Kamis, 23 November 2017 | 12.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kunjungan wisman melalui Pelabuhan Belawan masih tinggi

Kunjungan wisman melalui Pelabuhan Belawan masih tinggi

Reporter : Fauzan | Rabu, 15 November 2017 - 11:13 WIB

IMG-7334

Kapal pesiarberbendera Prancis, MV L Austral di Pelabuhan Belawan, Selasa (14 /11). Antara/Irsan Mulyadi.

Medan, kini.co.id – PT Pelindo I mencatat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dengan tujuan sejumlah objek wisata seperti Bukit Lawang, Danau Toba yang menggunakan kapal pesiar ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara masih tinggi.

Hal ini ditandainya dengan kembali berlabuhnya kapal pesiar berbendera Prancis, MV L Austral di Pelabuhan Belawan, Selasa (14 /11). Kapal tersebut mengangkut 212 wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara.

ACS Humas Pelindo I Fiona Sari Utami mengatakan bahwa kapal pesiar MV L Austral merupakan kapal pesiar kedua yang bersandar di Pelabuhan Belawan pada tahun ini setelah sebelumnya pada 15 Maret 2017 lalu  Pelabuhan Belawan menerima kunjungan Kapal Pesiar MV Silver Discovery.

Fiona menjelaskan dalam menerima penumpang, baik lokal maupun mancanegara, perseroan sudah menyediakan fasilitas terminal penumpang yang nyaman.

Karena hal tersebut kata dia, merupakan bagian wujud dari komitmen  dalam melayani pengguna jasa pelabuhan dan juga sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mendukung cruise berkembang di Indonesia.

“Karena Pelabuhan Belawan ini pintu masuk bagi wisatawan mancanegara sehingga potensi kunjungan wisatawan kapal pesiar ke Sumatera Utara khususnya melalui Pelabuhan Belawan masih cukup tinggi,” kata Fiona.

Untuk itu, Pelindo I kata dia akan terus melakukan pengembangan pelabuhan berbasis wisata, khususnya pada pelabuhan Belawan karena Pelabuhan Belawan merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke Sumatera Utara dengan menggunakan kapal pesiar.

“Artinya, para wisman akan memulai perjalanannya dari Belawan, kemudian ke sejumlah tujuan lainnya di Sumatera Utara yang kaya akan potensi pariwisata,” bebernya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...