Minggu, 20 Januari 2019 | 00.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis

Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis

Minggu, 19 November 2017 - 22:39 WIB

IMG-7439

Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan. KiniNews/Rosdiana

Medan, kini.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia mempertemukan pihak Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan keluarga korban Jessica setelah sekian lama terhalang oleh campur tangan pihak ketiga terkait kasus dugaan malpraktik.

“Pada Sabtu 18 November 2017, untuk pertama kalinya KPAI bisa mempertemukan silaturahim antara keluarga mendiang ananda JS dengan pihak RS Adam Malik (RS HAM),” kata Komisioner bidang Kesehatan KPAI Sitti Hikmawatty saat dihubungi dari Jakarta, Ahad (19/11).

Sitti Hikmawatty mengatakan sejak Jessica meninggal pada Agustus 2017, tidak pernah ada komunikasi antara dua pihak yaitu RS HAM dengan keluarga korban. Alasannya, rencana pertemuan itu kerap dihalangi pihak ketiga yang diduga berupaya mengambil keuntungan atas kasus dugaan malpraktik.

Dengan begitu, kata dia, pihak manajemen rumah sakit kesulitan untuk melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban dugaan malpraktik.

Pertemuan dua pihak, lanjut Sitti, dengan keluarga mendiang Jessica diwakili oleh kedua orang tua JS, kakek, nenek dan paman JS yang juga merupakan praktisi hukum. Ada pun pihak RS diwakili oleh Ketua Tim Advhoc Investigasi Kasus JS Rizky Ardiyansyah, dokter penanggung jawab pasien (DPJP) mendiang JS, dokter yang merujuk ananda JS ke RS HAM dan lainnya.

Dia memastikan pihak ketiga yang diduga mengambil keuntungan atas kasus JS tidak hadir dalam pertemuan mediasi tersebut sesuai yang disyaratkan pihak manajemen RS HAM. Pertemuan tersebut berlangsung pada pukul 10.30-15.00 WIB itu membicarakan hal-hal terkait meninggalnya Jessica akibat dugaan malpraktik.

Sitti mengatakan pertemuan berlangsung di antaranya dengan mendengarkan keberatan keluarga atas pelayanan medis terhadap mendiang serta penjelasan langsung kronologis kejadian yang dialami saat itu.

Pihak RS, kata dia, mendengarkan dengan seksama seluruh penjelasan keluarga. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ucapan belasungkawa dan keprihatinan, baik atas nama pribadi maupun atas nama institusi.

Hampir semua yang hadir menitikkan air mata dan merasakan kehilangan keluarga atas kepergian Jessica karena sesungguhnya tidak ada satu pun yang menginginkan insiden itu terjadi.

“Terkait beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh keluarga menyangkut tindakan medis pada ananda JS, dr Rizky menyampaikan bahwa dengan telah masuknya kasus ini ke ranah hukum, maka segala pernyataan yang dikeluarkan oleh RS akan berdampak pada kegiatan penyelidikan dan etisnya, memang telah secara resmi disampaikan pada penyidik,” kata dia, dilansir¬†Antara.

Dia mengatakan mediasi dua pihak itu merupakan yang pertama dan bernilai positif karena bisa memecah kebuntuan komunikasi yang selama ini terjadi. KPAI memuji pihak keluarga yang masih ingin mencari penyelesaian dengan cara-cara yang baik. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...
Kepulauan Riau - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:20 WIB

Astaga, Sekda Batam galang dana untuk bantu koruptor

SEKRETARIAT Daerah (Setda) Kota Batam mengeluarkan surat edaran permohonan bantuan terhadap salah seorang mantan Pegawai Negara Sipil (PNS) terpidana korupsi, ...
Kepulauan Riau - Senin, 14 Januari 2019 - 14:17 WIB

TNI AU paksa turun pesawat Ethiopia di Batam

TNI Angkatan Udara memaksa turun pesawat asal Ethiopia. Armada komersial negara di Afrika itu dipaksa mendarat di Batam, Kepri, oleh ...