Sabtu, 19 Januari 2019 | 23.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Jusuf Kalla: Keadilan harus di wujudkan dengan kerja keras

Jusuf Kalla: Keadilan harus di wujudkan dengan kerja keras

Reporter : Fauzan | Minggu, 19 November 2017 - 21:33 WIB

IMG-7437

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menutup Musyawarah Nasional (Munas) Kahmi ke-10 di halaman Istana Maimun Medan, Ahad (19/11). KiniNews/HA Nasution.

Medan, kini.co.id – Wakil Presiden Yusuf Kalla mengatakan bahwa kemajuan bangsa dengan mewujudkan cita-cita yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur harus diupayakan dengan kerja keras.
Sebab, tidak ada cita-cita yang dapat direalisasikan tanpa usaha yang dilakukan dengan baik.

Demikian hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM) di halaman Istana Maimun Medan, Ahad (19/11).

“Tidak terasa KAHMI sudah berusia 50 tahun. KAHMI terdiri dari berbagai unsur, ada birokrat, akademisi, ada pengusaha, ada professional, tentara, polisi dan sebagainya. Pada umumnya semua mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa tidak ada cita-cita yang sampai dengan sendirinya. Tidak ada cita-cita yang terlaksana sendiri, semuanya dapat dirah dengan usaha yang keras. Makanya slogan HMI “Yakin Usaha Sampai” tentunya harus dibarengi dengan usaha yang keras. 

Lebih lanjut, JK mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana usaha kita untuk menjadikan keadaan bangsa ini tumbuh dengan seimbang, memiliki keadilan, sebab semua keadilan social itu tidak akan jatuh dari langit, tapi semua harus diusahakan dengan baik.

Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan, rasa syukur sejak dibukanya Munas Kahmi ke-10 hingga ditutup berlangsung dengan aman dan lancar serta menghasilkan program kerja serta terpilihnya kepengurusan Presedium Majelis Nasional Kahmi 2017-2022 dan Presidium Majelis Nasional Alumni HMI Wati.

“Saya ucapkan selamat kepada 9 presedium yang terpilih, semoga mampu merekatkan keluarga Kahmi dan bisa mengelola potensi HMI secara optimal,” kata Erry.

Presedium Majelis Nasional Kahmi yang baru terpilih 2017-2022, Kamarussamad mengatakan, setelah alumni berkiprah menjadi akademisi, politisi dan birokrat, inilah saatnya alumni mengambil bagian wirausaha.

Pasalnya di bidang inilah nanti diharapkan dapat menjadi satu kekuatan baru bagi alumni HMI di bidang ekonomi.

Adapun 9 Presedium Majelis Nasional Kahmi teprilih 2017-2022 yakni, Siti Zuhro, Harry Azhar Azis, Viva Yoga Mauliadi, Ahmad Reza Patria, Sigit Pamungkas, Kamarussamad, Ahmad Doli Kurnia, Ade Komaruddin, dan Herman Haeron. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:31 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 12 Kendaraan Rusak

Sebanyak 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi tepatnya di Kilometer (KM) 92, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa ...
Papua - Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:17 WIB

Lagi, Anggota TNI Tertembak Saat Kontak Senjata dengan KKB Papua

Seorang anggota TNI kembali gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten ...
Kepulauan Riau - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:12 WIB

Akhirnya pesawat kargo Etiopia diizinkan terbang

PESAWAT kargo Ethiopian yang dipaksa mendarat di Batam akhirnya diizinkan terbang kembali hari ini, Kamis (17/1/2019). Ethiopian Airlines meninggalkan Batam, ...
Sumatera Utara - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:07 WIB

BI: Ada 5.480 Lembar Upal Beredar Selama 2018 di Sumut

Selama tahun 2018 ada 5.480 lembar uang palsu (upal) yang beredar di Sumut.Hal itu dikatakan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan ...
Kepulauan Riau - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:20 WIB

Astaga, Sekda Batam galang dana untuk bantu koruptor

SEKRETARIAT Daerah (Setda) Kota Batam mengeluarkan surat edaran permohonan bantuan terhadap salah seorang mantan Pegawai Negara Sipil (PNS) terpidana korupsi, ...
Kepulauan Riau - Senin, 14 Januari 2019 - 14:17 WIB

TNI AU paksa turun pesawat Ethiopia di Batam

TNI Angkatan Udara memaksa turun pesawat asal Ethiopia. Armada komersial negara di Afrika itu dipaksa mendarat di Batam, Kepri, oleh ...