Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Jasa Marga Berlakukan Contra Flow Tujuh KM Pasca Crane Jatuh

Jasa Marga Berlakukan Contra Flow Tujuh KM Pasca Crane Jatuh

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 16 November 2017 - 12:25 WIB

IMG-7350

Tol Jakarta-Cikampek lumpuh

Bekasi, kini.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa melawan arus kendaraan (contra flow) di ruas tol Jakarta-Cikampek sepanjang tujuh kilometer, Kamis (16/11). Rekayasa ini dilakukan dari KM 14 sampai KM 21 arah timur atau Cikampek.

Asisten Vice President PT Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru mengatakan, rekayasa ini mulai dilakukan sejak pukul 09.45.

Tujuannya, untuk mengurai kepadatan akibat adanya crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) dalam proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated di sana ambruk, sejak Kamis (16/11) dini hari.

“Rekayasa ini dilakukan dengan dibantu pihak kepolisian,” kata Heru pada Kamis (16/11).

Heru mengatakan, rekayasa contra flow merupakan salah satu cara untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Rekayasa ini dilakukan dengan cara membuka pembatas jalan atau barrier di ruas tol, sehingga kendaraan yang mengarah ke Cikampek menggunakan lajur empat di arah sebaliknya.

Di tiap sisi kanannya, juga dipasangi kerucut lalu lintas untuk memberi tanda batasan lajur yang boleh digunakan.

Sampai Kamis (16/11) pukul 11.00, Jasa Marga belum bisa memastikan durasi rekayasa lalu lintas ini diberlakukan.

“Dengan adanya contra flow ini, maka kepadatan kendaraan yang mengarah ke timur akan mencair,” ujar Heru.

Selain melakukan contra flow untuk mencairkan kepadatan, saat ini Jasa Marga tengah melakukan pemotongan body crane dan memposisikan crane di kondisi normal dengan menggunakan crane milik proyek Light Rail Transit (LRT) kapasitas 250 ton.

“Sampai saat ini crane masih berada di bahu jalan dan lajur satu arah Cikampek. Kita pindahkan dulu menggunakan crane dari proyek LRT,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Heru menyampaikan peremintaan maafnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Jasa Marga, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak kepadatan di lokasi kejadian.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...