Senin, 22 Oktober 2018 | 04.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Kasus PT Nabati, Kapolres Majalengka Dipraperadilankan

Kasus PT Nabati, Kapolres Majalengka Dipraperadilankan

Reporter : Rakisa | Selasa, 14 November 2017 - 10:12 WIB

IMG-7304

Sidang praperadilan terhadap Polres Majalengka. (Ist)

Majalengka, kini.co.id – Penasehat hukum tersangka Hendra Yadi Yusup melayangkan gugatan praperadilan terhadap Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Mada Roostanto.

Gugatan ini dilayangkan terkait penangkapan dan penahanan kliennya yang dinilai tidak sah.

Dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Senin (13/11) siang, penasehat hukum Pemohon, Rony Rano Armansyah, Erick Muskita dan Mochammad Danu Ismanto membacakan permohonan Pemohon.

Selanjutnya, hakim tunggal PN Majalengka, Dik-Dik Haryadi yang memeriksa perkara ini semestinya memberikan kesempatan terhadap kuasa hukum Termohon, untuk menyampaikan jawaban atas permohonan Permohon.

Namun baik pihak Polres Majalengka sendiri maupun kuasa hukumnya tidak ada yang hadir dalam sidang tersebut.

Mochammad Danu Ismanto menilai penahanan kliennya sudah menyalahi prosedur dalam penangkapan dan penetapan kliennya sebagai tersangka.

Menurutnya, bahwa penetapan status tersangka terhadap kliennya (Hendra Yadi Yusuf) sesungguhnya masih terlalu dini untuk ditetapkan sebagai trsangka, pasalnya selain adanya hal-hal yang dirasa janggal atau ganjil terkait dengan ketidak konsistenan penyidik dalam menentukan pasal yang dituduhkan atau di sangkakan terhadap kliennya.

“Kami selaku kuasa hukum juga brpendapat sesungguhnya dalam kontek hubungan ketenagakerjaan antara klien kami sebagai karyawan dengan pihak perusahaan yang bermula dari adanya kontrak perjanjian kerja, semestinya hal tersebut diselesaikan lebih dahulu melalui ranah upaya hukum keperdataan dan tidak secara langsung di laporkan ke pihak kepolisian atau dalam ranah pidana,” ujar Danu dalam keterangannya kepada kini.co.id, Senin (13/11).

Selain itu Danu juga nenilai seharusnya pihak pelapor (perusahaan PT Nabati) bisa secara inci menjelaskan nilai kerugian yang benar-benar real dari objek perkara atau alat bukti sebagaimana yang dituduhkan dalam laporan polisi tersebut.

“Awalnya dituduh dgn pasal pencurian 362 kemudian dirubah lagi dengan pasal 372 atau penggelapan brang. Ini sungguh miris sekali,” katanya.

Ia sangat berharap bahwa upaya permohonan praperadilan yang diajukan oleh kliennya bisa dikabulkan oleh majelis hakim pemeriksa perkara.

“Kami juga berharap bisa terbebas dari segala tuntutan hukum dari tuduhan atau sangkaan sebagaimana yang laporkan oleh pihak perusahaan,” ucapnya.

Sebelumnya Hendra Yadi Yusup, yang merupakan karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) Majalengka dilaporkan oleh perusahaannya melalui kuasa hukumnya Ngadi Utomo dalam laporan polisi Nomor. LP-/345-345/B/VIII/2017/JABAR/RES.MJL tertanggal 31 Oktober 2017.

Selanjutnya terduga dipanggil berdasarkan surat Nomor S.pgl/341/X/2017 Sat.Reskrim tertanggal 31 Oktober 2017 yang dipanggil sebagai saksi, pada 2 November 2017 namun saat pemeriksaan terduga diperiksa bukan sebagai saksi melainkan langsung menjadi tersangka.

Kuasa hukum menilai surat panggilan yang langsung berubah status sejatinya bertentangan dengan KUHP Jo Perkap Kapolri No 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana, dengan sejumlah kejanggalan tersebut dan lainnya melalui kuasa hukumnya Hendra pun mengajukan gugatan praperadilan penetapan tersangkanya tersebut.[]

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...