Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.43 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis

Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis

Minggu, 19 November 2017 - 22:39 WIB

IMG-7439

Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan. KiniNews/Rosdiana

Medan, kini.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia mempertemukan pihak Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan keluarga korban Jessica setelah sekian lama terhalang oleh campur tangan pihak ketiga terkait kasus dugaan malpraktik.

“Pada Sabtu 18 November 2017, untuk pertama kalinya KPAI bisa mempertemukan silaturahim antara keluarga mendiang ananda JS dengan pihak RS Adam Malik (RS HAM),” kata Komisioner bidang Kesehatan KPAI Sitti Hikmawatty saat dihubungi dari Jakarta, Ahad (19/11).

Sitti Hikmawatty mengatakan sejak Jessica meninggal pada Agustus 2017, tidak pernah ada komunikasi antara dua pihak yaitu RS HAM dengan keluarga korban. Alasannya, rencana pertemuan itu kerap dihalangi pihak ketiga yang diduga berupaya mengambil keuntungan atas kasus dugaan malpraktik.

Dengan begitu, kata dia, pihak manajemen rumah sakit kesulitan untuk melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban dugaan malpraktik.

Pertemuan dua pihak, lanjut Sitti, dengan keluarga mendiang Jessica diwakili oleh kedua orang tua JS, kakek, nenek dan paman JS yang juga merupakan praktisi hukum. Ada pun pihak RS diwakili oleh Ketua Tim Advhoc Investigasi Kasus JS Rizky Ardiyansyah, dokter penanggung jawab pasien (DPJP) mendiang JS, dokter yang merujuk ananda JS ke RS HAM dan lainnya.

Dia memastikan pihak ketiga yang diduga mengambil keuntungan atas kasus JS tidak hadir dalam pertemuan mediasi tersebut sesuai yang disyaratkan pihak manajemen RS HAM. Pertemuan tersebut berlangsung pada pukul 10.30-15.00 WIB itu membicarakan hal-hal terkait meninggalnya Jessica akibat dugaan malpraktik.

Sitti mengatakan pertemuan berlangsung di antaranya dengan mendengarkan keberatan keluarga atas pelayanan medis terhadap mendiang serta penjelasan langsung kronologis kejadian yang dialami saat itu.

Pihak RS, kata dia, mendengarkan dengan seksama seluruh penjelasan keluarga. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ucapan belasungkawa dan keprihatinan, baik atas nama pribadi maupun atas nama institusi.

Hampir semua yang hadir menitikkan air mata dan merasakan kehilangan keluarga atas kepergian Jessica karena sesungguhnya tidak ada satu pun yang menginginkan insiden itu terjadi.

“Terkait beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh keluarga menyangkut tindakan medis pada ananda JS, dr Rizky menyampaikan bahwa dengan telah masuknya kasus ini ke ranah hukum, maka segala pernyataan yang dikeluarkan oleh RS akan berdampak pada kegiatan penyelidikan dan etisnya, memang telah secara resmi disampaikan pada penyidik,” kata dia, dilansir¬†Antara.

Dia mengatakan mediasi dua pihak itu merupakan yang pertama dan bernilai positif karena bisa memecah kebuntuan komunikasi yang selama ini terjadi. KPAI memuji pihak keluarga yang masih ingin mencari penyelesaian dengan cara-cara yang baik. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...