Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Walikota dan Menteri Yasonna Resmikan Pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas Kota Bekasi

Walikota dan Menteri Yasonna Resmikan Pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 14 November 2017 - 20:08 WIB

IMG-7310

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Laoly bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Bekasi, kini.co.id – Pembangunan Kantor Imigrasi Kelas II dan Lapas Kota Bekasi dimulai. Hal ini setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Laoly bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meletakkan batu pertama di Kecamatan Bekasi Utara, Selasa (14/11/2017).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan jika pembangunan tersebut guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Kota Bekasi. Soalnya, lokasi kantor kedua lembaga tersebut sudah tidak bisa menampung pelayanan tercatat.

Kantor pelayanan imigrasi kelas II yang terletak di area Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Bekasi setiap harinya dikunjungi sebanyak 250 sampai 350 jiwa.

Mereka mengantre pembuatan paspor maupun pelayanan mengenai pemberian dokumen perjalanan, baik dalam atau luar negeri, serta penentuan status ke imigrasian bagi orang asing, juga kebenaran bukti status kewarganegaraan.

Selain itu ruang Lembaga Permasyarakatan yang berada di Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur yang harusnya menampung para narapidana sebanyak 450-500 orang, kini tercatat hampir kurang lebih 1700 jiwa berada menumpuk di sana.

Karenanya, meski Kantor Imigrasi maupun Kantor Lapas berada di bawah naungan Kementrian Hukum dan HAM, akan tetapi kata Pepen sapaan akrabnya, semua urusan kantor tersebut ialah bagian pelayanan dari Warga Kota Bekasi.

Maka dari Pemerintah Kota Bekasi membuat MoU dengan bagian Imigrasi Kelas IIa Kota Bekasi dan Lapas Kota Bekasi untuk pembangunan gedung baru.

“Semua untuk warga Kota Bekasi terutama bagian pelayanan, agar membuat nyaman para warga agar meminimalisir ada nya pungutan liar dan membuat warga untuk mengurus sendiri dengan nyaman, itu satu bentuk proses perubahan pelayanan yang ada di Kota Bekasi” ujarnya.

Disisi lain, Pepen juga menyampaikan jika Pemerintah Kota Bekasi telah membangun beberapa fasilitas umum untuk masyarakat Kota Bekasi.

Adalah Stadion Patriot Chandrabaga, Rumah Sakit 8 lantai tiga blok, gedung pemerintah daerah dengan 10 lantai, pembangunan Puskesmas, sedang dalam proses Kantor Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota 6 lantai dengan Helipet di atasnya, Markas Komasndo Satpol PP, juga perluasan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengapresiasi atas partisipasi dan gagasan segala pembangunan. Khususnya adalah pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas Kota Bekasi.

“Hal seperti ini harus jadi contoh daerah lain, dan jarak waktu setahun nantinya kita bisa resmikan bersama di kantor yang sudah jadi kedepannyam,” singkat dia.

Dua proyek yang menelan biaya hampir Rp 118 miliar ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2017 dan 2018.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Dadang Ginanjar merinci, pembangunan Kantor Imigrasi menelan biaya sekitar Rp 33,540 miliar, sedangkan Lapas II A Bekasi sekitar Rp 83,939 miliar.

Kedua pembangunan itu, kata dia, menggunakan pagu anggaran tahun jamak tahun 2017 dan 2018.

“Untuk Kantor Imigrasi estimasi waktu pelaksanaan selama 390 hari, sedangkan Lapas selama 400 hari,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, nantinya Kantor Imigrasi akan dibangun hingga enam lantai dengan total luas lantai 3.882 meter per segi.

Sementara Lapas akan dibangun di Jalan Raya Pahlawan, Arenjaya, Bekasi Timur, dengan spesifikasi bangunan seluas 6.953 meter persegi di lahan seluas 20.786 meter persegi.

“Diharapkan keberadaan dua fasilitas ini bisa meningkatkan pelayanan untuk warga Kota Bekasi,” ujar Dadang.

Dijelaskan Dadang, terdapat sembilan massa bangunan yang terdiri atas blok hunian dua lantai seluas 9.250 meter per segi, kantor dan ruang kunjungan dua lantai seluas 1.624 meter per segi.

Dapur satu lantai seluas 240 meter per segi, masjid satu lantai seluas 375 meter per segi, gereja satu lantai seluas 135 meter per segi, poliklinik satu lantai seluas 300 meter per segi, MCK enam unit dalam satu lantai seluas 144 meter per segi, workshop satu lantai seluas 250 meter per segi, dan rumah genset satu lantai seluas 72 meter per segi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...