Senin, 11 Desember 2017 | 10.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Jasa Marga Berlakukan Contra Flow Tujuh KM Pasca Crane Jatuh

Jasa Marga Berlakukan Contra Flow Tujuh KM Pasca Crane Jatuh

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 16 November 2017 - 12:25 WIB

IMG-7350

Tol Jakarta-Cikampek lumpuh

Bekasi, kini.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa melawan arus kendaraan (contra flow) di ruas tol Jakarta-Cikampek sepanjang tujuh kilometer, Kamis (16/11). Rekayasa ini dilakukan dari KM 14 sampai KM 21 arah timur atau Cikampek.

Asisten Vice President PT Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru mengatakan, rekayasa ini mulai dilakukan sejak pukul 09.45.

Tujuannya, untuk mengurai kepadatan akibat adanya crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) dalam proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated di sana ambruk, sejak Kamis (16/11) dini hari.

“Rekayasa ini dilakukan dengan dibantu pihak kepolisian,” kata Heru pada Kamis (16/11).

Heru mengatakan, rekayasa contra flow merupakan salah satu cara untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Rekayasa ini dilakukan dengan cara membuka pembatas jalan atau barrier di ruas tol, sehingga kendaraan yang mengarah ke Cikampek menggunakan lajur empat di arah sebaliknya.

Di tiap sisi kanannya, juga dipasangi kerucut lalu lintas untuk memberi tanda batasan lajur yang boleh digunakan.

Sampai Kamis (16/11) pukul 11.00, Jasa Marga belum bisa memastikan durasi rekayasa lalu lintas ini diberlakukan.

“Dengan adanya contra flow ini, maka kepadatan kendaraan yang mengarah ke timur akan mencair,” ujar Heru.

Selain melakukan contra flow untuk mencairkan kepadatan, saat ini Jasa Marga tengah melakukan pemotongan body crane dan memposisikan crane di kondisi normal dengan menggunakan crane milik proyek Light Rail Transit (LRT) kapasitas 250 ton.

“Sampai saat ini crane masih berada di bahu jalan dan lajur satu arah Cikampek. Kita pindahkan dulu menggunakan crane dari proyek LRT,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Heru menyampaikan peremintaan maafnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Jasa Marga, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak kepadatan di lokasi kejadian.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...