Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Reporter : Yudi | Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

IMG-7417

Seminar Nasional "Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik" di USU. (KiniNews/ Ist)

Medan, kini.co.id – Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara gelar kegiatan Seminar Nasional Bahasa-Bahasa Lokal dengan tema “Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik”.

Kegiatan seminar ini membahas kajian mengenai bahasa lokal yang ada di Sumatera Utara serta implementasi nya terhadap pencegahan konflik distorsi bahasa di lingkungan masyarakat dengan keragaman etnik.

Hal ini disampaikan Dr. Eddy Setia, M. Ed., TESP, selaku ketua penyelenggara yang juga merupakan Ketua Prodi Linguistik FIB USU ketika dijumpai Bumantara pada saat kegiatan berlansung, Sabtu, (18/11/2017) di Hotel Grandhika jalan Dr. Mansur, Medan.

“Seminar Nasional Bahasa Lokal ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Indonesia dan Sumatera Utara khususnya, dan hal ini diselenggarakan mengingat adanya penggalakan kajian bahasa lokal oleh pemerintah”. Ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa Sumatera Utara merupakan Provinsi yang memiliki keragaman etnik yang pada masing-masing etnik memiliki bahasa yang berbeda.

Oleh sebab itu, selain dapat merekatkan keragaman antar etnik khususnya di Sumatera Utara, kajian ini juga dapat mengantisipasi terjadinya konflik antar entik di lingkungan masyarakat terutama dalam hal bahasa.

“Untuk itu, sekarang ini, kita mulai dari segi kajian bahasa lokal sebagai perekat dulu, sehingga kita dapat menghindari kemungkinan konflik distorsi antar masyarakat terkait bahasa- bahasa lokal.” Jelas Eddy.

Eddy mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong para peneliti linguistik khususnya mahasiswa linguistik baik tingkat S2 maupun S3 untuk secara lebih mendalam melakukan penelitian serta mengkaji mengenai bahasa-bahasa lokal yang ada di Sumatera Utara.

“Dengan modal pengetahuan dasar penelitian linguistik yang juga menjadi pembahasan dalam seminar ini, maka para peserta tentunya memiliki modal yang kuat untuk meneliti bahasa-bahasa lokal yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Sabriandi Erdian, selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Linguistik yang hadir sebagai peserta dalam seminar ini memberikan apresiasi atas diselenggarakanya kegiatan ini.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi pamacu lahirnya penelitian dan kajian-kajian baru mengenai bahasa-bahasa lokal khususnya di Sumatera Utara.

“Untuk saat sekarang ini masih sedikit kita temukan kajian-kajian tentang bahasa lokal khususnya di Sumut, untuk itu kegiatan ini sangat membantu para praktisi maupum akademisi bahasa dalam mendalami keilmuan mengenai bahasa-bahasa lokal. Selain itu dengan seminar ini kita juga dapat menggali potensi-potensi bahasa lokal sebagai kekayaan budaya Sumatera Utara,” jelasnya.

Hadir selaku pembicara utama pada kegiatan seminar ini yaitu, Dr Sudaryanto, selaku Ilmuan Peneroka Hakikat Bahasa dengan pembahasan “Yang Layak dan Perlu Dalam Upaya Pengoptimalan Fungsi Bahasa Lokal yang Melibatkan Ahli Warisnya si Generasi Milenial” serta Dr. Ganjar Harimansyah, M. Hum selaku Kepala Bidang Pelindungan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dengan pembahasan “Kebijakan Pelindungan dan Kajian Vitalitas Bahasa Daerah”.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...