Minggu, 19 November 2017 | 11.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Kasus PT Nabati, Kapolres Majalengka Dipraperadilankan

Kasus PT Nabati, Kapolres Majalengka Dipraperadilankan

Reporter : Rakisa | Selasa, 14 November 2017 - 10:12 WIB

IMG-7304

Sidang praperadilan Kapolres Majalengka. (Ist)

Majalengka, kini.co.id – Penasehat hukum tersangka Hendra Yadi Yusup melayangkan gugatan praperadilan terhadap Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Mada Roostanto.

Gugatan ini dilayangkan terkait penangkapan dan penahanan kliennya yang dinilai tidak sah.

Dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Senin (13/11) siang, penasehat hukum Pemohon, Rony Rano Armansyah, Erick Muskita dan Mochammad Danu Ismanto membacakan permohonan Pemohon.

Selanjutnya, hakim tunggal PN Majalengka, Dik-Dik Haryadi yang memeriksa perkara ini semestinya memberikan kesempatan terhadap kuasa hukum Termohon, untuk menyampaikan jawaban atas permohonan Permohon.

Namun baik pihak Polres Majalengka sendiri maupun kuasa hukumnya tidak ada yang hadir dalam sidang tersebut.

Mochammad Danu Ismanto menilai penahanan kliennya sudah menyalahi prosedur dalam penangkapan dan penetapan kliennya sebagai tersangka.

Menurutnya, bahwa penetapan status tersangka terhadap kliennya (Hendra Yadi Yusuf) sesungguhnya masih terlalu dini untuk ditetapkan sebagai trsangka, pasalnya selain adanya hal-hal yang dirasa janggal atau ganjil terkait dengan ketidak konsistenan penyidik dalam menentukan pasal yang dituduhkan atau di sangkakan terhadap kliennya.

“Kami selaku kuasa hukum juga brpendapat sesungguhnya dalam kontek hubungan ketenagakerjaan antara klien kami sebagai karyawan dengan pihak perusahaan yang bermula dari adanya kontrak perjanjian kerja, semestinya hal tersebut diselesaikan lebih dahulu melalui ranah upaya hukum keperdataan dan tidak secara langsung di laporkan ke pihak kepolisian atau dalam ranah pidana,” ujar Danu dalam keterangannya kepada kini.co.id, Senin (13/11).

Selain itu Danu juga nenilai seharusnya pihak pelapor (perusahaan PT Nabati) bisa secara inci menjelaskan nilai kerugian yang benar-benar real dari objek perkara atau alat bukti sebagaimana yang dituduhkan dalam laporan polisi tersebut.

“Awalnya dituduh dgn pasal pencurian 362 kemudian dirubah lagi dengan pasal 372 atau penggelapan brang. Ini sungguh miris sekali,” katanya.

Ia sangat berharap bahwa upaya permohonan praperadilan yang diajukan oleh kliennya bisa dikabulkan oleh majelis hakim pemeriksa perkara.

“Kami juga berharap bisa terbebas dari segala tuntutan hukum dari tuduhan atau sangkaan sebagaimana yang laporkan oleh pihak perusahaan,” ucapnya.

Sebelumnya Hendra Yadi Yusup, yang merupakan karyawan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI) Majalengka dilaporkan oleh perusahaannya melalui kuasa hukumnya Ngadi Utomo dalam laporan polisi Nomor. LP-/345-345/B/VIII/2017/JABAR/RES.MJL tertanggal 31 Oktober 2017.

Selanjutnya terduga dipanggil berdasarkan surat Nomor S.pgl/341/X/2017 Sat.Reskrim tertanggal 31 Oktober 2017 yang dipanggil sebagai saksi, pada 2 November 2017 namun saat pemeriksaan terduga diperiksa bukan sebagai saksi melainkan langsung menjadi tersangka.

Kuasa hukum menilai surat panggilan yang langsung berubah status sejatinya bertentangan dengan KUHP Jo Perkap Kapolri No 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana, dengan sejumlah kejanggalan tersebut dan lainnya melalui kuasa hukumnya Hendra pun mengajukan gugatan praperadilan penetapan tersangkanya tersebut.[]

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...