desember 2018 | 23.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar

Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar

Reporter : Fauzan | Selasa, 21 November 2017 - 08:49 WIB

IMG-7454

Kahiyang disambut adat Mandailing di Istimewa

Medan, kini.co.id – Putri dari Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu resmi menyandang marga sebagai Boru Siregar. Pengesahan dari penabalan marga ini digelar kediaman Doli Siregar di Jl Suka Tangkas Nomor 17, Kelurahan Suka maju, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/11).

Doli Siregar merupakan adik dari Ade Hanifah Siregar, ibunda Bobby Afif Nasution suaminya Kahiyang Ayu.

Pemberian marga itu karena Kahiyang sebagai putri asal Solo belum memiliki marga. Dalam adat Mandailing, setiap wanita yang belum memiliki marga dan setelah menikah dengan pria asal Mandailing, maka wajib diberikan marga.

Oleh karena itu, Kahiyang diberi marga yang sama dengan ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar. Maka dengan demikian, Kahiyang akan memanggil ibu mertuanya itu dengan sebutan Namboru.

Dalam adat yang digelar itu, Kahiyang Ayu menjadi anak dari Doli Siregar, istilah adat Mandailing merupakan Tulang (Paman) dari Bobby.

“Kami sebelumnya sudah berunding dengan pengetua adat dalam memberikan penabalan marga terhadap Kahiyang Ayu. Yang mana kami sudah anggap sebagai anak. Ada raja adat dalam perundingan itu, kemudian disepakati menabalkan marga Siregar,” ujar Doli Siregar kepada wartawan di Medan.

Doli mengatakan, keluarga besar Kahiyang Ayu yang datang bersama rombongan dari Solo, juga turut menyaksikan penabalan marga tersebut.

Selain itu, teman semarga, serumpun sesuai dengan golongan marga dari keluarga besar Bobby Nasution dan Siregar, hadir dalam penabalan marga itu.

Penabalan marga yang merupakan bagian dari ritual adat terhadap putri Presiden Jokowi tersebut, dikawal ketat oleh anggota TNI dan Polri.

Pengamanan ini berlanjut sampai selesai acara sesuai undangan untuk umum, yang dilaksanakan di Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi, Ahad (26/11) mendatang.

Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, jumlah personil Polri yang dikerahkan melakukan pengamanan di acara ngunduh mantu Presiden Jokowi mencapai ribuan orang. Dalam pengamanan ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI.

“Semua pasukan yang melakukan pengamanan supaya dapat mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan. Seluruh pasukan harus siap menghadapi kontejensi di lapangan, seiring pengamanan atas kedatangan Presiden dan Ibu Negara, pejabat negara maupun daerah,” ungkap Paulus. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DKI Jakarta - Senin, 10 Desember 2018 - 12:51 WIB

Pawai Kemenangan Persija Tak Jadi Hari Ini, Begini Kata Anies

ersija menjadi juara Liga 1 sehingga rencananya mereka akan menggelar pawai kemenangan pada hari ini, Senin (10/12/2018). Namun, pawai itu ...
Sumatera Utara - Senin, 10 Desember 2018 - 12:14 WIB

Bacok Anak Tiri Sampai Kritis, Martua Siregar Dicokok Polisi

Seorang pria bernama Martua Siregar dicokok polisi setelah membacok anak tirinya, Salsah Mia Hasibuan yang baru 12 tahun.Kasat Reskrim Polres ...
Kepulauan Riau - Jumat, 7 Desember 2018 - 15:49 WIB

Aplaus buat Pemkot Batam yang setop gaji ASN korup mulai bulan ini

SIKAP tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung tindak pidana korupsi direalisasikan Pemerintah Batam. Setidaknya, ada lima ASN korup ...
Jawa Barat - Kamis, 6 Desember 2018 - 20:24 WIB

Angin Puting Beliung di Bogor Makan Korban

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda kawasan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, (6/12/2018) sore tadi.Meski hanya lima menit peristiwa ...
Kepulauan Riau - Kamis, 6 Desember 2018 - 13:34 WIB

Usai menipu, Milda Sari selalu selfie bersama uang hasil tipuannya

MILDA Sari, seorang wanita muda di Batam, menipu puluhan pencari kerja. Usai menipu, dia selalu berfoto (selfie) bersama uang hasil ...
Sumatera Utara - Rabu, 5 Desember 2018 - 17:30 WIB

Sosialisasi Soal Dana Desa, Kejari Paluta Diapresiasi

Penggunaan dana desa harus mengena dan menyentuh ke rakyat pedesaan. Jangan sampai dana desa justru membawa para kepala desa ke ...